Senin, 25 Juli 2011

Test Honda CBR 150R


Hari Sabtu tanggal 23 Juli 2011 kemarin saya dan beberapa blogger lainnya mendapat undangan dari AHM untuk menjajal varian terbaru sepeda motor Honda yaitu CBR 150R versi 2011 di sirkuit Sentul International Karting (sentul Kecil).

*seperti biasa, klik pada gambar jika ingin melihat ukuran yang lebih besar (sebenarnya)


Datang pagi-pagi...
Masih sepi...
Tampak 4 buah CBR150R, 2 buah warna hitam, 1 buah warna merah, dan 1 buah warna Merah Putih Biru sedang dipersiapkan oleh AHM (dicek segala setelannya, di-lap supaya bersih, dan diisi bahan bakar)...
*yang merah putih biru itu di STNK nanti warnanya apa yah?


Kesan pertama begitu menatap CBR 150R ini,
Kok lebih manis dan lebih pas daripada CBR 250R (kakak-nya) yah...

Lampu depan lebih aduhay, berkat tambahan aksen seperti poni rambut di atasnya


Buntutnya sih mirip banget yah sama kakaknya...


Cuma knalpot-nya saja yang cungkring...
Seperti knalpot putus...


*mungkin edisi facelift-nya keluar minor change di knalpot.
Sumpah, menurut saya knalpot CBR150R ini ancur banget modelnya. Cakepan knalpotnya Yamaha Byson.

Secara keseluruhan, model CBR150R ini lebih kompak,


Body depan dan belakangnya lebih menyatu...
Kalau kakanya (CBR250R) saya bilang dari tengah ke depan seperti telur, sedangkan dari tengah ke belakang seperti ekor...
Malah cenderung CBR250R seperti bentuk (maaf) sperma..

Makanya waktu saya melihat CBR 250R tanpa fairing, kok lebih demen (suka)...
Sedangkan CBR150R lebih suka dengan tampang apa adanya bawaan pabrik (lengkap fairing).

Coba kita lihat fitur-fiturnya...

Panel spedometer Honda CBR150R mirip sama kakaknya, hanya tidak ada nuansa silvernya dan kesannya di bawah spedometer banyak ruang kosong untuk pergerakan setang.
Yang saya salut, di CBR150R ini ada secure key shutter, ini deh oke dan sangat membantu untuk menghambat kerja maling yang berniat mencuri.
(*kakak-nya/ CBR250R malah nggak ada secure key shutter, payah...)


Di panel setang kanan, tidak ada saklar lampu. Lampu sepeda motor otomatis menyala ketika kunci kontak dihidupkan...
Sip deh... Lampu langsung nyala (Automatic Headlamp On/ AHO) sangat safety deh...


Namun ada yang kurang bagi saya,
di panel kanan tidak ada saklar Engine ON/OFF. Padahal lumayan membantu untuk mematikan mesin daripada tangan saya harus ke tengah setang untuk mematikan kunci kontak.

Sebenernya bisa sih matiin mesin tanpa kunci kontak,
yaitu dengan cara masukin aja gigi 1 atau lainnya (yang penting bukan neutral), lalu lepas kopling, mati deh tuh mesin...
Tapi nggak cool ahhh cara matiin mesin seperti itu, malah dikira blom bisa pake kopling manual...

Lanjut ke panel setang kiri,
Semuanya sih oke... Namun penggunaan panel setang ini berasa seperti menggunakan Honda Supra versi pertama...
Apalagi grip setangnya juga model honda supra... Xixixixi...

Coba pake panel saklar model honda MegaPro, Tiger, atau CBR 250R... Pasti lebih manis...


Sempat terfikir kenapa tidak ada tombol passing light?
Tapi memang tidak perlu sih...
Karena motor ini sudah mengadopsi AHO, yah tinggal mainkan saklar lampu jauh dan dekatnya saja kalau mau nge-dim kendaraan dari lawan arah...
Bener nggak? Pasti bener donk...

Hmmm....
Baru sadar nih...


Rangka CBR150R lebih sporty yah daripada CBR250R?
Si adik pakai deltabox...
Si kakak pakenya rangka dari pipa bulat biasa...

Dengan deltabox ini, si adik jadi berkesan lebih “sporty dan modern” dibanding si kakak...
Betul nggak?
Kalau saya sih merasa betul...

Coba kita cari klakson-nya
Hadoh sama seperti kakak-nya, cuma ada satu klakson doank...
*nggak stereo nggak asik.


Ini Foto lainnya di daerah bawah...






 
Sisanya sih tidak banyak beda dengan CBR150R yang versi sebelumnya...

Lanjut kita lihat ke jok...

Untuk membuka jok, kita harus membuka kunci yang berada di dekat footstep kiri penumpang...


Hmmm...
Mirip sama kakaknya...


Coba kita lihat toolkitnya,
Toolkit terbilang lebih komplit daripada kakaknya yah...


Kunci roda, kunci busi, kunci pas, obeng, dsb ada...

Ada satu lagi, tambang pengikat helm.
Jika sobat nanti membeli sepeda motor ini, pastikan toolkit dan terutama tambang pengikat helm ini ada yah...

Nih dia yang juga lupa saya ceritakan di CBR 250R,

Cara mengunci helmnya sama seperti kakaknya...
Di bagasi disediakan semacam tambang untuk mengikat helm saat sepeda motor diparkir.

Dengan dibantu Pak Nyoman Kesawa dari AHM, kita coba demonstrasikan cara-nya...

Pertama-tama masukkan tambang pengikat helmnya...




Setelah kedua ujung tambang disatukan seperti gambar diatas...

Silahkan cantolkan tambang seperti pada gambar berikut ini

Kalau helm mau ditaruh di jok depan (misalnya supaya kalau hujan si helm tidak menampung air), begini caranya...


Kalau helm mau ditaruh di samping, begini...


Sederhana namun oke...
*bisa ditiru nih idenya...

Lanjut ke sesi test ride...
Sebuah Ambulan pun disiagakan kalau-kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diharapkan...

 *tampak para blogger berjalan di depan AMBULANCE

Saya tidak menjajal top speed seperti rekan-reka blogger lainnya,

Saya rasional saja, bagi saya trek paling panjang di sirkuit sentul kecil ini tidak bisa menggambarkan top speed sesungguhnya.
Jadi saya hanya fokus saja menikmati sepeda motor tersebut...

Kami masing-masing blogger diberi kesempatan menjajal sebanyak 5 lap (putaran sirkuit),

Lap pertama, saya mencoba beradaptasi dengan jaket dan sarung tangan yang dipinjamkan honda.

Setelah hampir 1 lap, saya baru merasa ada yang aneh dan nggak nyaman,
ternyata jari kelingking dan jadi manis tangan kiri saya masuk ke lubang sarung tangan yang sama, yaitu di lubang jari kelingking... Xixixixi...

Wadohhh... terpaksa berhenti...
*maklum saya tidak biasa pakai sarung tangan, dan saya harus beradaptasi dengan itu. Ngomong2 kebiasaan saya jangan ditiru yah.

Saya tidak biasa pakai pakaian yang terlampau ketat (salah satunya sarung tangan), saya mudah berkeringat jika terlalu pengap.
Jaket dan celana panjang pun saya tidak suka pakai yang body fit, karena yah itu, saya sensitif sekali dengan udara dan pernafasan kulit.

Balik ke lap awal tadi...
Karena hanya diberi 5 lap, di lap kedua saya lebih fokus beradaptasi dengan honda CBR150R ini, saya mencoba menyatu dengan karakter si adik CBR250R ini...

Lap ketiga barulah saya mencoba si CBR150R ini lebih “intim”...

Saya mencoba menikmati berakselerasi dan bermanuver dengan si CBR150R ini...
Pagi hari ketika press conference, terjadi perdebatan saja tentang kejelasan power dan torsi sepeda motor ini...
Saya jadi pusing...
Mana yang bener sih torsi dan tenaganya? Dan di-angka dan rpm berapa?

Ya sudah, saya coba pakai feeling saya saja.
Saya menganti gigi di rpm sekitar 8.000 – 9.000 rpm, karena saya rasakan disitulah letak torsi maksimumnya (terasa oleh saya di respon mesin)

Di sirkuit sentul kecil ini saya hanya pakai sampai gigi 4 (padahal masih ada gigi 5 dan 6),
Yah gimana, treknya pendek, lagian bagi saya sebuah mesin itu enak saat di torsi maksimum...
Kalau ngebut ngejar top speed baru deh main di rpm tenaga maksimum.
Saya juga nggak ngotot ngegas dan oper gigi seperti rekan-rekan yang lain... Hanya menikmati saja...

Kesan yang saya dapat,
CBR150R ini ringan dan lincah... Nyaman dikendarai.

Lihatlah foto dibawah ini...

Yah ini mungkin tipikal style untuk dipakai pergi ke kantor...
*terlihat modern, gaul, dan sporty kan? Postur pengendara tidak terlalu nunduk juga tuh... Nyaman lah.

Kalau yang ini tipikal style untuk touring atau nyoba ngebut di lintasan balap...

Mungkin malah CBR150R bisa dibilang lebih enak dikendarai di perkotaan dibanding kakaknya (CBR250R)
Postur (posisi) mengemudi sih mirip-mirip seperti postur mengemudi kakaknya yah...

Meskipun hanya sampai gigi 4, di spedometer bisa dapat sampai 80 Km/jam... hehehe...
Tenaganya asik, kalau bisa dibilang malah tenaganya mirip seperti Honda Tiger tapi lebih galak dan responsif... Yah maklum lah, apalagi CBR150R yang baru ini didukung PGM-FI...
Hmmm...

Saya coba ajak nikung-menikung...
Wuihhh... enak sekali...
Saking enaknya, saya penasaran ingin merasakan sensasi menikung lebih cepat lagi.
Ehhh....
Nggak nyangka terdengar logam footstep beradu dengan aspal... Grrooookkkk.... Sreeeeekkkk...

  
sumber foto: Om Didik http://didik.blogsome.com/

sumber foto: Om Didik http://didik.blogsome.com/

Lanjut aja nikung sana nikung sini...

 Footstep Kanan
 (paling dalam gerusannya, karena kebetulan trek searah jarum jam)

 Footstep Kiri

*maaf yah AHM, motor test nya saya pakai ssampai sebegitunya...

Ban bawaan standarnya IRC Road Winner tidak licin, dan sangat nyaman dipakai menikung sampai ujung baut footstep “menggaruk aspal”...
*tidak perlu ganti ban kalau mau nikung-nikung... udah oke kok ban standarnya.

 
Sebenarnya ingin menikmati tikungan-tikungan lebih “intim lagi” namun apa daya, kalau kita coba sedikit lebih cepat di sentul kecil ini, cengkraman ban ke aspal malah lepas karena aspal di sentul ini tidak bagus-bagus amat.

 
Saya coba nikung lebih cepat, motor malah godeg-godeg (tidak stabil) saat melewati aspal yang tidak rata...
Racing line saya juga kacau gara-gara aspal yang tidak rata ini,  ya udah asal nyupir aja deh yang penting CBR150R test nya jangan sampe jatuh...
 (nggak enak sama pihak AHM yang sudah memberikan kepercayaan untuk mengetest sepeda motor ini)

Kelemahan di sirkuit sentul kecil ini adalah trek lurus yang pendek dan setiap tikungannya pasti tambalan aspal...
Jadi mengapa riding style saya tidak maksimal dan tidak bisa halus... Karena ya kondisinya tidak mendukung.

Masukan aja buat Honda,
Tolong tulisan Pakailah Helm ditaruh di nomer 2.
Karena safety kepala lebih utama rasanya dibanding suku cadang...
*kan honda katanya pelopor safety riding, masa helm prioritasnya dibawah sparepart.

 
Mungkin urutannya bisa begini:
  1. BACALAH BUKU PEDOMAN PEMILIK DENGAN SEKSAMA
  2. PAKAILAH HELM
  3. PATUHILAH PERATURAN LALU LINTAS
  4. GUNAKANLAH SUKU CADANG ASLI HONDA
  5. SERVISLAH SECARA TERATUR DI BENGKEL RESMI HONDA
Keseluruhan,

CBR150R ini sangat lincah, ringan, dan nyaman dikendarai.
Tenaga mesin sangat OKE untuk sepeda motor ber CC 150 bahkan tenaganya saya rasa mendekati sepeda motor kelas 200cc yang umum dijual di indonesia.
Ban Sudah cukup oke, da tidak licin dipakai manuver, pokoknya CBR150R ini sudah siap sekali lah... Pemiliknya tinggal pakai jalan saja...

Harganya pun lebih murah daripada CBR150R versi pertama, Yang versi pertama dari importir umum dulu kena Rp 35 Juta-an, yang versi baru dan sekarang dijual AHM adalah Rp 33 juta.

Sayang hanya selisih sekitar 6 Juta dari CBR250R versi non-ABS, mestinya bisa lebih rendah lagi donk dari itu... sebaiknya sih di kisaran Rp 29-30 jutaan...
Karena dari segi mesin dan teknologi kayaknya agak berbeda.
Kesannya CBR150R dijual semahal-mahalnya, sedangkan CBR250R dijual murah.

Kalau saya disuruh milih antara CBR250R dan CBR150R,

Saya nampaknya memilih CBR150R,
Dari segi fitur, model, keamanan (terutama secure key shutter), parts (terutama fast moving) lebih rasional untuk digunakan sehari-hari ketimbang kakaknya...

Kalau mau ngejar performa, baru dah pakai yang CBR250R...