Selasa, 30 Agustus 2011

Selamat Iedul Fitri 1432 H

Agama adalah keyakinan, bukan asal ikut-ikutan...

Agama adalah ilmu, ilmu yang harus dipelajari, diperdalam, dimengerti, diterapkan pada diri kita, dan disampaikan kepada yang belum memahaminya...

Lakukan yang 'kita' yakin mutlak benar (jangan hanya ikut). Jika kita ragu namun tetap kita lakukan, kita kemungkinan akan berdosa...
Sama seperti jika kita ragu terhadap suatu makanan yang halal atau tidak.

Selamat iedul fitri 1432 H baik yang merayakan hari ini (30/8/2011) ataupun besok (31/8/2011)...

Perbedaan itu indah, seperti halnya pria dan wanita, secara fisik mereka berbeda, namun jika mereka disatukan dalam sebuah tali pernikahan maka insyaAllah akan ada cerita cinta yang indah...

Pringgo hanyalah manusia biasa,
maka dengan ini saya memohon maaf atas segala perbuatan, perkataan, sikap, tulisan, dan tutur kata yang kurang berkenan kepada rekan-rekan selama ini..

Mari jadikan hari esok harus lebih baik dan lebih berguna lagi daripada hari kemarin...

Sekali lagi,
Selamat Iedul Fitri 1432 H

Rabu, 24 Agustus 2011

Charger Ponsel USB

Masih perlukah charger ponsel disertakan dalam paket penjualan pronsel baru?


On 17 February 2009, the GSM Association (GSMA) announced[45] that they had agreed on a standard charger for mobile phones. The standard connector to be adopted by 17 manufacturers including Nokia, Motorola and Samsung is to be the micro-USB connector (several media reports erroneously reported this as the mini-USB). The new chargers will be much more efficient than existing chargers.[45] Having a standard charger for all phones means that manufacturers will no longer have to supply a charger with every new phone. The basis of the GSMA's Universal Charger Solution (UCS) is the technical recommendation from OMTP and the USB-IF battery charging standard.[46][47][48]
Saya tergolong konsumen yang menggunakan barang sampai kegunaannya benar-benar habis,
Misalnya pada ponsel, saya menggunakan ponsel sampai benar-benar dikatakan mati total...

Saya alhamdulillah beberapa kali punya rejeki membeli ponsel baru,
Di paket penjualan selalu disertakan charger ponsel...
Namun saya pikir, charger ponsel yang lama juga masih bagus dan dapat dipakai, sayang jika tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi "sampah" di kamar.

Dengan adanya standar Micro-B USB ini menjadi bentuk konektor standar charger ponsel, maka efeknya kita akan lebih ramah lingkungan... dalam arti tidak perlu "terpaksa" memiliki charger ponsel baru sedangkan yang lama masih bagus dan berfungsi dengan baik.

Dengan tidak menyertakan charger ponsel di paket penjualan ponsel baru, maka otomatis biaya ponsel baru mestinya akan lebih murah.
Efek lainnya, kemasan ponsel baru juga bisa dibuat lebih ringkas (karena tidak ada tempat untuk charger) sehingga biaya bahan (karton/ kertas) untuk membungkus paket penjualan ponsel baru akan lebih sedikit dan tentunya akan lebih murah.

Yang belum punya charger USB gimana?
Yah beli saja charger sebagai optional.

Dampak lainnya juga akan menguntungkan konsumen,
Jika benar Micro-B USB sudah menjadi standar sistem pengisian battery di semua jenis dan merk perangkat ponsel, kita sebagai konsumen tidak perlu bingung membawa charger yang berbeda-beda.
Bahkan kalau misalnya kita ke rumah teman, kita bisa pinjam charger ponsel teman kita meskipun beda merk dan jenis ponsel...

Apa bisa meskipun beda merk dan type ponsel?
bisa donk...
Karena port Micro-B USB itu voltasenya sudah standar, voltase yang dikeluarkan itu 5 Volt...

ini saya dapat dari http://en.wikipedia.org/


Pin Name Cable color Description
1 VBUS Red +5 V
2 D− White Data −
3 D+ Green Data +
4 ID None Permits distinction of A plug from B plug
* A plug: connected to Signal ground
* B plug: not connected
5 GND Black Signal ground


Tuh, pin nomor 1 dan nomor 5 adalah sumber listriknya...
Jadi tidak masalah meskipun berbeda merk dan type ponsel, berbeda merk dan type charger selama standarnya mengacu ke standar internasional Micro-B USB

Mungkin kabel USB juga tidak perlu lagi disertakan dalam paket penjualan ponsel baru.

Sudah siapkah?
Semoga cepat terealisasi...

Dunia akan lebih ramah lingkungan,
karena tidak ada sampah charger ponsel hanya karena konsumen ponsel harus membeli paket ponsel baru yang sudah include charger...

Selasa, 23 Agustus 2011

DLNA (setelah Full HD dan HDMI)

Hmmm...

Pasti masih banyak yang bingung, apa sih DLNA?


DLNA adalah kepanjangan dari... Digital Living Network Alliance...
Yaitu suatu standar teknologi yang memudahkan para konsumen untuk berbagi atau menampilkan file digital seperti foto, video, dan musik antar perangkat elektronik dari berbagai merk (yang pabriknya tergabung dalam konsorsium DLNA).

Begini, misalnya saat kumpul keluarga besar kita ingin menampilkan video kepada semua anggota keluarga melalui TV agar semuanya bisa melihat bersamaan...

Kita tidak perlu kabel, cukup mengkoneksikan ponsel ke TV sudah tampil deh tuh foto...
*tapi kedua perangkat baik ponsel atau TV harus mendukung DLNA.

Begitu pula jika kita ingin denger musik di home theatre atau apa... bisa deh... asal perangkatnya mendukung DLNA.


Lebih lengkapnya silahkan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Living_Network_Alliance
atau http://www.dlna.org/about_us/faqs/

Hmmm...
Bagi yang masih cari-cari TV canggih semacam LED TV...

Silahkan nonton video berikut ini....




Pertimbangkan kedepannya apakah anda benar hanya butuh tampilan Full HD, kompabilitas HDMI, dan atau mungkinkah teknologi DLNA kedepannya juga masuk pertimbangan anda?

Mungkin nantinya di TV yang dijual akan ada stiker dengan tulisan....
Full HD
HDMI
DLNA capable/ certified ?

Seperti kita tahu,
Begitu ada teknologi baru dan menarik, harga dari produk elektronik yang masih memakai teknologi sebelumnya akan turun dalam angka nominal uang yang cukup lumanyan...

"Smart buying"...
Beli sesuai kebutuhan, jangan ikut-ikutan...

Jumat, 19 Agustus 2011

Front Derailleur

Kemarin sahabat saya membeli  Front Derailleur (FD) model baru buat sepeda commuternya,
namun pas saya akan bantu pasang, wah... ukurannya kok gak pas-pas amat yah...
Kurang dikit lah...

Dipasang sih bisa (berfungsi juga kok), namun kurang ideal aja... Terutama dari tampilan...

Saat akan menyetingnya pun akhirnya butuh sedikit trik...

Jika kita akan membeli Front Derailleur (FD), pastikan kita akan menggunakan Chainlwheel/ Crank yang berapa besar...

Kita ambil contoh mau pakai Chainwheel 48T (kombinasi gigi 48/38/24)

Kita Harus membeli FD yang 48T juga...
Misalnya:
Front Derailleur C051 48T Dual Pull.
28,6-34,9; 31,8-34,9


Kalau kita mau pakai Chainwheel 42 T (kombinasi gigi 42/34/24)

Kita harus pakai FD yang cocok,
misalnya:
Front Derailleur C050 42T Dual Pull
28,6 - 34.9; 31,8 - 34,9

Kenapa harus begitu?

Karena lengkungan si lengan FD itu menyesuaikan dengan lingkaran terluar si Chainwheel.

Kalau pakai Chainwheel ukuran 48T namun pakai FD 42T, wah susah setingnya...
Begitupun sebaliknya, kalau pakai Chainwheel ukuran 42T namun pakai FD 48T, yah si FD kegedean...



Chainwheel besar biasanya dipakai di sepeda yang mayoritas dipakai di jalan raya (dalam kota), sedangkan Chainwheel kecil banyak dipakai dipakai di sepeda gunung (Montain Bike/ MTB).

Kalau misalnya mau asal pasang sih bisa saja, namun hasilnya kurang oke...
Karena jarak lengan FD dengan ujung gerigi terluar dari Chainwheel biasanya tidak boleh terlalu jauh, rata-rata harus berjarak hanya 2 mm. Jarak 2 mm itu idealnya merata (seperti gambar yang OK di atas)

Jadi, jangan asal beli yah,
Sesuaikan dengan spesifikasi yang akan kita pasang...

Ini sih dari pengalaman pribadi, sekedar sharing, maaf kalau ada penjelasan yang salah... Mohon koreksinya...

Note:
Gambar FD dan Chainwheel diambil dari http://id.polygoncycle.com/