Kamis, 30 November 2006

Lampu Motor Wajib Dinyalakan di Siang Hari


Mulai Rabu, Lampu Motor Wajib Dinyalakan di Siang Hari
sumber :suara pembarahuan


[JAKARTA] Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mewajibkan
pengendara sepeda motor di wilayah Ibukota dan sekitarnya untuk menyalakan lampu sepeda motor di siang hari. Peraturan baru tersebut mulai diberlakukan Rabu (29/11).

Penggunaan lampu tersebut guna kelancaran selama perjalanan terutama saat melaju berpapasan dengan kendaraan lain atau upaya memperjelas adanya kendaraan lain dari belakang bila dilihat dari kaca spion.

"Penggunaan lampu penerangan bagi pengendara sepeda motor atau kendaraan roda dua tersebut akan terus kami sosialisasikan untuk kepentingan bersama dalam rangka kelancaran sekaligus disiplin berlalu lintas," kata Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Joko Susilo kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/11).

Dia mengemukakan, kampanye disiplin lalu lintas, di antaranya melalui Operasi Zebra terus dilakukan dengan sasaran mengingatkan pemakai jalan agar tetap mematuhi peraturan

Pemakai lampu penerangan hanya berlaku untuk pengendara sepeda motor  dan berlaku di ruas jalan di Jakarta dan sekitarnya. Artinya, pemakaian lampu tersebut sudah bisa dimulai atau diaktifkan sejak kendaraan keluar rumah atau melintas di keramaian lalu lintas.

Kini, sepeda motor di Jakarta mencapai 4.307.218 unit dan bila ditambah dengan mobil mencapai 6.836.567 unit. Sedangkankan ruas jalan di Jakarta 4.315 kilometer. Pertumbuhan sepeda motor per tahun diperkirakan sebesar 3.000 unit.

Sementara Kepala Bidang Humas Polda Metro Komi- saris Besar Polisi Ketut Untung Yoga mengatakan, sosialisasi penggunaan lampu bagi pengendara sepeda motor di Ibukota dan sekitarnya mulai dilakukan aktif Rabu ini, dan imbauan menggunakan syarat penerangan itu berlaku khusus pengendara sepeda motor.

"Jika di lapangan ditemukan ada pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu maka minimal mereka (pemakai motor, Red) akan ditegur oleh petugas setempat. Sampai saat ini jajaran Polda Metro terus sosialisasikan penggunaan lampu tersebut untuk kepentingan ber-sama, " kata Ketut kepada Pembaruan, Rabu (29/11).

Data Mabes Polri menyebutkan, penggunaan lampu khusus untuk sepeda motor pada siang hari telah dilakukan oleh pengendara roda dua di wilayah Jawa Timur.

Mengenai pemberlakuan jalur khusus sepeda motor di Wilayah Ibukota, Ditlantas Polda Metro terus berkoordinasi dengan Pemprov DKI atau instansi terkait menangani masalah tersebut.

Guna keamanan dan kelancaran pengendara sepeda motor saat melintas jalur khusus itu, diusulkan pula tanda pembatas dalam jarak tertentu disamping tetap diawasi oleh polisi lalu lintas. [G-5]

 

Jumat, 24 November 2006

B2W - JAMUAN DI BINA GRAHA - 24 Nopember 2006

Sahabat B2Wers & MTBers,



InsyaAllah besok setelah kita menemani om Andi Malarangeng ber B2W dari
rumahnya sampai ke Bina Graha, kira2 jam 8 lewat rombongan B2W akan dijamu
makan pagi di Bina Graha oleh om Andi Malarangeng.
Jadi kami mohon kesediaan sahabat semua untuk bisa ikut partisipasi B2W
bareng om Andi Malarangeng & sarapan bersama di Bina Graha.

Route B2W :
Start dari rumah om Andi di jl. Suralaya , Cilangkap, jam 6.00
Setu Cilangkap - Jl. Cipayung Raya - Binamarga Raya - Ceger Raya - TMII -
Pondok Gede Raya (Nyebrang Tol Jagorawi) - Bogor Raya (Jl Bogor lama) -
Kramat Jati - Dewi Sarika - MT.Haryono - Pancoran - Gt.Subroto - Kuningan -
Menteng - HOS.Cokroaminoto - Kebon Sirih Timur - Kebon Sirih - Merdeka Timur
(Gambir) - MerdekaUtara - Veteran 1 - Bina Graha (finish).
Total jarak tempuh : + 40 km

Meeting Points :
1. Carrefour MT.Haryono
2. MBAU (Pancoran)
3. Per4an Kuningan
4. Menteng (depan dunkin Donuts)
5. Bina Graha - jl. Veteran 3

Demikian kami sampaikan , besar harapan kami sahabat semua berkenan untuk ikut berpartisipasi dlm acara ini.
Terima kasih.

Salam Berjuta Sepeda !

Toto Sugito

note : acara ini akan diliput oleh media cetak & tv 

Selasa, 21 November 2006

Reparasi LAT...

Membayangkan mereparasi LAT, wow… nampaknya susah yak…

Itulah kesan pertama ketika ingin mencoba mereparasi LAT,
tapi jika sudah tahu trik nya, ternyata mudah kok…


Pertama-tama kita siapkan dulu alat-alatnya:
-Kunci Ring/ kunci Sok 10mm,
-Lunci L (Hexagonal) no. 5,
-Obeng Plus/ Philips/ Kembang (yang mata nya besar dan pendek),
-Tang Lancip,
-Kunci LAT (cara membuatnya akan dijelaskan…),
-Kain lap atau tissue.
-Plus lem Sealer Mesin/ gasket LAt baru.




Kunci stopper/ penahan LAT dapat dibuat dari pelat setebal 1 - 1,5 mm, bisa besi atau alumunium, yang penting kaku dan tidak mudah bengkok.
Berikut ukurannya




Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencopot LAT dari mesin,

Caranya lepaskan dulu dynamo starter dari mesin dngan membuka 2 buah baut dengan kunci ring 10mm.
Lalu, buka baut tutup lubang LAT dengan obeng kembang,
Buka juga baut pengikat LAT di mesin dengan kunci L no.5,
Ketuk2 perlahan Body LAT dengan kepala plastic obeng atau dialai dengan kayu agar LAT bisa terlepas dari mesin dan tidak rusak…


Setelah LAT terlepas dari mesin, inilah saat yang paling mendebarkan dimulai…

1. Buka ring penahan tonjokan LAT dengan tang lancip.


2. Setelah terlepas, keluarkan semua isi dalam LAT di sebuah wadah/ tempat yang aman (misalnya ember plastik).

 

3. Bersihkan semua komponen LAT dengan cairan pembersih/ bensin dan keringkan, jika per LAT susah dikeluarkan, tarik dengan tang lancip. Hati2, ada ring kecil di dalam LAT, jangan sampai hilang (dimana ring kecilnya? nanti lihat pada bagian gambar perakitan LAT).



4. Setelah semua komponennya bersih, kita beralih ke “Per/ pegas LAT”, cek bagian ujung pegas, biasanya pada LAT yang rusak, ada bagian yang fisiknya seperti terbakar/ hangus. Potonglah bagian ini (yang hangus berwarna biru kehitaman saja) dengan tang.



  


Note: Bagian per yang hangus inilah biang keladi LAT tidak bekerja baik, karena jika ditekuk ke kanan dan ke kiri, bagian ini tidak akan balik lagi ke posisi semula, sehingga baut LAT tidak bisa memutar dan mendorong kepala LAT ke luar.

  


5. Per LAT yang hangus sudah beres dipotong, sekarang kita masuk ke tahap perakitan LAT.

6. Masukkan ring kecil ke dalam body LAT tepat di tempat/ celah kepala baut pendorong LAT.



7. Masukkan baut pendorong kepala tonjokan LAT seperti pada gambar.

  


8. Masukkan per LAT dari samping/ lubang pengait per LAT.

Note: sebelumnya, bengkokkan ujung per LAT  yangberada di luar LAT seperti pada gambar (gbr tampak belakang LAT)
   




   


9. Masukkan ring penahan per LAT.



10. Masukkan selongsong pengganjal ring penahan per LAT.



11. Tahan selongsong dengan kedua jari tangan, gunakan jari telunjuk dan jari tengah.



12. Masukkan kunci LAT dan putar ke kanan/ searah jarum jam sampai per LAT masuk seluruhnya kedalam.


Note: Putar sampai kunci LAT benar-benar berhenti, atau sudah tidak bisa diputar lagi dan ujung per yang ditekuk sudah menempel di body LAT.
Tandanya, apabila sudah berhenti tetapi kita paksa dengan sedikit tenaga memutar lagi kunci LAT, per LAT (yang ada diluar dan ditekuk berlawanan arah jarum jam) akan sedikit tertarik ke dalam. (tapi jangan dipaksa/ diteruskan dengan memutarnya sampai masuk yak, Cukup sampai posisi putaran ini. Itu tandanya sudah jumlah putaran baut-nya sudah passs.....)

13. Jika putaran sudah cukup, selipkan/ dorong kunci LAT di antara celah-celah penahan kunci di body LAT. (jangan lepaskan jari anda pada selongsong sampai tahap mamasang kepala tonjokan LAT)

14. Dengan perlahan, pasang tonjokan LAT ke baut LAT sampai tonjokan LAT masuk ke dalam dan penahan tonjokan LAT sudah menyentuh tonjokan dan body LAT.



15. Sesuaikan celah penahan kepala LAT dengan body LAT. (Celah tidak dapat tertukar, karena ada 2 yang besar dan 2 yang lebih kecil.



16. Pasang ring penahan tonjokan LAT dengan bantuan tang lancip.



17. Beres deh….




Sekarang uji hasil reparasi LAT anda,

Lepas kunci penahan LAT, ketika kunci dilepaskan, tonjokan LAT harus keluar dengan cepat dan sedikit menghentak…

Lalu tes cara ke 2,

Genggam LAT pada saat tidak tertahan oleh pengunci LAT (dalam keadaan tonjokan terlepas penuh tanpa kunci LAT), taruh tonjokan di bagian telapak tangan dan body LAT di bagian jari-jari tangan. Genggam dengan sekuat tenaga (sebaiknya pilih tangan yang paling kuat).

Apabila tonjokan LAT “tidak bisa” masuk kedalam body LAT, maka reparasi sudah baik…

Tapi bila tonjokan LAT “bisa” masuk kedalam hanya dengan genggaman telapak tangan, kemungkinan raparasi kurang sempurna dan harus diulang kembali, atau per LAT sudah tidak baik lagi alias perlu diganti…


Lalu kita pasang ke mesin motor,

Langkahnya kebalikan pada saat membongkar.

Bersihkan seluruh permukaan LAT dan Dudukannya di mesin dengan kain lap/ Tissue sampai benar2 bersih dari oli (harus benar2 bersih dari minyak dan oli, sebab jika tidak, maka setelah LAT dipasang oli akan mengucur deras di tempat ini yang dampaknya akan membuat mesin kekurangan oli),

Jika memungkinkan, bersihkan dengan Spray Gasket Cleaner agar membuat permukaan benar2 bersih dari kontaminasi oli. (kalau saya menggunakan Spray Cleaner ThreeBond kaleng Warna biru)

Putar baut LAT dengan kunci penahannya sampai tonjokan masuk ke dalam body LAT dan tahan dengan menyelipkan kunci penahannya di sela-sela celah penahan body LAT.

Sebaiknya ganti gasket LAT dengan yang baru,

Jika tidak ada, bisa dengan cara lain, yaitu memberi sealer pada kedua permukaan (baik pada msein, LAT dan pada gasket LAT yang lama, tentunya yang sudah bersih dari oli yak)

Saran saya gunakan sealer standar Honda yaitu ThreeBond nomor 1215 (ThreeBond 1104 juga boleh, tapi dia akan mengeras dan warnanya menjadi coklat. Lalu sealer 1104 ini akan mengakibatkan komponen yang direkatkan menjadi agak susah dibuka kembali pada pembongkaran berikutnya)



Setelah LAT di pasang di mesin, kencangkan baut L 5-nya, lalu lepaskan kunci penahan

LAT dan pasang tutup lubang LAT (beri sealer bila perlu pada tutup LAT)

Pasang kembali dynamo starter (sebelumnya bersihkan/ lap bagian rongga gear dynamo starter dan bagian sil/o-ring dynamo sampai bersih)


Tunggu sekitar 15 menit agar sealer mengering, dan silahkan coba hidupkan mesin,

Jika prosedur dilakukan dengan benar, seharusnya suara mesin halus dan tidak terdengar lagi suara rantai keteng yang berbunyi Tek.. Tek.. Tek.. Tek.. Tek..  (keras) di bagian mesin sebelah kiri..

Mohon maaf apabila tulisan ini terlalu panjang, semoga bermanfaat.
Apabila ada yang masih bingung, saya bersedia menerima pertanyaan,
Atau beri komen pada artikel ini…

Terimakasih….

Sabtu, 18 November 2006

Andi Mallarangeng pun ber B2W

Written by Armanto Joedono
Monday, 13 November 2006



Belakangan ini, saban pagi, juru bicara kepresidenan Andi Alfian Mallarangeng melatih kakinya agar lentur kembali bersepeda. Sebelum berangkat ke Istana, pria 43 tahun ini rutin mengelilingi kompleks rumahnya di daerah Cilangkap, Jakarta Timur.

Ia dan komunitas Bike to Work rencananya akan bersepeda ke Istana, Kamis ini. "Ini jawaban dari kerisauan saya mengatasi keterlambatan masuk kantor karena kemacetan," katanya.

Rupanya, Andi kerap malu setelah beberapa kali terlambat datang ke rapat di Istana. Biasanya, kalau jalanan Jakarta sedang ramah, mobilnya melaju ke Istana hanya sejam. "Akhir-akhir ini sampai dua jam," ia mengeluh. Dengan bersepeda, ia memperkirakan hanya memakan waktu sejam perjalanan.

Bersepeda sebenarnya bukan kebiasaan baru baginya. Ketika kuliah di Yogyakarta dan mengajar di Makassar, Andi kerap bersepeda. Satu-satunya yang memberatkan, katanya, "Sampai ke kantor harus mandi dulu."

Nah, untuk rencana bersepeda ke Istana seminggu sekali itu, anggota Bike to Work pun ramai-ramai memperbaiki sepedanya yang pernah ia pakai saat kuliah di Amerika. "Kami akan berangkat bareng, tapi saya nggak mau dikawal," ucapnya. (Disadur dari Pokok & Tokoh Majalah Tempo, edisi 13 - 19 November 2006) (aj).

Foto: (TEMPO/RAMDANI)

sumber: http://www.b2w-indonesia.or.id