Rabu, 01 Juni 2011

WhatsApp vs. BlackBerry Messenger

Hehehe...
Mayoritas pasti sudah tahu logo dibawah ini...



beberapa waktu yang lalu Nokia bikin iklan tentang WhatsApp

Jadi saya bica chat dengan semua orang dan menggunakan semua jenis handphone...
Di iklan WhatsApp,
Intinya si Carissa Puteri bilang udah boring (membosankan) dengan aplikasi chatting (ngobrol) yang begitu-begitu aja dan sesama pemilik handset (ponsel) merk tertentu saja.
*itu yang saya tangkap dari iklan tersebut.

Eh...
Saya baru tahu kalau BlackBerry bikin iklan juga buat Black Berry Messenger (BBM) - nya...
Modelnya pakai menantu RI-1 saat ini yaitu Annisa Pohan..



Ada beberapa kesan yang kurang matang dibandingkan dengan iklan WhatsApp si Carissa Puteri,
iklan BBM ini cenderung "menelan ludah sendiri"

Simak saja ucapan-ucapan dari bintang iklannya....
Pengorbanannya sih ketika ibu harus bekerja adalah jauh dari keluarga, jauh dari anak...
BBM pertama bisa menghubungkan saya dengan anak saya lebih dekat lagi. Saya bisa melihat dia in real-time, fotonya dia, videonya dia, suaranya dia...
Sehingga ketika kami berjauhan tetap merasa dekat.
Anak saya tetap merasa dekat dengan saya, saya juga merasa dekat dengan anak saya, sehingga saya tidak kehilangan moment...
Komentar saya:
Lah si anak yang masih kecil begitu dikasih blackberry? emang bisa makenya (menggunakannya)?

Kalau si anak nggak bisa atau belum bisa pake, nampaknya ayah dan ibunya kan juga sibuk tuh (model keluarga jaman sekarang yang suami dan istri sama-sama bekerja), lah berarti pelayannya atau babysitternya dikasih blackberry donk? *waw asoy amat....

*seperti kita tahu, blackberry bisa dibilang tidak murah, dan biaya bulanannya pun tidak murah, tidak semua pembantu bisa beli dan membayar biaya bulanan layanan blackberry agar bisa ber BBM.

Dari iklan tersebut, saya simpulkan, blackberry di pakai oleh orang-orang menengah ke atas...
Orang menengah ke atas rata-rata sibuk, suami dan istri mayoritas bekerja...
Anak diasuh oleh orang yang ada di rumah (entah kakek-nenek, pelayan, atau babysitter)...
Jadi kita tetap harus memberikan blackberry untuk orang yang ada di rumah agar kita bisa tetap memantau anak kita.

Wah...
Kalau begini sih masih kalah sama WhatsApp donk yang ditekankan bisa untuk semua orang dan semua handphone.

Lalu kata2 di iklan BBM indonesia "yang bisa menghubungkan saya dengan anak lebih dekat lagi"
Mending pake Video Call kali...
Lebih masuk akal iklannya iPhone 4 yang benar-benar menunjukkan enaknya ber-video call...
*salut buat iPhone (meskipun si iPhone ketinggalan karena yang pake video call mah dari dulu udah banyak sejak gembar-gembor jaringan 3G)

Poin yang kedua tentang BBM dari Annisa Pohan sih oke lah... buat koordinasi kerjaan... Itu emang mantab...

Nah yang bikin menelan ludah sendiri lagi itu di poin perkataan yang ini...
Ajakan saya untuk semuanya adalah untuk selalu berdekatan dengan anak kita, mengasuh anak kita... Karena sebaik-baiknya orang mengasuh yang terbaik adalah asuhan orang tuanya...
Gimana mau ngasuh sendiri?
Di iklan kan jelas-jelas "ketika berjauhan jadi bisa terasa dekat"
Berarti saat berjauhan kan si anak gak diasuh sendiri?

Saya bikin artikel ini sih bukan menjelekkan atau ingin menjatuhkan salah satu pihak atau salah satu merk. Dan saya tidak dibayar oleh salah satu pihak...
Tapi saya coba menyoroti dari sisi konsumen yang kritis...

Kalau bisa, pihak blackberry di indonesia dan pihak production house yang membuat iklan lebih "matang" dalam menentukan konsep iklan...
Agar tidak terbanting dengan perkataan sendiri...

Jujur untuk aplikasi chat,
Saya lebih senang pakai Skype... apalagi dengan VoIP nya itu lho... mantab...
WhatsApp bagus sih, tapi bikin batre boros karena nggak bisa dimatiin...

Bagi saya saat ini Skype adalah gabungan antara WhatsApp dan Black Berry Messenger.
Dia bisa semua orang, dipakai mayoritas ponsel teman saya yang saya sering hubungi (khusus bagi saya lho), tukeran data oke, apalagi didukung VoIP, jadi bisa nelepon ke sesama pengguna Skype di seluruh dunia... baik yang menggunakan Skype di komputer atau Skype di ponsel.

Heh... kok jadi malah ngomongin Skype?
Udah ah... back to work...

*semua terserah pada kita, pakai dan gunakan teknologi sesuai dengan kebutuhan kita...