CBR150

Riding Test Honda CBR150 PGM-FI 2011 (Photo from Om Didik http://didik.blogsome.com/)

Bicycle

Riding bicycle on sunday morning...

Workshop

Cleaning motorcycle fuel tank with friends...

Unicycle

Unicycle exercise with friends...

Cornering

Cornering @ Dukuh Atas...

Pages

Kamis, 15 Maret 2012

Vario 125

Sabtu lalu (10 Maret 2012), saya diajak PT Astra Honda Motor untuk mencoba Vario Techno 125 PGM-FI.

Sekitar jam 10:00 saya tiba di cafe Mezzaluna yang berada di daerah kemang, disana sudah ada beberapa blogger lain yang sudah tiba lebih dahulu, dan tampak pula crew Honda sedang mempersiapkan unit-unit Honda Vario Techno 125 PGM-FI untuk di test oleh rekan-rekan blogger.

Setelah bersalaman,
Langsung saja saya mendekati unit Vario yang baru ini,
Kita coba bahas satu persatu,
Dari tampilan sudah pasti beda semuanya… Tapi kita coba lihat lebih detail apa sih yang benar-benar berbeda.

Lampu depan saya lihat agak lucu, saya tiba-tiba jadi teringat sama topeng burung hantu atau mungkin tokoh kartun Garfield.
Coba deh lihat tampangnya berikut, kalau lampunya masih mati sih biasa…
Kalau kunci kontak kita ON kan tetapi mesin belum kita hidupkan, coba deh lihat…
Efek yang ditimbulkan nyalanya lampu senja (lampu kota) jadi mirip seperti kumisnya Garfield, itu sih menurut saya yah.
Sumber gambar: http://www.ebay.co.uk/

Ada yang mengganjal juga mengenai lampu senja di depan ini, sudah ada system Automatic Headlamp ON (AHO), kenapa masih juga dipasangkan lampu senja di bagian depan? Bagi saya itu sebuah “biaya dan perawatan tambahan” karena sebenarnya sinar lampu senja di bagian depan juga akan kalah dari terangnya sinar lampu utama yang selalu menyala saat mesin hidup dan sepeda motor dikendarai.

Pihak AHM ketika saya Tanya mengenai hal ini, jawabnya “itu regulasi pemerintah, jadi harus mengikuti”. Hmmm, OK deh…

Penyetelan lampu depan Vario ini menggunakan system yang seperti diterapkan di lampu depan mobil-mobil.
Cukup memasukkan obeng kembang ke bagian seperti gambar di bawah ini (posisinya ada di atas spatbor (fender) roda depan, lalu putar kanan atau kiri untuk menaikkan arah sorot lampu ke atas atau ke bawah… praktis…
Tampilan panel speedometer biasa saja,minimalis namun cukup fungsional.
Di sebelah kanan  setang cuma ada tombol starter karena sepeda motor ini sudah mengaplikasikan system AHO.
 
Sebelah kiri setang seperti biasa, type terbaru Honda sekarang pasti yang di bagian tengah adalah tombol klakson, di bagian bawah tombol sein. Kayaknya harus benar-benar membiasakan bermotor dengan kombinasi penempatan saklar seperti ini nih… 
Mau bunyiin klakson malah mencet lampu sein. Hmm… Bukan nggak bisa, tapi belum biasa…

Ada yang mengganjal,
Kalau boleh bertanya, “apakah spion Vario baru ini design nya lebih bagus/ keren atau lebih sporty dan atau lebih mewah dibanding spion vario yang sebelumnya?”
Kalau ada yang lupa dengan design yang lama, ini fotonya…

Kalau memang menurut Honda designnya lebih baik, kok kalau saya tidak yah, malah lebih bagus spion model lama atau spionnya Honda Scoopy.

Spion model vario generasi pertama itu bentuknya mirip dengan spion Supra X 125,
Saat itu saking larisnya, malah kalau tidak salah sampai banyak yang bikin tiruan (palsu) nya. Honda pun sempat membuat semacam somasi.

Kalau memang spion Vario baru ini lebih keren, akankah spion model baru ini dibuat tiruannya oleh banyak orang?

Di kunci kontak, agak sayang yah, jadi ada model tuas shutter key-nya lagi.

Sebagai  Skuter yang bukan kelas “entry level”, mestinya aplikasi system shutter key yang menutup otomatis ketika kunci dicabut dan florescent yang menyala dikala gelap itu dipasang di sepeda motor ini.  
Ada tambahan tombol buka jok belakang,

Sekarang tidak perlu repot mencabut anak kunci dari kunci kontak depan, karena jika kita akan membuka jok, cukup geser kunci kontak kea rah “ON”, lalu kita bisa membuka jok belakang dengan memencet tombol “SEAT” dan jok belakangpun langsung siap dibuka.

Tempat menyimpan barang di sebelah kanan ukurannya kecil, tidak maksimal untuk menyimpan barang disini. Paling juga nyimpen duit receh atau karcis parkir…
Berbeda dengan yang sebelah kiri, cukup lega dan dalam sehingga bisa menimpan kaleng softdrink.
Turun sedikit ke bawah,
Knalpot sebenarnya biasa-biasa saja, namun yah namanya juga design baru, yah cover knalpotnya juga baru.
Yang agak gagah itu cover radiatornya,
Dengan sirip-sirip besar yang seperti mengarahkan angin ke radiator, membuat tamoilan di sekitar mesin menjadi gagah.
Ada perbedaan lagi,
Vario baru ini agak lebih ribetketika harus mengganti ban belakang atau mengganti kampas rem belakang, nampaknya kita harus melepas knalpot lalu melepas lengan ayun-nya. Di type yang dulu agak mudah, karena cukup melepas baut roda, sekarang tidak bias semudah itu lagi.. Namun itu semua adalah konsekuensi dari mesin model baru yang dipasangkan di Vario ini.

Cover udara sekarang diletakkan di atas cover CVT. Lumayan nggak nyempil-nyempil kayak dulu namun capek karena baut yang harus dibuka banyak banget.

Lampu belakang sekarang tampangnya runcing-runcing mirip seperti gaya origami (seni melipat kertas)…

Lampu kotanya ada di tengah,

Lampu rem-nya ada di kanan kiri bawah lampu kota. Lampu sein sudah pasti di sisi kiri dan kanan body sepeda motor.

Ruang bawah jok dirancang layaknya HELM-IN

Tempat menyimpan helm bisa di dalam tempat penyimpanan barang atau dikaitkan pada bagian yang saya beri lingkaran kuning berikut…

HELM-IN membuat satu unit helm full-face bisa masuk dengan mudah di bawah jok… Kalau helm-nya bagus dan mahal memang sebaginya ditaruh di bawah jok saja… hehehe…

Pengisian air radiator cukup mudah…

Beruntung juga Honda hanya menulis tulisan ini pada stiker keterangan penggunaan bahan bakar…

Coba kalau ditulisnya “MESIN MENGGUNAKAN BENSIN TANPA SUBSIDI”, bisa nggak laku tuh motor… Hehehe…

Nomor rangka terletak di dekat kunci jok…

Ada yang kayaknya mengganjal,
Tutup karet untuk menghalangi kotoran dari roda belakang masuk ke daerah mesin nampaknya terlalu kecil…

Kita lihat nanti saat terjadi hujan, mungkin akan banyak kotoran di mesin…
Dari semua warna Vario 125 ini, saya paling suka yang Oranye.

Namun sayang, warna ini belum tersedia untuk type combi brake system (CBS).

Tiba saatnya acara test dimulai…

Perlengkapan keamanan berkendara sudah disiapkan,

Saya pun mempelajari peta rute yang akan dilalui…


Namun cuaca mulai mendung,

Saya berfikir ulang untuk ikut serta dalam riding test kali ini.

Dan benar saja, saat giliran pertama akan jalan, hujan pun turun cukup deras dan semakin deras…
Dua kali sesi riding, hujan baru mulai reda. Saya memberi kode ke om Aziz Horee, “bagaimana, jadi mau nyoba? Nampaknya awan mulai cenderung putih…”

Om Aziz pun setuju, akhirnya kami langsung buru-buru ke tempat Vario 125 untuk test berada.

Karena dirasa gerimis tidak begitu deras, saya memutuskan tidak menggunakan jas hujan, namun jas hujan tetap dibawa di bagasi sepeda motor.

Cukup geser kunci kontak ke ON, lalu pencet tombol SEAT.

Dan masukkan jas hujan ke bagasinya yang besar, dan tutup kembali jok sepeda motor. Siap jalan deh…

Seperti biasa, saya kurang cocok dengan skutik2 yang ada di Indonesia,
Lutut kaki saya mentok setang…
 

Untuk manuver sambil ngangkang bagi saja agak sulit, mungkin juga belum terbiasa…

Maaf saya tidak bisa ambil foto selama pengetesan,

Pertama meghidupkan mesin, ada sensasi baru, Vario yang selama ini kalau di starter electric bunyi “jedok”, sekarang tidak lagi… Tidak ada suara khas dynamo starter, bahkan suara starter mobilpun kalah halus dengan suara starter vario generasi baru ini.

Namun perlu hati-hati, mungkin bisa saja maling memanfaatkan teknologi starter ini, kalau maling mau nyolong motor  pasti tidak terdengar suara mesin di starter namun tiba-tiba mesin hidup dan langsung tancap gas bawa tuh motor kabur.. Yah semoga jangan sih…

Tenaga responsive,
Namun saya tidak bisa mencoba lebih kencang, karena tahu sendiri daerah kemang… Kondisinya cukup ramai. Apalagi baru hujan dan jalanan basah… 

Baru mau ngebut, waduh ada Mercedes-Benz terbaru, mau ngebut lagi ada BMW terbaru, mau nikung enak wah ada Toyota Alphard terbaru dan banyak mobil-mobil mewah lain berlalulalang dan melaju santai di daerah kemang yang terkadang menciutkan hati untuk mengetest vario ini seberapa enak dikendarai (takutnya saya kepeleset dan nyenggol mobil-mobil itu).

Type dengan rem CBS lebih terasa menggigit dan mempunyai jarak pengereman yang lebih pendek dibandingkan dengan yang non-CBS.

Setelah mengetest dan menerobos beberapa genangan air, wah sepatu saya hanya basah di ujungnya saja…

Kendala yang saya rasakan pada sepeda motor ini adalah terlalu tinggi jarak dari jok ke jalanan..

Ternyata om Stephen Langitan juga mengalami hal yang sama, Vario 125 ini memang terasa tinggi.

Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan blogger yang lain, didapatkan kesimpulan bahwa memang kurang nyaman bagi orang yang kurang panjang kaki-nya. Pasti akan jinjit dan kurang merasa nyaman ketika haru bermanuver di kemacetan atau ketika masuk parkiran motor yang sempit. 

Tuh kan mulai kotor kena cipratan hujan…


Mungkin Honda sebaiknya memperlebar karet penutup rongga mesin, sehingga cipratan air kotor dari roda belakang lebih bisa di kurangi dan tidak mengotori throtlebody dan kawan-kawan.

Memang foto di atas tidak begitu tampak kotornya, namun jika misalnya sebulan dipakai akan tampak lebih kotor…

Kesimpulannya, 

Vario ini lebih terasa perbedaan di tenaga mesin, lebih “narik” dari versi sebelumnya karena memang memiliki kapasitas mesin yang lebih besar, dan hal unik lainnya yaitu starter sangat halus.

Teknologi PGM-FI membuat vario ini nampaknya lebih nyaman untuk dikendarai dan lebih mudah dari sisi perawatan kendaraan disbanding versi yang karburator.

Di sisi fitur lain, bagasi terasa lebih luas, mungkin hampir terasa seperti bagasi Honda Spacy Helm-in.

Sebenarnya masih banyak beberapa keunggulan lain, namun tidak begitu terasa sekali perbedaannya. Misalnya kapasitas tangki bahan bakar yang lebih besar, dan sebagainya.

Saya tidak akan terlalu menceritakan perbedaan lainnya yang saya nilai tidak terlalu unik, karena sama saja seperti menjelaskan keypad telepon yang hanya berubah bentuk/design namun fungsinya tetap sebagai angka 1-9, 0, *, dan #.

Pada sesi diskusi dengan pihak AHM, diperkenalkan juga aksesoris Vario 125 ini,

Mereka memperkenalknnya dengan nama Honda Genuine Accessories, mungkin kedepannya kita singkat jadi HGA kali yah.

Ditawarkan dengan harga tertinggi Rp 385 ribu rupiah untuk satu paket yang terdiri dari cover knalpot, cover radiator, aksen saringan udara, dan karet tatakan depan.


Sayangnya aksesoris ini belum bisa dibeli terpisah-pisah dan masih dalam bentuk paket.

Waw, panjang juga tulisan saya,
Saya akhiri saja, intinya Vario 125 ini adalah generasi penerus yang lebih baik.

Bahkan lebih baik daripada oknum-oknum pejabat Negara ini yang korupsi, padahal dulu pahlawan susah payah bekerjasama memerdekakan bangsa ini.

Vario 125 ini tidak seperti oknum pejabat Negara, dia lebih baik dari segi teknologi mesin dan membuat kita lebih mudah juga dalam sisi perawatan mesin.

Fitur bagasi cukup unik dan mengakomodir mayoritas kebutuhan rider sepeda motor di Indonesia yang bawaannya suka takut helm bagusnya hilang.

Fitur pembuka jok belakang membuat kita tidak terlalu repot saat ingin mengisi bahan bakar.  Cukup matikan mesin lalu pencet tombol SEAT nya. 

Hmmm…

Apalagi yah, kalau yang terasa unik menurut saya sih itu. Kalau yang lain mungkin terlalu teknis dan panjang untuk dijelaskan disini.
Dengan harga yang beda tipis bahkan bisa dibilang sama dengan yang lama, saya lebih suka yang 125 PGM-FI ini, seperti sudah dijelaskan di atas, lebih enak dan lebih baik dari berbagai sisi.

Hanya sayang warna oranye belum ada yang versi CBS nya, padahal daya pengereman versi CBS nya terasa lebih enak (pakem) daripada yang non CBS.

Akhirnya, siolahkan mencoba dan rasakan bedanya...