CBR150

Riding Test Honda CBR150 PGM-FI 2011 (Photo from Om Didik http://didik.blogsome.com/)

Bicycle

Riding bicycle on sunday morning...

Workshop

Cleaning motorcycle fuel tank with friends...

Unicycle

Unicycle exercise with friends...

Cornering

Cornering @ Dukuh Atas...

Pages

Rabu, 25 Januari 2012

Ban Serep

Tergelitik menulis tentang ban serep,
karena ternyata beberapa orang di sekitar saya tidak begitu peduli dengan ban serep sehingga agak menyepelekan namun ketika mereka butuh "jasa" ban serep, si ban tidak bisa diharapkan bantuannya.

Rata-rata kendaraan roda 4 atau lebih memiliki ban serep.

ban serep digunakan dan sangat diperlukan dalam kondisi darurat...
Saya langsung mencari mobil di sekitar saya...
hasilnya...

Saya mendapatkan sample kendaraan Kijang Innova,


Waw, sudah kotor, tekanan udara ban-nya tidak sampai 10 PSI
Padahal ban kendaraan ini harus diisi 32 PSI.


Lalu sample kedua adalah Honda CRV,
Ban tampak hanya berdebu (relatif bersih karena ada cover ban-nya)


Namun saat alat pengukur tekanan ban dipasang,


Waw... Sama saja, kempes juga...


Ini bukan salah mobilnya atau salah pabrikan mobilnya,
tapi kurangnya perhatian pemilik terhadap ban serep.

Yuk mulai sekarang cek kondisi ban serep kita,
jangan sampai jika suatu saat kita butuh tapi ban serep kempes dan tidak bisa dipakai menggantikan ban yang bocor atau pecah.

Yah tidak perlu terlalu sering,
cukup setiap tiga bulan sekali atau setiap empat bulan sekali.

Pengecekan ban serep 3 atau 4 kali dalam setahun cukup membuat hati kita tenang jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Lebih baik lagi jika kita merotasi semua ban (termasuk ban serep),
namun rotasi semua ban dapat dilakukan jika memang tapak alur karet ban memiliki rotasi yang tidak searah (bisa dipasang bolak balik).

Jadi...
Mari kita cek kondisi ban serep kendaraan kita...
*jika memang kendaraan kita ada ban serepnya.

Jumat, 13 Januari 2012

Half Full Thread SparkPlug

Sobat...

Beberapa waktu yang lalu ada teman saya bertanya "busi Honda Vario di tempat saya kok susah yah? bentuknya aneh"

Saya jawab "kalo darurat, pakai saja busi Supra-X 125"

Teman saya membalas lagi, "emang bisa dipasang di Vario? kan beda bentuknya?"

Saya jawab, "bisa kok".
Lalu saya menjelaskan panjang lebar di telepon, namun mungkin agak susah dimengerti...

Sesuai janji saya, saya akan bahas di blog saya ini...
Blog yang jarang diisi dan hanya diisi jika perlu saja... hahaha...

*lagian saya nggak ngejar target ngisi artikel blog supaya ramai, kalo artikelnya umum mungkin sudah banyak media lain yang bikin. Saya bukan saingan koran, dan saya menulis jika emang ingin berbagi kepada orang lain supaya bermanfaat...

Ahhh,
back to topic,

Busi Honda Vario yang baru ulirnya tidak penuh,
ada bagian yang seperti tidak dibuat ulir.

Dapat dilihat gambar di bawah ini,
busi Supra X-125 di sebelah kiri (U20EPR9),
di sebelah kanan itu busi Vario baru di sebelah kanan (U22FER9)



*biasa, klik pada gambar aja untuk melihat gambar yang lebih besar...

Nggak percaya busi Supra X-125 bisa dipasang di Vario?
nih...

saya dapat artikel dari Autolite :
http://www.autolitecatalog.com/Application.aspx?b=A


Penjelasan dari autolite dapat dilihat di gambar di bawah ini,

Intinya,
Jika busi yang ulirnya penuh (full thread), bisa dipasang ke mesin yang ulir businya tidak penuh (half thread).
Busi full thread bisa masuk dan terpasang baik di mesin yang butuh busi half thread karena yang penting itu ring businya mendekap erat ke mesin (dengan syarat, jarak dari ring ke ujung elektroda busi itu sama antara busi half dan full thread nya).

Namun sebaliknya,
busi yang ulirnya tidak penuh (half thread), tidak bisa dipasang di mesin yang ulir lubang businya penuh (full thread)...

Kenapa?
karena bagian busi yang tidak ber-ulir akan mentok di body mesin.

Gambar dibawah ini saya buat ilurtrasi jika businya dibalik...


Setelah saya baca dari penjelasan Autolite,

Akhirnya saya simpulkan,

Mesin Vario kan agak jauh di dalem,

Untuk melepas busi mungkin gampang,

Tapi untuk memasang busi, jika tidak ada bagian rongga busi yang dibuat mengantong (dihilangkan sedikit ulirnya), agak susah untuk memasang busi.

Lihatlah ilustrasi gambar dibawah ini...


Dengan adanya kantong di bagian depan ulir rongga busi mesin,
maka saat kita mau memasukkan busi ke lubang busi, jadi ada seperti panduan...

Setelah busi berhasil jeblos ke rongga kantong busi,
barulah kita putar businya agar busi terpasang rapat terhadap mesin.

Beda hal nya jika rongga ulir busi di mesin tidak ada rongga kantong-nya, pasti akan lebih susah memasangnya.
Bukan berarti tidak bisa dipasang, tapi lebih sulit karena tidak ada panduan untuk menjebloskan busi di rongga busi. Apalagi seperti disebutkan di atas, rongga busi di mesin Vario itu agak menjorok ke tengah rangka sepeda motor, sehingga agak sulit terlihat oleh mata dan sulit terjangkau oleh tangan.

Kira-kira seperti inilah penjelasannya...

Jadi,
dalam keadaan darurat, busi Supra X-125 bisa dipasang kok ke Vario...

Mungkin juga bukan dalam keadaan darurat saja,
tapi jika ingin meng-upgrade busi Vario anda, sobat bisa pakai busi racing yang diperuntukkan untuk Supra X-125 atau busi sepeda motor yang jenisnya sama dengan Supra X-125.

Semoga membantu,
jika ada yang kurang jelas, silahkan menuliskan komentar dibawah...

Terimakasih...