Pages

Rabu, 20 Oktober 2010

Apakah Anak-anak Indonesia dididik supaya kreatif?

Ada ketawa dan ada sedihnya baca email milis kmaren...

Ada seorang ibu curhat tentang ujian sekolah anaknya yang masih kelas 1 SD.
Begini emailnya...

from : ruth widiastuti
to : IGI
date : Tue, Oct 19, 2010 at 8:52 AM
subject : [IGI] Serba-serbi soal PKn SD kelas 1


Sekedar berbagi, beberapa soal yang saya temui di soal UTS PKN kelas 1 SD (bukan SMP atau SMA , sayangnya :) )

1. Yang harus bekerja mencari nafkah adalah ..
    a. ibu                         b. ayah                        c. kakek

(my daughter's response : 'bunda, mencari nafkah itu apa? Oh bekerja.. kalau
gitu jawabannya ada dua ya? Kan bunda dan papa kerja ' hahhaha)

Berikut adalah soal essay
2. Yang bertugas mengatur rumah tangga adalah ....  (anak saya lagi-lagi
bertanya 'bunda' rumah tangga' itu apa ? )

and here is my favourite :

3. Merapikan tempat tidurku adalah ..... (jawaban anak saya 'membantu orang tua'
dan disalahkan oleh gurunya yang betul 'membantu saya sendiri' . Anak saya
protes karena setiap kali saya bilang 'Tolong bunda ya , rapikan tempat tidurmu
sendiri' nah lho!

Salam membuat soal!

Ruth


Nah bingung kan?
Coba aja lihat soal nomer 1 dan nomer 3.
Jaman sekarang sudah berubah, tapi kenapa pendidikan kita masih seperti "doktrin" dan anak tidak diajak berfikir kreatif...

Ada lagi soal begini,

from : Dhitta Puti Sarasvati
to : ikatanguruindonesia@yahoogroups.com
date : Tue, Oct 19, 2010 at 9:02 AM
subject :  Re: [IGI] Serba-serbi soal PKn SD kelas 1


Wah baru saja teman saya curhat kemarin. PR adiknya :
Apa warna jambu?
a. Merah b. Hijau c. Kuning

Dan adiknya menjawab hijau, tetapi disalahkan. Kata gurunya seharusnya merah.

Lalu di pelajaran IPS kelas 2 SD pertanyaannya:
Sebutkan kolom-kolom yang ada di kartu keluarga!
Lah jaman sekarang kan warna buah udah macem-macem,
Jambu tidak selalu harus merah...
Pertanyaannya juga kurang spesifik, jambu apa? berbeda jenis jambu bisa berbeda warnanya...


Coba baca-baca link ini...
http://matasemesta.multiply.com/journal/item/85/NASKAH_SOAL_BAHASA_INGGRIS_ULANGAN_UMUM_NGAWUR


Nah bagaimana bisa wana apel harus merah?
Apel kadang ada yang warna hijau, agak kekuningan, dsb...
Anak mana tahu apel di gambar soal tersebut warnanya merah? Lembar soalnya saja hanya dicetak pakai tinta warna hitam.

Dulu saya juga sering disalahin kalau jawab seperti itu.
Tapi dulu saya memang agak konyol dalam mempertahankan pendapat, dan akhirnya guru-guru saya mengalah dan mengakui bahwa saya ada benarnya juga.

Saya kira sekarang jaman sudah berubah, ternyata belum berubah 100%.

Coba lihat lagi soal yang ini...



Konyol juga tuh...
Lihat deh gambarnya, wajar donk kalau si anak menjawab kasih sayang seorang pembantu.
Mungkin ibu-nya adalah seorang ibu yang modis, dan dandananya rapih, sedangkan yang berpakaian seperti itu dirumahnya adalah pembantunya.

Seharusnya wajar saja kalau si anak menjawab kasih sayang seorang pembantu.
Yang tidak wajar dan patut disalahkan yaitu jika anak menjawab kasih sayang seorang ayah.
Betul nggak?


Saya belum menikah dan belum punya anak. *punya pacar aja belum... hahaha...
Saya belum tahu juga rasanya mendidik anak.
tapi saya khawatir jika pendidikan di indonesia seperti ini terus, generasi kita akan susah bersaing karena tidak dilatih untuk berfikir kreatif dan sesuai dengan lingkungan, minat, dan perkembangan jaman dimana dia hidup...

Semua soal rasanya harus diselesaikan dengan "jalan/ cara" yang sudah ada (baku).
Jika si anak menjawab dengan "alternatif" lain dan menyimpang dari kunci jawaban soal ujian, maka jawaban anak akan disalahkan.

Ibaratnya kalau dari jakata ke bandung harus lewat tol cipularang, maka jawaban lainnya seperti lewat jalur puncak, sukabumi, atau purwakarta akan disalahkan. Padahal jawaban alternatif tersebut juga bisa sampai ke bandung.
Bayangkan kalau tol cikampek macet total, sedangkan jalur lainnya tidak?
Apakah harus tetap lewat cipularang untuk sampai ke bandung?
Nggak kreatif kan?
Sedangkan generasi lainnya (dari negara lain yang merupakan pesaing dia) dididik secara kreatif...
Tidak heran kalau jumlah "orang jenius" di indonesia tidak begitu banyak, lah dari saat dia masih kecil mayoritas dididiknya seperti itu

Coba bayangkan mental anak tersebut. Meskipun sebenarnya jawaban dia juga benar, tapi dia akan menjadi anak yang tidak berani berkreasi meskipun dia benar (karena takut salah, dsb).

Ambil contoh kasus warna apel, anak di doktrin warna apel adalah merah. Sedangkan ilmuwan pertanian jaman sekarang sudah maju, warna buah bisa dibuat bervariasi dengan rekayasa genetika...

Mungkinakah indonesia menjadi bangsa yang kreatif kalau pendidikan kita terus seperti ini?
Apakah mungkin warga dunia menjadi ingin (bahkan berebutan) untuk bersekolah di indonesia atau sebaliknya (orang-orang indonesia yang lebih memilih sekolah ke luar negeri?)

Kita sudah bisa menerka jawabannya....

Saya tidak menyalahkan (mengkambing hitamkan) sistem pendidikan kita,
tulisan ini hanya dibuat untuk renungan saja (khususnya bagi saya pribadi) agar kita bisa berkaca dan mencari solusi dan terlibat untuk memperbaiki pendidikan kita demi masa depan generasi kita...

Semoga masa depan Indonesia bisa menjadi lebih baik di masa yang akan datang... amin...
Mari bergerak dan berubah mulai dari sekarang...

Sumber artikel dan foto:
ikatanguruindonesia@yahoogroups.com
http://matasemesta.multiply.com/

6 komentar:

  1. apakah untuk membuat lembar pertanyaan atau lembar kerja siswa (LKS)ataupun buku pelajaran harus melalui lembaga yang menyaringnya (filter)sebelum diterbitkan atau memang tidak ada?

    BalasHapus
  2. @ Anonymous:
    Firasat saya pribadi sih kayaknya tidak ada lembaga penyaring nya. Kalaupun misalnya ada, orang-orang yang kebetulan membuat soal seperti di atas itu kurang kritis terhadap tugasnya.
    Mereka serasa hanya semata-mata menjalankan tugas, tetapi kurang berniat untuk mebuatnya lebih baik lagi...

    Orang yang cinta dan menjiwai pekerjaannya akan lebih menghasilkan sesuatu yang lebih baik dibanding orang yang hanya bekerja untuk sekedar mencari uang dan bertahan hidup.

    Kalau yang mem-filter soal tersebut memang menjiwai pekerjaannya, mereka akan membayangkan siapa tahu anak atau keponakannya yang menjawab soal itu. Apakah anak tersebut mengerti soal tersebut dan akan menjawab dengan benar tanpa ada beberapa pilihan jawaban yang benar.

    *ini menurut saya pribadi loh... Tanpa bermaksud memfitnah pihak lain.

    BalasHapus
  3. Kalau soal ujian PNS di Deperindag: apa judul lagu ciptaan SBY yg ada di albim XXX ?? hahaha

    BalasHapus
  4. @ Anonymous:
    nah kalau itu saya gak ngerti tuh...
    Kenapa soal seperti itu keluar?

    Tapi kalau buat ujian CPNS departemen yang berhubungan dengan pariwisata dan budaya sih gapapa soal itu keluar...

    Kalau CPNS nya lain bidang, nah itu patut dipertanyakan? buat apa soal itu keluar?

    Eh, Anonymous ini siapa sih?
    Pake nama aja donk, biar reply nya lebih enak... hehehe... :)

    BalasHapus
  5. Grji guru udah gede2, tapi kualitasnya kayaknya kurang mendapat perhatian. Guru2 sekarang sepertinya sedang dalam masa euphoria, dimana sebelumnya merasa serba kekurangan dan tidak diperhatikan, tiba2 merasa sangat diberi perhatian yang lebih dan sangat dihargai (rupiah).


    ngomong2.... ada yang udah tau persamaan dari Toyota Avanza/Daihatsu Xenia, Brilliance B3, Lamborghini Gallardo Cabriolet dengan Mocin Roda Tiga? :

    http://mocinrider.wordpress.com/2010/11/09/autocyclo/

    BalasHapus
  6. adjokasep:
    Sama-sama pake roda...
    Hahahaha....

    BalasHapus