Senin, 15 Agustus 2011

Honda Blade, New

Sabtu kemarin diundang oleh PT AHM untuk mencicipi rasanya Honda Blade versi terbaru...

Pertama datang ke lokasi, saya bingung, "mana Honda Blade nya?"

Eh ternyata si honda Blade baru ini menurut saya mirip dengan Vario Techno...

Lihat saja lampu depannya terutama yang di badan (bukan di setang),





Lalu lampu belakangnya,



Secara umum tidak terlalu ada major change pada generasi terbaru honda blade ini, yang paling terlihat hanyalah ganti baju dan sedikit mempercantik piranti lainnya...

Namun kita coba lihat satu persatu,

Spedometer lebih cakep, kalo malem sih lebih oke yah...

Sayang waktu kemarin test ride, jarum spedometernya ternyata tidak bergerak.
Setelah diselidiki, ternyata kabel spedometer dicabut.

Saya nggak tahu alasan dicabut kenapa?
Yang jelas saat pengecekan (QC/ Quality Control) akhir di pabrik, mestinya semua sistem sepeda motor di test (termasuk spedometer).

Kalau kita lihat unit sepeda  motor yang baru keluar dari pabrik,
yang tidak ada itu biasanya hanya bahan bakar dan accu.
*kabel spedometer tidak pernah dicabut (setahu saya).

Sempet terfikir,
Apakah pihak wahana yang dimintai tolong AHM menyediakan honda blade test ini sengaja melepas kabel spedometer agar odometernya tetap rendah?
Hmmm... gak tau lah...
Semoga honda blade tester ini murni memang untuk test, bukan untuk dijual kembali ke konsumen seolah-olah seperti sepeda motor baru...

Yah mau dijual lagi sih boleh, tapi konsumen harus diberitahu, sepeda motor (yang memang) dipakai test tersebut adalah barang test ride.
Showroom-showroom mobil juga suka begitu kok, namun kendaraan test dilelang... bukan dijual seolah-olah masih baru...

Saya coba tracking speednya dengan GPS di ponsel saya,
namun apa daya, karena terburu2 harus berangkat, satelit GPS belum locking, akhirnya data perjalanan pun tidak berhasil dicatat.

Ada rekan yang menggunakan GPS, cuma saya lupa motret GPS nya.
Di GPS tersebut terlihat kalau nggak salah maksimum speed nya sekitar 80 km/ jam... Hampir ke 90 km/jam.
mmmm... namun saya lupa tepatnya berapa...
*yah nggak tau yah, spedometernya saat kemarin ngetest gak fungsi juga sih...

Ngacirrrnya rada nanggung yah?

Back to New Honda Blade

Sekarang si Blade sudah mengaplikasi Automatic Headlamp On...
Terbukti dengan tidak adanya saklar lampu di panel stang kanan.


Dan di panel stang kiri hanya ada saklar lampu jauh dan dekat saja...


Seperti biasa, posisi tombol klakson di tengah dan saklar sein di bawah...
Hmmm... nampaknya semua type honda akan seperti begini posisi peletakan saklar klakson dan seinnya...
Untuk Choke, seperti biasa, ada dibawah...

Tergelitik untuk mengomentari stiker ini:


Kalau sudah pakai injeksi bahan bakar elektronik (PGM-FI) mah gak perlu lagi pakai repot choke...
Hehehe...
*mungkin kedepannya kita ber injeksi bahan bakar elektronik saja lah... mahal di depan namun mudah perawatan, efisien bahan bakar, dan lebih ramah lingkungan.

Lampu depan (utama) ada dua,
masih pakai bohlam biasa...


Hmmm... pakai satu aja sebenernya udah cukup, ini pake dua....
kalo lampunya mati satu, yah saat sepeda motor dipakai terutama saat malam hari yah jadi nggak cakep...
Apalagi kalau dua-duanya mati, huh... keluar duit untuk beli dua bohlam lampu deh...
*yah resiko style (model) motor... namun merembet ke biaya part yang lebih banyak.

Turun ke bawah,
Ada perbedaan di aksen lampu senja yang menyatu dengan lampu sein.
Yang versi Repsol warnanya oranye,


Yang versi biasa warnanya kebiruan...


Sebenernya agak pusing juga nih sama Honda,
Kalau memang sudah aplikasi Automatic Headlamp On (AHO), ngapain juga sih pakai lampu senja...
Sekalilagi, hal ini bikin nambah biaya part buat lampu senja...

Dudukan plat nomer depan dari plastik, lentur banget...
*nggak ngaruh amat sih...



Turun ke bawah...
Nampaknya produk-produk Astra Honda Motor sekarang lebih efisiensi.
tipe-tipe sepeda motor terbarunya (untuk type cub dan scooter) rata-rata jadi pakai caliper satu piston untuk di roda depan... (dulu biasanya sih 2 piston)


Mundur sedikit ke belakang,
Weh keren, pelindung panas mesin modelnya lebih oke...


Master Rem cakram belakang nampak bersembunyi di dekat kick starter...



Mundur lagi sedikit kebelakang,
Yang type Repsol lebih cakep, dengan velg warna oranye dan pegas suspensi belakang (chussion) berwarna merah semakin menambah kesan sporty dibanding type Blade yang warna biasanya.
Knalpot (muffler) juga lebih gaul model luarnya, namun lubang belakangnya aduh bikin culun...



Suara knalpotnya ngebass loh...
Sepertinya AHM sedang digandrungi gaya suara knalpot ngebass setelah beberapa tahun belakangan senang membuat yang suaranya garing dan nyaring...

Pindah ke sisi kiri,
Tutup magnet keren pakai kunci "L", namun lubang intipnya kenapa masih pakai obeng minus?
*nanggung jadinya.


Footstep Blade sekarang lebih keren, bisa nekuk sedikit...
*bergaya sport.


Honda menanamkan Honda Variable Ignition Control pada Honda Blade ini...



Namun menurut saya sebenarnya yang tepat itu Dual Ignition Control,
karena saat kita menerima penjelasan teknis, ternyata tipikal pengapiannya CDI-nya cuma dua model saja...


Jadi penggunaan kata-kata Variable terlalu berlebihan dan agak kurang pas yah...
*menurut saya lho...

Ada beberapa kekurangan menurut saya,

Bagasi ternyata tidak muat menyimpan helm, bahkan saya coba memasukkan helm sepeda saya pun tidak muat dan jok tidak dapat ditutup...


Ban masih belum mengaplikasi tubeless,



Namun kualitas ban sudah oke kok, waktu mencoba bermanuver saat test ride di seputaran menteng, tanpa sengaja lagi-lagi footstep menyentuh aspal tanpa ada gejala terpeleset...
Hmmm... karakter ban, suspensi, dan keseluruhan bobot Blade terbaru ini cukup oke lah untuk diajak bermanuver...
Selebihnya hanyalah penyempurnaan mekanis dari versi sebelumnya yang menurut saya pengaruhnya tidak akan begitu dirasakan oleh penumpang namun dapat memperpanjang umur komponen


Hmmm...
Tertarik beli Honda Blade?
Bagi yang ingin tampil baru yah monggo...
Mumpung mau lebaran juga... hahaha...

Kalau masih bertahan dengan model lama yah nggak papa... perbedaan yang amat sangat terasa menurut saya ada di penampilan aja kok...
untuk keawetan komponen sih memang yang baru lebih bagus, namun kurang begitu langsung dirasakan...