Senin, 24 Oktober 2011

Meninggal Dunia

Bagaimana kita meninggal dunia nanti?
Apakah kita akan dirindukan oleh orang-orang yang kita tinggalkan?
dan masih banyak pertanyaan serupa....

Tiba-tiba tadi malam banyak sekali pertanyaan pada diri saya tentang "bagaimana tanggapan orang-orang disekitar saya jika suatu saat saya meninggal dunia?"

Belum lama ini kita mendengar berita duka meninggalnya Steve Jobs meninggalkan kita karena kanker pankreas...

Lalu disusul oleh meninggalnya Muamar Kadhafi yang dibunuh oleh "mantan" rakyatnya sendiri...


lalu disusul lagi oleh Marco Simoncelli yang kemarin meninggal dunia setelah kecelakaan di sepang saat berlangsungnya balapan...


Semua berita meninggal dunia tersebut menjadi berita besar dan disiarkan ke banyak negara di dunia...
Tapi coba pilih diantara tiga almarhum diatas yang doa baiknya paling banyak?

Saya rasa Steve Jobs dan Marco Simoncelli lah yang banyak didoakan yang baik-baik oleh banyak orang...

Tanpa bermaksud merendahkan Muamar Khadafi,
Kita patut belajar jadi Muamar Khadafi, atribut penggoda dunia yang terdiri dari Harta (materi), Tahta (kekuasaan), dan Wanita jangan sampai membuat kita lupa akan tujuan hidup di dunia kita...

Kita memang harus berusaha supaya kehidupan kita menjadi lebih baik,
Namun jangan lupa, kita juga harus membantu sesama dan bermanfaat bagi banyak orang...

Saya tidak tahu jelas bagaimana sepak terjang Muamar Khadafi,

namun dari sudut pandang saya, beliau "terlupa" ketika sudah memiliki tahta kekuasaan.
Banyak yang bilang beliau menjadi diktator... Yah benar, 41 tahun menjadi penguasa dan ingin berkuasa terus... Bahkan ada berita yang menyebutkan bahwa ia berusaha menggulingkan lawan-lawan politiknya yang tidak sejalan dengan dia...

Hmmm...

Sudah lah...

Manusia diciptakan dapat meneruskan keturunan (beregenerasi) supaya dapat terus melangsungkan spesiesnya dan membuat dunia menjadi lebih baik...

Yang tua digantikan yang muda...

Sama seperti komponen mekanis kendaraan,
Jika sudah aus dan tidak bisa bekerja dengan baik, dia harus diganti supaya kondisi kendaraan selalu prima...

Misalnya ban,
Kalau ban sudah botak (gundul), apa harus tetap kita pertahankan?
Padahal banyak ban yang masih bagus di toko ban yang siap dan bisa menggantikan banyang sudah tidak layak pakai tersebut...

Harta, Tahta, Wanita rasanya tidak akan dibawa mati menghadap Tuhan...

Coba saja Harta tersebut di kuburan seseorang yang mengaku semuanya akan dibawa bersama nyawa kita ke hadapan tuhan...
Setelah beberapa tahun, bongkar deh kuburannya, pasti hartanya masih ada... (itupun kalau belum keduluan diambil orang lain)

Coba kubur Tahta bersama seseorang yang telah meninggal,
satu pertanyaan "memangnya bisa mengubur tahta?", yang ada juga tahta tersebut sudah bergeser ke orang (penerus) berikutnya...
Misalnya John F Kennedy yang ditembak mati saat masih menjabat presiden Amerika Serikat,
Jabatan tersebut tidak dibawa mati kan?
Yang ada juga jabatan tersebut dialihkan ke orang berikutnya yang pantas menjadi Presiden USA...

Coba kubur Wanita yang dicintai oleh seseorang yang meninggal dunia,
Kalau wanita tersebut masih hidup, paling jawaban wanita tersebut "ogah ah..."
Ya iya lah, mana mau dikubur hidup-hidup...

Tuh kan,
Semuanya menjelaskan bagi saya pribadi bahwa Harta, Tahta, dan Wanita tidak akan dibawa sampai mati...

Kita tidak usah rakus dan serakah di dunia ini...
Kita boleh bekerja keras supaya kehidupan kita menjadi lebih baik (kepentingan pribadi)...
Namun jangan melupakan tugas kita agar berguna dan bermanfaat bagi orang lain...

Di agama saya dijelaskan amalan yang tidak pernah putus jika kita meninggal nanti, yaitu :
  1. Amal/ sedekah Jariyah.
  2. Ilmu yang bermanfaat.   
  3. Anak yang Shaleh yang terus mendoakan kita. 
Sebagai contoh...

Steve Jobs telah membangun Apple yang menjadi sumber nafkah bagi banyak orang (karyawan Apple),

Thomas Alva Edison telah membuat lampu listrik pertama kali yang sekarang terus dikembangkan menjadi lampu-lampu modern yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang...

Menyangkut cerita tentang ban kendaraan yang botak di atas 
Bukan berarti yang tua harus dibuang, tapi sebaiknya yang tua menciptaan generasi muda yang kelak bisa menggantikannya dan merawatnya kelak jika yang tua ini sudah tidak mampu "berdiri tegak".


Jika kita sudah tua, jangan sampai anak kita malas merawat kita dan malah menyerahkan kita ke panti jompo.
Jika kita sudah meninggal dunia, jangan sampai anak kita jarang-jarang mendoakan atau bahkan tidak pernah mendoakan kita...


So, masih mengejar duniawi?

Bangun... Sadarlah...

Terakhir nih...
Seperti pertanyaan sebelumnya dan sebagai renungan hidup kita,

"Seperti apakah perasaan orang-orang yang mengenal/ mengetahui kita jika suatu saat kita meninggalkan dunia ini nanti?"