Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2015

Nasi untuk Sahur

Tidak ingin mengulangi kejadian serupa di bulan ramadhan sebelumnya,
saya coba mencari ide agar nasi sudah siap saat saya mau makan sahur.

Saya berusaha efisien dalam penggunaan listrik di rumah, jadi memasak pun kalau bisa se-efisien mungkin. ya mencoba cara Just-In-Time dalam menghemat listrik...
Listrik Hemat, biaya listrik rumah berkurang, beban PLN berkurang, emisi pembangkit listrik (yang mayoritas dari diesel) juga berkurang. Kalau bukan mulai hemat dari diri sendiri ya mau kapan lagi?

Nasi merupakan salah satu proses memasak yang tidak bisa cepat,
jika sampai bangun kesiangan, biasanya kita sudah tidak sempat memasak nasi.

Jadi kita gunakan timer listrik saja pada steker Rice Cooker.


Begini caranya...


Senin, 09 Desember 2013

RFID BBM SUBSIDI

Hari sabtu pagi 7 Desember 2013 saya datang ke acara pemasangan RFID BBM komunitas di parkir timur Gelora Bung Karno (GBK),


Acara ini digagas oleh HOFOS (komunitas honda freed),
Menurut Dony Laksmana yang juga menjabat wakil ketua umum HOFOS, acara ini sebenarnya melanjutkan acara sebelumnya yang tidak mulus terlaksana karena kendala hujan. Namun untuk melakukan kembali acara ini (pasang RFID BBM), pihak PT INTI diwakili pak Aldy meminta minimal ada 200 mobil yang dipasang, barulah crew PT INTI akan melayani.

Jumat, 14 Oktober 2011

Pin BB

Terkadang saya suka dapat pertanyaan, "Berapa pin lu?"

Saya jawab, "pin apaan?"

Teman saya bales, "pringgo nggak pake black berry yah?"

Saya jawab, "saya nggak punya black berry, dan saya gak pake BB"

Ada beberapa teman yang berkata, "Wah sayang yah, kita gak bisa BBM an"

Dalam hati saya sih perduli amat, saya lebih senang pakai skype.
selain bisa chat, dia juga bisa VoIP alias ngobrol tanpa motong pulsa telepon (karena kebetulan saya sudah daftar langganan internet bulanan untuk nomer ponsel saya)

Terkadang saya bingung,
itu orang yang pake BB (Black Berry) ngerti nggak sih?
ngapain juga harus pake tanya pin yang susunan huruf dan angkanya bagi saya rumit seperti nomer (maaf) judi togel.

Dear yang pada pake BB,
nggak usah pake pin, mending pake alamat email saja...

coba lihat di menu Invite to BBM pada blackberry anda.

Perhatikan kolom tempat anda mengisi pin...
baca tulisannya dengan seksama...



BBM bisa di invite menggunakan NAMA user di BBM, alamat E-MAIL, atau PIN.

Lebih baik pakai nama user BBM atau alamat email,
kenapa?
karena jika kita ganti handset blackberry, kita gak perlu add berdasarkan pin..
jadi gak repot nge add temen2  BBM lagi dan nanyain pin bb yang rumit itu.

Sekarang saya tanya lagi, "masih perlukah tanya-tanya pin BB?"

Jangan sampe udah pake BB tapi dianggap masih belum pantas pake BB cuma karena pertanyaan "PIN"

Yuk gunakan teknologi dengan bijak dan pintar sesuai kebutuhan...
*saya tidak punya bb, maaf jika saya tidak tahu banyak tentang bb...

Rabu, 24 Agustus 2011

Charger Ponsel USB

Masih perlukah charger ponsel disertakan dalam paket penjualan pronsel baru?


On 17 February 2009, the GSM Association (GSMA) announced[45] that they had agreed on a standard charger for mobile phones. The standard connector to be adopted by 17 manufacturers including Nokia, Motorola and Samsung is to be the micro-USB connector (several media reports erroneously reported this as the mini-USB). The new chargers will be much more efficient than existing chargers.[45] Having a standard charger for all phones means that manufacturers will no longer have to supply a charger with every new phone. The basis of the GSMA's Universal Charger Solution (UCS) is the technical recommendation from OMTP and the USB-IF battery charging standard.[46][47][48]
Saya tergolong konsumen yang menggunakan barang sampai kegunaannya benar-benar habis,
Misalnya pada ponsel, saya menggunakan ponsel sampai benar-benar dikatakan mati total...

Saya alhamdulillah beberapa kali punya rejeki membeli ponsel baru,
Di paket penjualan selalu disertakan charger ponsel...
Namun saya pikir, charger ponsel yang lama juga masih bagus dan dapat dipakai, sayang jika tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi "sampah" di kamar.

Dengan adanya standar Micro-B USB ini menjadi bentuk konektor standar charger ponsel, maka efeknya kita akan lebih ramah lingkungan... dalam arti tidak perlu "terpaksa" memiliki charger ponsel baru sedangkan yang lama masih bagus dan berfungsi dengan baik.

Dengan tidak menyertakan charger ponsel di paket penjualan ponsel baru, maka otomatis biaya ponsel baru mestinya akan lebih murah.
Efek lainnya, kemasan ponsel baru juga bisa dibuat lebih ringkas (karena tidak ada tempat untuk charger) sehingga biaya bahan (karton/ kertas) untuk membungkus paket penjualan ponsel baru akan lebih sedikit dan tentunya akan lebih murah.

Yang belum punya charger USB gimana?
Yah beli saja charger sebagai optional.

Dampak lainnya juga akan menguntungkan konsumen,
Jika benar Micro-B USB sudah menjadi standar sistem pengisian battery di semua jenis dan merk perangkat ponsel, kita sebagai konsumen tidak perlu bingung membawa charger yang berbeda-beda.
Bahkan kalau misalnya kita ke rumah teman, kita bisa pinjam charger ponsel teman kita meskipun beda merk dan jenis ponsel...

Apa bisa meskipun beda merk dan type ponsel?
bisa donk...
Karena port Micro-B USB itu voltasenya sudah standar, voltase yang dikeluarkan itu 5 Volt...

ini saya dapat dari http://en.wikipedia.org/


Pin Name Cable color Description
1 VBUS Red +5 V
2 D− White Data −
3 D+ Green Data +
4 ID None Permits distinction of A plug from B plug
* A plug: connected to Signal ground
* B plug: not connected
5 GND Black Signal ground


Tuh, pin nomor 1 dan nomor 5 adalah sumber listriknya...
Jadi tidak masalah meskipun berbeda merk dan type ponsel, berbeda merk dan type charger selama standarnya mengacu ke standar internasional Micro-B USB

Mungkin kabel USB juga tidak perlu lagi disertakan dalam paket penjualan ponsel baru.

Sudah siapkah?
Semoga cepat terealisasi...

Dunia akan lebih ramah lingkungan,
karena tidak ada sampah charger ponsel hanya karena konsumen ponsel harus membeli paket ponsel baru yang sudah include charger...

Selasa, 23 Agustus 2011

DLNA (setelah Full HD dan HDMI)

Hmmm...

Pasti masih banyak yang bingung, apa sih DLNA?


DLNA adalah kepanjangan dari... Digital Living Network Alliance...
Yaitu suatu standar teknologi yang memudahkan para konsumen untuk berbagi atau menampilkan file digital seperti foto, video, dan musik antar perangkat elektronik dari berbagai merk (yang pabriknya tergabung dalam konsorsium DLNA).

Begini, misalnya saat kumpul keluarga besar kita ingin menampilkan video kepada semua anggota keluarga melalui TV agar semuanya bisa melihat bersamaan...

Kita tidak perlu kabel, cukup mengkoneksikan ponsel ke TV sudah tampil deh tuh foto...
*tapi kedua perangkat baik ponsel atau TV harus mendukung DLNA.

Begitu pula jika kita ingin denger musik di home theatre atau apa... bisa deh... asal perangkatnya mendukung DLNA.


Lebih lengkapnya silahkan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Living_Network_Alliance
atau http://www.dlna.org/about_us/faqs/

Hmmm...
Bagi yang masih cari-cari TV canggih semacam LED TV...

Silahkan nonton video berikut ini....




Pertimbangkan kedepannya apakah anda benar hanya butuh tampilan Full HD, kompabilitas HDMI, dan atau mungkinkah teknologi DLNA kedepannya juga masuk pertimbangan anda?

Mungkin nantinya di TV yang dijual akan ada stiker dengan tulisan....
Full HD
HDMI
DLNA capable/ certified ?

Seperti kita tahu,
Begitu ada teknologi baru dan menarik, harga dari produk elektronik yang masih memakai teknologi sebelumnya akan turun dalam angka nominal uang yang cukup lumanyan...

"Smart buying"...
Beli sesuai kebutuhan, jangan ikut-ikutan...

Jumat, 12 Agustus 2011

Hasil Kamera Ponsel


Hmmm...

Terkagum-kagum melihat hasil kreatifitas agan-agan di kaskus...

coba buka link internet ini...
AYO!!! Share Hasil Foto Kamera Hape Terbaik Kamu.....

Liat donk aturan mainnya...
AYO!!! Share Hasil Foto Kamera Hape Terbaik Kamu.....

Peraturannya adalah :

- Harus Share Photo hasil Capturan Hape (Punya ndiri atau Pinjem gapapa)
- No Editing, No SotoShop and Sejenisnya
- Hanya mengandalkan Camera hape dan Trik serta Skill Photo Graphic
- Sebutkan Merk, Type Hape, and Modus serta Setting Camera dengan jelas.
- No Pajang Foto Hasil Capturan Orang lain
- btw.. bagusan kalau smua poto yang di upload di sini tuh max size 800x600
atau max untuk monitor 15 inch. biar ga kegeddean jadinya jellek de
- Peraturan Lainnya Menyusul


Kagum... sangat kagum...

Bagus banget hasilnya, nggak kalah sama hasil foto dari kamera-kamera canggih macam Digital SLR (Single Lens Reflektor) yang sekarang lagi ngetrend...

ini dia beberapa foto diantaranya

Water Bubbles, reezq21
Nokia N8

Butterfly_2, reezq21
Nokia N8


Butterfly_3, reezq21
Nokia N8

By adnevon at 2011-07-28
dennysh nih pake hp jadul Sonny Erricson (soner) W810

nokia n97mini
5mp carlzeiss tessar
2.8/5.4
resize to 1024x768 by ms office

Semua diambil pake K810i
Mode Full Manual



Hmmm... Ini baru beberapa saja, masih banyak foto-foto lain yang bagus-bagus di thread tersebut.
Silahkan lihat sendiri deh hasil foto-foto teman-teman kita di kaskus...

Sumpah, kagum saya...

Yang penting bukan kameranya.
Tapi Kemampuan seseorang untuk mengabadikan sesuatu di kameranya.

Jangan minder kalau anda nggak pakai kamera digital SLR yang canggih,
Sebagus apapun alat, tidak akan ada artinya kalau tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

seperti prinsip hidup saya,

"POWER and TECHNOLOGY is NOTHING WITHOUT CONTROL"

Jumat, 17 Juni 2011

Bikin QR Code

Apa sih QR Code?
ini adalah kepanjangan dari Quick Response Code

Kenapa disebut Quick Response Code? karena dengan men-scan gambar dua dimensi (2D) ini, kita sudah bisa membaca apa tulisan yang ada di dalam gambar ini.

Barcode sudah mulai ditinggalkan...

Sekarang trend-nya penggunaan QR Code...
Terimakasih buat pihak Toyota dan Denso Wave yang telah menciptakan dan memegang patent atas QR Code...


QR Code lebih oke dari Bar Code karena QR Code bisa memuat 7089 karakter dibanding Bar Code yang hanya bisa 20 digit karakter...
Selain itu, QR Code bisa dibaca dalam berbagai macam posisi, tidak harus tegak lurus saat dibaca.
Kok bisa?
Karena di QR Code ada tiga kotak di tiga sudut, makanya scanner bisa membaca mana acuan-nya...


Kedepannya QR Code akan menggantikan barcode, tinggal tunggu waktu saja...

Kita bisa membuat tulisan apasaja dan membuat QR Code nya...

Ada beberapa rekan saya yang bertanya,

Itu gambar di profil facebook mu (pringgo) itu gambar apa sih?
Avatar YM dan Skype pringgomail juga pakai gambar itu?

Saya jawab, itu QR Code saya...

bagaimana sih membuatnya?

Gampang kok...

Cari saja di search engine internet dengan kata kunci "QR Code Generator"

Atau buka saja web QR Code generator seperti http://www.mobile-barcodes.com/qr-code-generator/ atau http://qrcode.kaywa.com/  

Nih contoh di mobile-barcode.com

Lalu kita masukkan apa alamat atau tulisan yang ingin kita buat QR code nya (lihat yang diberi tanda panah dan dilingkari)


Kita isi deh, misalnya kita isi www.pringgo.com
Lalu kita klik Submit
Keluar deh QR Code kita...


Kalau sudah keluar QR Code kita, yah tinggal di copy saja gambarnya...
Mudah kan?

Lalu contoh yang di Kaywa Reader,
Buka link nya kaywa reader http://qrcode.kaywa.com/

Langkahnya:
  1. Masukkan alamat atau tulisan yang ingin kita buat QR Code nya di kotak URL (saya beri nomor 1 pada gambar dibawah). 
  2. Tentukan ukuran QR Code yang ingin kita buat (saya beri nomor 2 pada gambar dibawah). 
  3. Lalu tinggal klik tombol generate (saya beri nomor 3 pada gambar dibawah)


Jadi deh...
Tinggal copy gambar QR code nya...


QR Code bisa dibaca melalui ponsel (telepon seluler) yang berkamera...
Tetapi harus download software nya dulu untuk di install (dipasang) di sistem ponsel anda...

Contoh software reader (pembaca) QR Code ada di http://www.mobile-barcodes.com/qr-code-software/ .
Selain disini, masih banyak juga kok software yang lain...

Setelah di install, baru deh kita bisa baca QR Code.
Caranya, buka Software QR Code Reader di ponsel kita, arahkan kamera ke lambang QR Code, lalu software akan memproses sendiri... Jika QR Code yang kita scan itu sebuah link web, maka akan langsung terbuka browser ponsel kita ke link web tersebut...

Setelah jadi QR Code kita, Silahkan publish kemana-mana...
Bisa di stiker, kartu nama, spanduk, dsb....

Bahkan mungkin kalau mau menulis nama di pakaian dalam kita, bisa saja pakai QR Code,
jadi saat menjemur pakaian dalam di luar rumah, Kita tidak malu di pakaian dalam ada namanya kita
Selain tidak malu, bisa terlihat lebih modern khan?

Saat menyortir celana dalam setelah di setrika dan akan dimasukkan ke lemari pakaian masing-masing anggota keluarga, kemungkinan tertukarnya celana dalam si A masuk ke lemari pakaian si B atau sebaliknya bakalan berkurang loh...
Kalau ada pertanyaan "ini celana dalam siapa?", kita bisa jawab "scan aja QR Code nya"...Hehehe...



Sumber gambar dari Facebook geng SEMPAK GT Man community ditambahkan gambar QR Code pringgo


Sekedar saran,
Kalau mau mempublish alamat web dalam bentuk QR Code, sebaiknya link web yang mobile (bukan web utuh).

Kenapa?
Karena mayoritas yang meng-scan nantinya menggunakan ponsel, maka dari itu sebaiknya gambar QR Code kita nge link ke halaman web mobile.
Boleh saja sih kita menggunakan link web aslinya, tapi nanti akan lebih berat saat dibuka di ponsel yang meng-scan QR Code kita...

Loh Pringgo kok masih Pakai QR Code yang web blog aslinya (bukan yang mobile)
Iya, karena saat ini yang versi mobile masih saya sempurnakan.. jadi mungkin beberapa waktu ke depan saya mempublish QR Code saya yang versi mobile...

Sekian dan terimakasih...

Selamat membuat QR Code...