Jumat, 21 Oktober 2011

Ganti Minyak Rem


diterjemahkan dari:
 

Mengapa harus mengganti minyak rem (brake fluid)?

Minyak rem adalah komponen yang penting namun kebanyakan orang tidak tahu mengapa harus diganti. Apakah anda tahu rata-rata pengendara motor yang mengendarai 10.000 hingga 15.000 mil setahun rata-rata mengerem sebanyak 75.000 kali dalam setahun? Apakah Anda tahu bahwa dalam survey terakhir yang dilakukan Car Care Council mengatakan hampir separuh dari semua pengendara mengatakan kegagalan rem (rem blong) merupakan ketakutan nomor satu di antara berbagai kondisi mengemudi dalam keadaan darurat?

Jadi pertimbangkan ini: Setelah tiga tahun pemakaian, titik didih rata-rata minyak rem telah turun ke tingkat yang berpotensi berbahaya karena kontaminasi kelembaban dan mungkin tidak memenuhi persyaratan minimum untuk spesifikasi minyak rem.

Mungkin setengah dari semua mobil dan truk ringan yang 10 tahun atau lebih tua di AS tidak pernah mengganti minyak rem. Namun di banyak negara Eropa, pemeriksaan rutin minyak rem diwajibkan, dan setengah dari semua mobil secara rutin mengecek ternyata gagal dalam tes tersebut. Ini contoh sederhana pentingnya mengganti minyak rem.

MENGGANTI MINYAK REM

Minyak rem adalah salah satu cairan yang paling dianggap remeh oleh pengguna kendaraan saat ini, padahal sangat penting untuk keamanan dalam mengendarai kendaraan. Akibatnya, teknisi/mekanik profesional harus memeriksa minyak rem dan merekomendasikan kepada pemilik kendaraan bahwa minyak rem harus diganti (dikuras) jika sudah terlihat tidak baik. Masalah utamanya adalah minyak rem yang sudah lama mungkin tidak layak dipakai lagi jika terkontaminasi kelembaban di atas tingkat tertentu.

PENCEGAHAN DAN PEMELIHARAAN MINYAK REM

Banyak ahli sejak lama merekomendasikan mengganti minyak rem setiap setahun atau dua tahun sekali untuk pemeliharaan sistem rem hidrolik kendaraan. Mereka mengatakan itu berdasarkan pada kenyataan karena minyak rem berbasis glycol mulai menyerap kelembaban (uap air) dari udara saat pertama kali minyak rem dimasukkan ke dalam reservoir minyak rem kendaraan. Minyak rem juga dapat menarik uap air melalui pori-pori mikroskopis di selang rem, sil yang sudah tua dan tidak rapat sehingga berpotensi menyerap kelembaban  udara. Permasalahan akan lebih buruk bila kita berada di iklim basah yang memiliki kelembaban tinggi.

Setelah setahun pemakaian, minyak rem di kendaraan rata-rata terdapat kandungan air lebih banyak  dua persen dari sebelumnya. Setelah 18 bulan, tingkat kontaminasi air dapat mencapai tiga persen. Dan setelah beberapa tahun penggunaan, rata-rata kandungan air di minyak rem ternyata mencapai 7 sampai 8 persen.


Survei dari NHTSA menemukan bahwa  20% dari 1.720 kendaraan yang diambil sampel minyak rem-nya mengandung air sebanyak 5% atau lebih!

Efek dari meningkatnya kelembaban udara menyebabkan penurunan tajam dalam titik didih minyak rem. Minyak rem DOT 3 yang masih dalam keadaan baru harus memiliki dry boiling point/ titik didih kering (tidak ada kelembaban) minimal 401°F (205°C), dan titik didih basah (kelembaban-jenuh) tidak kurang dari 284°F (140°C). Pada umumnya minyak rem DOT 3 (yang masih baru) di pasaran memiliki dry boiling point yang berkisar dari 460°F (237°C) sampa lebih dari 500°F (260°C).

Jika terdapat satu persen kandungan air di minyak rem,maka dapat menurunkan titik didih minyak rem DOT 3 menjadi 369°F (187°C). Dua persen kandungan air dapat membuat titik didih minyak rem turun menjadi sekitar 320°F (160°C), dan tiga persen kandungan air dapat menurunkan titik didih menjadi 293°F (145°C), hal ini berbahaya karena titik didih minyak rem menjadi semakin dekat dengan persyaratan minimum DOT (Departement Of Transportation/ regulator transportasi di amerika) dan OEM (Original Equipment Market/ standar pabrik kendaraan).

Minyak rem DOT 4 memiliki persyaratan yang lebih tinggi yaitu dry boiling point 446°F (230°C) dan wet boiling point 311°F (155°C), jenis DOT 4 menyerap kelembaban lebih lambat tapi jika menyerap kelembaban akan lebih turun drastis boiling point nya. Sebagai contoh, jika terdapat kandungan air 3% akan menurunkan titik didih minyak rem DOT 4 sebanyak 50%!

Mengingat teknologi rem roda depan saat ini menggunakan bahan rem  semi-metallic linings maka rem akan secara signifikan menjadi sangat panas dibanding roda belakang, suhu rem yang tinggi (sangat panas) memerlukan minyak rem yang tahan panas juga. Tapi seperti dibahas sebelumnya, minyak rem di banyak kendaraan tidak sanggup karena usia minyak rem sudah tua dan penuh kandungan air.

Kandungan air di minyak rem meningkatkan resiko kegagalan fungsi rem karena jika minyak rem terlalu panas akan membentuk gelembung udara yang dihasilkan oleh uap air. Gelembung udara tersebut membuat minyak rem tidak padat di saluran rem, jadi saat pedal rem ditekan bisa jadi pedal tersebut sudah menyentuh dasar lantai kendaraan tetapi kendaraan tidak berhenti (rem blong)!

Selain masalah keamanan, kandungan air di minyak rem dapat memnyebabkan karat dan keausan di piston dan rongga piston kaliper rem, piston dan rongga piston master rem, jalur rem yang terbuat dari logam, dan bahkan dapat menyebabkan karat dan keausan pada motor ABS (Anti-lock Brake System).

PENGARUH MINYAK REM TERHADAP KEGAGALAN FUNGSI REM


Kita sering mendengar tentang berita kecelakaan lalulintas yang disebabkan karena rem blong. Ketika rem kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut diperiksa, tidak ada kesalahan mekanis yang ditemukan. Tinggi minyak rem normal, kampas rem masih tebal, ketika pedal rem diinjak terasa masih berfungsi dengan  normal. Namun kenapa kendaraan tidak bisa berhenti? Karena ada sesuatu yang membuat sistem rem menjadi panas, dan akhirnya menyebabkan minyak rem mendidih (akibat boiling point yang terlalu rendah). Penyebab lainnya yaitu karena rem tangan (rem parkir) tidak sengaja tertarik terus sehingga rem menjadi panas, tapi itu salah satu faktor lainnya.

Kejadian rem blong karena minyak rem mendidih seperti diatas dapat disebabkan juga pada kejadian mengemudi yang menyebabkan tekanan berlebih pada rem, misalnya: Mengerem mendadak karena ada sesuatu, mengemudi turun di pegunungan, kendaraan menarik gandengan, mengemudi dengan kasar, dll.

Ada sebuah cerita : Seorang anak menjadi korban tewas dalam sebuah kecelakaan di pegunungan negara bagian Washington ketika minivan yang dikemudikan orang tuanya masuk jurang karena rem blong, padahal minivan tersebut baru berusia lima tahun dengan jarak tempuh sekitar  79.000 mil (sekitar 130.000 Km). Minyak  rem yang mendidih diduga sebagai penyebab kecelakaan tersebut.

MINYAK REM REKOMENDASI PABRIK KENDARAAN

Apa yang dikatakan pabrik mobil tentang penggantian minyak rem? General Motors dan Chrysler tidak menyebutkan minyak rem dalam dijadwal rutin pemeliharaan kendaraan. Salah satu sumber di  General Motors mengatakan bahwa minyak rem Delco Agung 11 DOT 3 mengandung lebih banyak aditif daripada minyak rem pada umumnya, sehingga bisa dibilang minyak rem ini adalah minyak rem seumur hidup. Mulai tahun 1993, GM mulai menggunakan selang rem jenis baru berbahan karet dengan lapisan EPM yang mengurangi penyerapan kelembaban sebesar 50%. Jadi GM tidak menganggap kontaminasi kelembaban pada minyak rem menjadi masalah yang signifikan.

Untuk sementara waktu, Ford meganjurkan penggantian minyak rem setiap 36.000 mil (sekitar 60.000 Km) atau tiga tahun sekali, dan juga menyarankan  untuk mengganti minyak rem setiap kali kampas rem diganti. Saat ini Ford tidak menentukan waktu tertentu atau rekomendasi jarak tempuh untuk mengganti minyak rem.

Sedangkan Chrysler hanya merekomendasikan pada type Sprinter van untuk mengganti minyak rem setiap 24 bulan.

Sejumlah pabrik mobil lainnya merekomendasikan penggantian minyak rem sebagai jadwal pemeliharaan preventif pada waktu tertentu / jarak tempuh interval berikut :
Acura : 36 bulan
Audi : 24 bulan
BMW : 24 bulan, atau ketika ditunjukkan oleh Service Inspection Indikator
Honda : 36 bulan
Jaguar : 24 bulan semua model kecuali 2009 XF (36 bulan)
Land Rover : 36 bulan
Lexus : 36 bulan atau 30.000 mil, yang pernah datang dulu
Mercedes-Benz : 24 bulan
MINI : 24 bulan
Saab : 48 bulan (semua model kecuali 9-7X)
Smart : bulan 24 atau 20.000 mil, mana yang lebih dahulu
Subaru : 30 bulan atau 30.000 mil (penggunaan normal) atau 15 bulan/15, 000 mil (penggunaan berat)
Suzuki : 24 bulan atau 30.000 mil, mana yang lebih dulu (Forenza & Reno), 60 bulan atau 60.000 mil (Grand Vitara dan SX4)
Volkswagen : 24 bulan (New Beetle, Kota Emas, Kota Jetta), 36 bulan (semua model lain kecuali Routan)
Volvo : 24 bulan atau 37.000 mil (Normal), atau 12 bulan (penggunaan berat)
**Diambil dari data jadwal penggantian fluida kendaraan di buku pedoman pemilik kendaraan

Jika pemilik kendaraan mengikuti jadwal tersebut untuk mengganti minyak rem pada kedaraan mereka secara berkala, mereka sangat bisa mengurangi risiko rem blong yang disebabkan oleh kontaminasi kelembaban terhadap minyak rem. Anda dapat memperpanjang usia komponen rem kendaraan anda dan anda juga dapat menghemat banyak uang (dalam jangka panjang) hanya untuk sebuah penggantian komponen rem, terlebih lagi jika rem kendaraan Anda dilengkapi dengan sistem ABS (karena motor ABS harganya sangat mahal !).

MENGUJI MINYAK REM

Anda tidak bisa mengatakan minyak rem sudah tidak baik lagi hanya dengan melihatnya saja (kecuali minyak rem memang terlihat penuh karat atau berlumpur coklat), minyak rem harus diuji kecuali anda memang ingin mengganti minyak rem sebagai tindakan pemeliharaan berkala atau karena memang ada perbaikan komponen rem yang harus membuang minyak rem .

Ada tiga cara untuk memeriksa kondisi minyak rem masih baik atau tidak, yaitu :

Cara yang pertama menggunakan sebuah refraktometer optik yang akan jelas menunjukkan jumlah kandungan uap air dalam minyak rem. Beri setetes minyak rem padaalat ini, maka tester menggunakan cahaya untuk membaca tingkat kandungan air. Tester ini sangat akurat dan menunjukkan persentase kandungan air dan titik didih minyak cairan yang diuji. Beberapa produsen alat ini adalah Misco dan Reichert.

Cara yang kedua menggunakan Chemical Test Strip. Sebuah Chemical Test Strip yang dibuat oleh Phoenix System (888-749-7977) www.stripdip.com diberi nama "Strip Dip" dapat menunjukkan kondisi corrosion inhibitors (komponen pencegah karat) dalam minyak rem. Bahan kimia FASCAR bereaksi terhadap kandungan tembaga dalam minyak rem. Test Strip akan berubah warnanya sesuai kondisi cairan yang dijuji. Ketika kadar kandungan tembaga dalam cairan mencapai angka 100, ini berarti kandungan corrosion inhibitors di cairan sudah tinggal sedikit. Jika kadar kandungan tembaga mencapai angka 200 atau lebih tinggi, berarti corrosion inhibitors sudah tidak ada dan minyak rem harus diganti.

 
Cara yang ketiga bisa menggunakan Electronic Brake Fluid Testers yang dapat mengukur titik didih minyak rem. Tes dengan alat ini hanya membutuhkan waktu sekitar satu menit dan hasilnya cukup akurat. Jika hasil pembacaan titik didih minyak rem di alat ini ternyata turun drastis, maka dianjurkan segera mengganti minyak rem untuk mencegah terjadinya kemungkinan rem blong. Produsen alat seperti ini diantaranya Alba Diagnostics, MISCO, dan OTC.

MENGGANTI MINYAK REM

Ketika minyak rem diganti, gunakan jenis cairan rem (DOT 3 atau DOT 4) sesuai petunjuk pabrik pembuat kendaraan tersebut. Tutup reservoir minyak rem biasanya tertulis spesifikasi/ jenis minyak rem yang dapat digunakan. Anda juga dapat menemukan informasi ini jenis minyak rem yang dapat di pakai di kendaraan anda pada buku pedoman pemilik kendaraan (lihat pada bagian rem).

Meskipun fungsinya sama,  tetapi minyak rem BUKAN-lah produk generik yang mempunyai standar yang sama persis meskipun berbeda merk atau produsennya.Jika hanya karena label botolnya dituliskan bahwa minyak rem ini telah memenuhi standar minimal DOT 3 atau DOT 4, tidak berarti minyak rem merk yang satu mempunyai tingkat kualitas yang sama dalam hal kandungan anti karat dan kemampuan menyerap uap air dengan merek minyak rem yang lainnya.

Contohnya Raybestos, mereka mengiklankan " Super Stop Super High Performance " minyak rem DOT 3 dengan dry boiling point 550°F (280°C), yang memenuhi standar terbaru dari Ford.
*Padahal seperti dijelaskan sebelumnya, standar dry boiling point DOT 3 adalah minimal 401°F (205°C) dan standar dry boiling point DOT 4 adalah 446°F (230°C). Jadi minyak rem Raybestos sudah melebihi standar dry boiling point DOT 4.

Ada juga minyak rem DOT 5.1 yang berbasis glycol dan tahan suhu lebih tinggi (tidak perlu bingung dengan standar DOT 5 yang sudah berbahan dasar silikon). Tingkat dry boiling point pada standar DOT 5.1 adalah 518°F (270°C) atau lebih tinggi, dan angka wet boiling pointnya adalah 375°F (190°C) atau lebih tinggi. Beberapa minyak rem Racing mempunyai spesifikasi yang melebihi standar titik didih pada umumnya, tetapi wet boiling point minyak rem Racing hanya serupa dengan standar wet boiling point minyak rem DOT 3 yang hanya 284°F (140°C).

Jadi jika besok anda memeriksa atau men-servis rem kendaraan anda, pastikan tinggi minyak rem di reservoir berada di atas batas minimum dan jangan melebihi batas maksimum. Jika anda akan  menambah atau mengganti minyak rem, gunakan jenis minyak rem yang ditentukan oleh pabrik kendaraan (bisa tipe DOT 3 atau DOT 4) dan gunakanlah minyak rem yang berkualitas baik/tinggi. Dari semuanya itu, ingatlah efek dari penggantian minyak rem terhadap biaya perawatan kendaraan dan keselamatan anda.

Sumber artikel dan gambar:
  
Tambahan dari pringgo:

Dari penjelasan diatas, 
  • masihkah kita menyepelekan si minyak rem?
  • Masihkah kita menganggap kualitas minyak rem sama saja? 
  • Apakah penggantian komponen dan biaya rumah sakit (bahkan nyawa yang hilang) akibat rem blong masih dipandang sebelah mata sampai kita benar-benar merasakannya?