Rabu, 24 Agustus 2011

Charger Ponsel USB

Masih perlukah charger ponsel disertakan dalam paket penjualan pronsel baru?


On 17 February 2009, the GSM Association (GSMA) announced[45] that they had agreed on a standard charger for mobile phones. The standard connector to be adopted by 17 manufacturers including Nokia, Motorola and Samsung is to be the micro-USB connector (several media reports erroneously reported this as the mini-USB). The new chargers will be much more efficient than existing chargers.[45] Having a standard charger for all phones means that manufacturers will no longer have to supply a charger with every new phone. The basis of the GSMA's Universal Charger Solution (UCS) is the technical recommendation from OMTP and the USB-IF battery charging standard.[46][47][48]
Saya tergolong konsumen yang menggunakan barang sampai kegunaannya benar-benar habis,
Misalnya pada ponsel, saya menggunakan ponsel sampai benar-benar dikatakan mati total...

Saya alhamdulillah beberapa kali punya rejeki membeli ponsel baru,
Di paket penjualan selalu disertakan charger ponsel...
Namun saya pikir, charger ponsel yang lama juga masih bagus dan dapat dipakai, sayang jika tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi "sampah" di kamar.

Dengan adanya standar Micro-B USB ini menjadi bentuk konektor standar charger ponsel, maka efeknya kita akan lebih ramah lingkungan... dalam arti tidak perlu "terpaksa" memiliki charger ponsel baru sedangkan yang lama masih bagus dan berfungsi dengan baik.

Dengan tidak menyertakan charger ponsel di paket penjualan ponsel baru, maka otomatis biaya ponsel baru mestinya akan lebih murah.
Efek lainnya, kemasan ponsel baru juga bisa dibuat lebih ringkas (karena tidak ada tempat untuk charger) sehingga biaya bahan (karton/ kertas) untuk membungkus paket penjualan ponsel baru akan lebih sedikit dan tentunya akan lebih murah.

Yang belum punya charger USB gimana?
Yah beli saja charger sebagai optional.

Dampak lainnya juga akan menguntungkan konsumen,
Jika benar Micro-B USB sudah menjadi standar sistem pengisian battery di semua jenis dan merk perangkat ponsel, kita sebagai konsumen tidak perlu bingung membawa charger yang berbeda-beda.
Bahkan kalau misalnya kita ke rumah teman, kita bisa pinjam charger ponsel teman kita meskipun beda merk dan jenis ponsel...

Apa bisa meskipun beda merk dan type ponsel?
bisa donk...
Karena port Micro-B USB itu voltasenya sudah standar, voltase yang dikeluarkan itu 5 Volt...

ini saya dapat dari http://en.wikipedia.org/


Pin Name Cable color Description
1 VBUS Red +5 V
2 D− White Data −
3 D+ Green Data +
4 ID None Permits distinction of A plug from B plug
* A plug: connected to Signal ground
* B plug: not connected
5 GND Black Signal ground


Tuh, pin nomor 1 dan nomor 5 adalah sumber listriknya...
Jadi tidak masalah meskipun berbeda merk dan type ponsel, berbeda merk dan type charger selama standarnya mengacu ke standar internasional Micro-B USB

Mungkin kabel USB juga tidak perlu lagi disertakan dalam paket penjualan ponsel baru.

Sudah siapkah?
Semoga cepat terealisasi...

Dunia akan lebih ramah lingkungan,
karena tidak ada sampah charger ponsel hanya karena konsumen ponsel harus membeli paket ponsel baru yang sudah include charger...