Minggu, 02 Maret 2008

Honda Tiger (GL-200 S) sederhana saya...

Iseng buka2 file gambar kerjaan saya dulu,
eh nemu gambar yang sudah lama nggak saya lihat,
yaitu gambar Honda Tiger rencana modifikasi saya.

Modifikasinya nggak Extrim banget, sederhana saja, yang penting enak dilihat dan nggak nyusahin.


















Sekilas tidak ada perubahan,
ya... memang itulah keinginan saya, tidak terlihat modifikasinya.

Dimulai dari depan,

*Fender menggunakan New Megapro, selain lebih lebar dari tiger, fender New MegaPro mempunyai bentuk yang bagus seperti lumba-lumba.

*Disc Brake pake New Megapro juga, design sirip2 (lubang2) disc brake nya lebih sporty. ini masalah penampilan saja sih...

*Tambahannya, rem depan dan belakang sudah dilengkapi modul ABS (Anti-Lock Brake System). Yang paling kentara dari adanya system ABS ini adalah dipasangnya sensor putaran roda di tengah2 piringan cakram (depan dan belakang).
yah setidaknya membuat pengendaraan Honda Tiger ini makin aman lah.

*Caliper Rem depan menggunakan milik New Tiger Revolution, design-nya memudahkan dalam perawatan dan penggantian pad set (kampas rem).

*Lompat sedikit ke bagian belakang, Rem belakang menggunakan type Disc. Disc Brake (piringan) belakang diambil dari Honda Tiger Revolution, tetapi Caliper-nya (kepala babi) menggunakan jenis yang serupa dengan bagian depan (type 2 piston).

Kenapa pakai 2 piston?
Pertimbangannya sederhana, supaya dalam membeli pad set (kampas rem) motor ini cukup menggunakan 1 jenis kampas rem. selain itu, supaya parts caliper sama dengan depan, jadi nggak ngerepotin ketika menyetok spare parts di rumah.

Loh kok depan belakang pakai type caliper 2 piston? Apa rem belakang tidak terlalu pakem?
Tenang, kan diameter Disc Brake (piringannya) beda, depan menggunakan diameter 260mm (Disc Brake depan New MegaPro), sedangkan belakang menggunakan diameter 220mm (Disc Brake belakang New Tiger Revolution)

Lanjut agak ke bagian atas,
* Kuping lampu diganti dengan model alumunium tebal, dan dibuat agak datar.
Yah mirip seperti kepunyaan Suzuki Thunder lah... supaya berkesan sedikit kokoh.

*Lampu Sein (winker) diambil dari Honda CB 400 SF.
Memang sama dengan milik Honda Tiger Revolution, tetapi ada perbedaan sistem terutama di sein bagian depan.

Pada saat kunci kontak di posisi "ON", lampu sein depan akan menyala, ini adalah position light (kalau disini baru ada di Yamaha Mio, coba lihat deh, kalau malem sein nya nyala dua-duanya. Tapi kalau CB 400 SF, sein-nya nyala selama kunci kontak di posisi "ON")

Kalau belok bagaimana?
Position Lamp 5 watt yang ada di dalam sein akan mati ketika saklar sein dihidupkan, lalu yang menyala berkedip-kedip adalah lampu sein-nya (21 watt).


*Spion menggunakan Honda CB 400 SF juga, kelihatan lebih kekar saja sih...

*Supply bahan bakar tidak lagi menggunakan karburator, tetapi diganti menggunakan Throttle Body dengan sistem PGM-FI (Programmed Fuel Injection) yang diaplikasi dari motor 1 silinder kapasitas sejenis.
Selain lebih ramah lingkungan, bahan bakar lebih irit dan lebih mudah dalam melakukan setting mesin, karena cukup diatur lewat computer yang hasilnya akurat.



Selain itu, sistem komputer PGM-FI memudahklan dalam melakukan perawatan motor, karena untuk mengetahui bagian yang bermasalah, Cukup memperhatikan kedipan lampu "Engine Check" (Malfunction Indicator Lamp) atau bisa juga mengetahui masalah dengan memasang alat Engine Diagnosis pada box "DIAGNOSIS"






Alat yang digunakan untuk mengecek masalah sudah banyak dijual dipasaran....
kira2 gambaran alat-nya seperti ini




























atau bisa yang ukurannya lebih kecil/ringkas supaya mudah dibawa kemana-mana terutama ketika lagi jalan-jalan keluar kota...

Ada Trouble? Tinggal "colok" engine diagnosis-nya
Nggak perlu bongkar ini itu dan nebak-nebak sana sini kan? supaya hemat waktu...




























Kalau buat dirumah, untuk mengetahui masalah yang lebih detail, ya soket DIAGNOSIS pada motor dihubungkan pada komputer, supaya pemeriksaan nya lebih akurat... tul gak?


















*Cover Throttle Body (dulunya karburator) dibuat menyerupai milik Honda CB 1300 Super Four. Design tutupnya lebih yahud dan gahar. Dipadukan dengan sedikit penyesuaian pada right side axis body, Cover Throttle Body jadi terlihat manis...

*Seat (Jok) dibuat menyerupai CB 1300 Super Four, design "punuk onta" pada bagian tengah membuat boncenger tidak mudah merosot ke depan sehingga menggangu "konsentrasi" pengendara.














*Rear Chussion (Suspensi Belakang) menggunakan Showa milik Honda CB 1300.

Didukung dengan 3 tempat penyetelan (kekerasan Pegas, Panjang Travel , dan Tekanan Gas), membuat Honda Tiger ini semakin nyaman dikendarai, meskipun memang bantingannya sedikit agak keras dari standarnya.



Mengingat Bobot Honda CB 1300 SF yang dua kali lipat dari bobot Honda Tiger, Yah nggak papa lah bantingan suspensi belakang agak sedikit keras.






















*Untuk knalpot (muffler), design sekat-sekat bagian dalamnya masih standar, tetapi exteriornya (bahan maupun bentuk) dibuat menyerupai muffler CB 1300 SF supaya terkesan lebih sporty












*Terakhir pada sistem keamanan, Motor ini dilengkapi dengan sistem alarm motor terpadu yaitu HISS (Honda Ignition Security System) built-in immobilizer.

Kunci sepeda motor dilengkapi chip khusus yang membuat motor ini "hanya bisa dihidupkan "menggunakan kunci sesuai pasangannya. (kecuali takdir Allah SWT berkata lain).

Yah setidaknya kunci "T" susah bekerja pada sistem HISS ini lah...



Dari semua fitur yang ada, Honda tiger ini menurut saya enak diajak jalan jalan dan mudah dalam perawatan...

kapan yah motor ini bisa terwujud "TOTAL"?
Sebagian sih udah, tinggal beberapa point lagi nih....
Doa-in aja yah....

HONDA
The Power Of Dreams

Rabu, 06 Februari 2008

Kematian Sebagai Nasehat

Kematian Sebagai Nasehat
Tentang Kematian, Allah SWT berfirman
:”Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". (. Al Baqarah ayat 132)

:”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS 39. Az Zumar ayat 42)

Tentang Maut dan Kematian, Rasulullah SAW bersabda
[b]
1.Kematian yang paling mulia ialah matinya para syuhada. (Asysyihaab)


2.Tidak ada sesuatu yang dialami anak Adam dari apa yang diciptakan Allah lebih berat daripada kematian. Baginya kematian lebih ringan daripada apa yang akan dialaminya sesudahnya. (HR. Ahmad)

3.Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. (HR. Ad-Dailami)

4.Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah. (HR. Muslim)

5.Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, "Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku." (HR. Bukhari)

6.Cukuplah maut sebagai pelajaran (guru) dan keyakinan sebagai kekayaan. (HR. Ath-Thabrani)

7.Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka. (HR. Ahmad)

8.Tuntunlah orang yang menjelang wafat dengan ucapan Laailaaha illallah (HR. Muslim)

9.Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami, apakah kami perlu berdiri?" Nabi Saw segera menjawab, "Ya, berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah untuk menghormati mayitnya, tetapi menghormati yang merenggut nyawa-nyawa." (HR. Ahmad)

10.Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya. (HR. Bukhari dan Muslim)

11.Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yang sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lebih disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah 'Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yang hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka. (HR. Ad-Dailami)

12.Allah mencatat ihsan (kebaikan) atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dengan baik. Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya. (HR. Muslim)

13.Apabila seorang muslim wafat dan jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak bersyirik kepada Allah maka Allah mengijinkan syafaat (pertolongan) oleh mereka baginya (si mayit). (HR. Abu Dawud)

14.Percepatlah menghantar jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yang shaleh maka kebaikanlah yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya, maka sesuatu keburukan yang kamu tanggalkan dari beban lehermu. (HR. Bukhari)

15.Seorang mayit dapat disiksa (kubur) disebabkan tangisan keluarganya. (Mashabih Assunnah)

16.Janganlah mengingat-ingat orang-orangmu yang telah wafat, kecuali dengan menyebut-nyebut kebaikan mereka. (An-Nasaa'i)

17.Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah." Nabi Saw lalu bersabda: "Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari (kelelahan) dunia, dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah kenikmatan Allah, dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul." (HR. Ath-Thabrani)

Adakah kegiatan yang lebih menyenangkan dibanding pulang? Bel tanda berakhirnya pelajaran di sekolah adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu, baik oleh siswa, guru, maupun petugas sekolah. Sebab setelah itu mereka akan pulang ke rumah bertemu dengan keluarga. Pulang saat mudik lebaran juga dinantikan oleh mereka yang merantau. Jauhnya perjalanan, kemacetan lalu lintas, antrean panjang untuk memperoleh tiket justru menjadi bumbu penyedap nikmatnya pulang. Pendeknya, pulang adalah kegiatan menyenangkan yang dinanti-nantikan.

Orang-orang yang menginginkan segera 'pulang' adalah mereka yang merindukan pertemuan dengan Allah SWT, Sang Pencipta, dan ingin segera berkumpul dengan para nabi, rasul, syuhada dan orang-orang shalih. Sedang orang yang membenci 'pulang' adalah orang yang menderita penyakit hubbud-dunya, yaitu mereka yang masih mencintai dunia. Mereka menganggap dunia ini adalah segala-galanya, padahal akhirat itu lebih baik dan lebih abadi.


:”Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (QS Al-A'laa [87]:17).

Kemilau kenikmatan dunia inilah yang sering membuat seseorang lupa bahwa nantinya ia akan dipanggil pulang kembali kepada Sang Khalik. Firman Allah SWT,

''Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang kehidupan akhirat adalah lalai.'' (QS Ar-Rum [30]:7)

Pulang kembali kepada Sang Pencipta atau yang kita kenal dengan mati adalah keniscayaan yang akan dialami oleh siapa pun. Orang boleh membenci kematian dan melupakannya, namun kematian tetap akan menjemputnya sebagaimana firman-Nya,

''Katakanlah sesungguhnya kematian yang engkau lari daripadanya, niscaya ia akan menemuimu. Kemudian engkau akan dikembalikan kepada Allah, yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan kepadamu apa-apa yang telah engkau perbuat.'' (QS Al-Jumu'ah [62]: 8).

Namun kapan seseorang harus pulang kembali kepada-Nya adalah misteri yang hanya diketahui oleh Sang Pemilik Kehidupan, Allah SWT. Manusia tidak kuasa menjadwalkan kapan seharusnya mereka pulang kembali kepada-Nya.

Firman Allah SWT dalam surah Ali Imrah ayat 145,
''Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur..''

"Dan ketahuilah,"tulis Ali bin Abi Thalib dalam surat wasiat kepada putranya, Al Hasan, [i][i]"[b][b]engkau diciptakan untuk akhirat, bukan untuk dunia fana ini. Untuk sirna, bukan untuk abadi. Untuk mati, bukan untuk hidup selamanya. Bahwa posisimu adalah posisi berangkat untuk mengumpulkan bekal. Dan, bahwa engkau tengah berjalan menuju akhirat. Bahwa engkau tengah dikejar oleh kematian. Tidak ada makhluk yang dapat lari dari kematian. Karena itu, hati-hatilah selalu dengan kematian. Jangan sempat engkau dijemput kematian ketika engkau tengah dalam kondisi buruk."

Firman Allah SWT dalam Al Qur’an :"Dan setiap umat mempunyai batas waktu maka apabila telah datang ajal mereka maka mereka tidak akan dapat mengundurkannya sesaatpun dan mereka tidak dapat pula memajukannya." (QS. Al-A`raf:34)

Ketika kita turut mengusung keranda, jarang sekali kita merasa bahwa pada suatu saat kita akan diusung pula. Pada saat kita ikut meletakkan atau menyaksikan sang mayit diletakkan dalam rongga sempit di dalam tanah, kita tidak berfikir bahwa kita juga nanti pasti akan mengalami hal serupa. Banyak manusia yang tidak sadar bahwa detak jantung yang belalu, denyut nadi yang bergetar serta detik-detik yang terlewat sesungguhnya merupakan langkah-langkah pasti yang akan semakin mendekatkan kita pada titik takdir kematian.

Dan ketika kematian itu datang, maka berakhirlah segala kenikmatan yang telah dan tengah dirasakan manusia. Ada orang bijak yang mengatakan,secara global sesungguhnya Allah hanya memberi satu nikmat saja kepada manusia, yakni nafas. Begitu nafas itu berhenti, maka berhenti pula berbagai kenikmatan yang ada. Itulah sebabnya, mengapa nabi mengatakan bahwa sesuatu yang bisa memutus segala kenikmatan adalah kematian. Meskipun secara hakiki hanya Allah yang mencabut semua itu. Anehnya, sesuatu inilah yang paling sering tidak diingat manusia.

Sering kali gebyar kehidupan duniawi mudah membuat kita terlena. Apalagi ketika begitu semakin banyak perlengkapan hidup dengan segala macam kemajuan, kemudahan dan kenikmatannya yang semakin mengepung kita di masa modern ini. Semua itu kerap menggoda dan melalaikan manusia. Muncullah berbagai prinsip hidup sesat seperti materialisme (hidup hanya untuk tujuan mencapai kemajuan materi), hedonisme (hidup hanya untuk mencapai kesenangan), permisivisme (serba membolehkan apa saja) dan lain-lain yang sejenisnya. Dalam keadaan seperti itu, nasehat dari siapapun biasanya tak lagi digubris. Tapi ingatlah setiap kita memiliki penasehat yang sangat ampuh, yaitu kematian. Bila sejenak merenungkan kematian yang sewaktu-waktu pasti akan datang, pasti kita akan lebih hati- hati dalam melangkah.

Rasululloh saw bersabda :”Cukuplah kematian itu sebagai nasehat”. (HR. Thabrani dan Baihaqi).

Sudah semestinya kita senantiasa mengingat akan datangnya musibah terbesar itu. Seketika itu, istri, anak dan keluarga tersayang akan terpisah, pangkat yang diduduki akan hilang, harta yang dikumpulkan dengan susah payah semuanya akan ditinggalkan, dan bahkan nyawa yang dicintai akan lepas. Melalui pintu mati kita meninggalkan alam dunia, menuju alam kehidupan berikutnya, akhirat.

Orang yang melalaikan datangnya kematian, berarti kehilangan penasehat terbaiknya. Kehidupannya akan mudah tergoda dan terperosok dalam kelalaian. Keterlenaannya mengejar kehidupan dunia, kenikmatan sesaat dan bermegah-megahan membuatnya lalai mempersiapkan bekal akhirat hingga kematian menjemput. Akibat lalai dengan nasehat kematian, akhirnya hanya berujung kepada penyesalan abadi di neraka jahim.

Firman Allah SWT dalam Al Qur’an :
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.
(QS. At Takastur: 1- 8).

Rasulullah saw bersabda: "Perbanyaklah kalian mengingat mati sebab seseorang hamba yang banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan Allah akan mengingatkan baginya sakitnya kematian." (Al-Hadits).

Kita diajarkan oleh Rasulullah saw untuk selalu mengingat akan datangnya kematian, sebab orang yang tidak mengingat mati berpeluang hatinya menjadi mati dan akan mudah berbuat maksiat. Orang yang rajin bersilaturahmi, bersedekah dan berdoa akan dapat memperpanjang usianya. Orang yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat mati dan orang yang mempersiapkan dirinya untuk mati. Jangan risau akan kematian tapi risaulah jika tidak mempunyai cukup bekal untuk mati. Kejarlah dunia seakan kamu hidup selama-lamanya dan kejarlah akhirat seakan kematian akan menjemput kamu esok hari. Karena tanpa kita sadari, kematian selalu mengintai kita semua dan kedatanganya tampak selalu mendadak. Banyak terjadi, manusia yang dicabut nyawanya dalam keadaan sedang bergembira ria, sedang maksiat, sedang tidur dll. Kemana pun kita berlari, dan dimana pun kita berada, mati akan datang merenggut kita. Ini suatu kepastian yang mutlak. Kita semua hanya menunggu giliran, masalahnya hanya waktu.

Kematian datang dengan caranya. Dia tak pernah malas dan lupa menjemput kita, baik ketika berada di udara, di laut, dan di darat. Ketika naik pesawat maupun berjalan kaki. Dia bisa datang ketika naik pesawat mahal di Kelas bisnis ataupun pesawat murah di kelas ekonomi, ketika naik jaguar ataupun dokar (andong), ketika kita naik mobil mewah maupun saat naik metro mini. Kematian bisa datang ketika kita makan, maupun saat berhenti. Ketika bangun, maupun ketika tidur.
Tak ada tempat bersembunyi, tak ada tawar-menawar. Lalu, ketika waktunya tiba, mengapa kita menyesalinya? Kita semua sedang dikejar kematian, tak mungkin bisa lari, apalagi bersembunyi. Hanya kepada Allah SWT, kita semua akan kembali. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

Sumber: 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

__________________
Tommy Mardianto
DAMAI itu INDAH
021-68759800

http://www.honda-tiger.or.id/forum/showpost.php?p=697177&postcount=1

Sabtu, 19 Januari 2008

Bersyukur...

Dapet dari temen,

FYI
Mudah-mudahan kita dapat memetik manfaat dari tulisan dibawah ini dan kalau pun ada yang telah mendapat nya terlebih dahulu tidak ada salahnya untuk kita renungkan kembali.
Mengeluh

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.


Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini. Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita syukuri.


Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.


Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.


1.
Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
2.
Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan kembali kegiatan Anda.
3. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
4.
Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
5. "Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."

P.S.: Saya bersyukur karena Anda telah membaca email ini dan saya akan lebih bersyukur lagi jika Anda mengirimkan email ini ke rekan-rekan Anda sehingga Anda juga dapat bersyukur karena telah membuat orang lain bersyukur.
Regards,
R Polni
HALLIBURTON WPS
Duri Business Center
Jl. Raya Duri - Pekanbaru km.11,Balai Raja
Duri, Riau 28884 , Indonesia
OFfice : +62-765-561307
Fax : +62-765-561310 / 561022
Mobile : +62-81365106463

Kamis, 01 November 2007

Warga Jakarta barat, Bike To Work -an yuk...

Warga Jakarta Barat,
Kita Bike To Work -an yuk...
badan sehat dan mengurangi polusi udara dari penggunaan kendaraan bermotor....



Ditunggu yah....
Selain jakarta barat, masih banyak chapter2 B2W yang lain lho....