Selasa, 30 Agustus 2011

Selamat Iedul Fitri 1432 H

Agama adalah keyakinan, bukan asal ikut-ikutan...

Agama adalah ilmu, ilmu yang harus dipelajari, diperdalam, dimengerti, diterapkan pada diri kita, dan disampaikan kepada yang belum memahaminya...

Lakukan yang 'kita' yakin mutlak benar (jangan hanya ikut). Jika kita ragu namun tetap kita lakukan, kita kemungkinan akan berdosa...
Sama seperti jika kita ragu terhadap suatu makanan yang halal atau tidak.

Selamat iedul fitri 1432 H baik yang merayakan hari ini (30/8/2011) ataupun besok (31/8/2011)...

Perbedaan itu indah, seperti halnya pria dan wanita, secara fisik mereka berbeda, namun jika mereka disatukan dalam sebuah tali pernikahan maka insyaAllah akan ada cerita cinta yang indah...

Pringgo hanyalah manusia biasa,
maka dengan ini saya memohon maaf atas segala perbuatan, perkataan, sikap, tulisan, dan tutur kata yang kurang berkenan kepada rekan-rekan selama ini..

Mari jadikan hari esok harus lebih baik dan lebih berguna lagi daripada hari kemarin...

Sekali lagi,
Selamat Iedul Fitri 1432 H

Rabu, 24 Agustus 2011

Charger Ponsel USB

Masih perlukah charger ponsel disertakan dalam paket penjualan pronsel baru?


On 17 February 2009, the GSM Association (GSMA) announced[45] that they had agreed on a standard charger for mobile phones. The standard connector to be adopted by 17 manufacturers including Nokia, Motorola and Samsung is to be the micro-USB connector (several media reports erroneously reported this as the mini-USB). The new chargers will be much more efficient than existing chargers.[45] Having a standard charger for all phones means that manufacturers will no longer have to supply a charger with every new phone. The basis of the GSMA's Universal Charger Solution (UCS) is the technical recommendation from OMTP and the USB-IF battery charging standard.[46][47][48]
Saya tergolong konsumen yang menggunakan barang sampai kegunaannya benar-benar habis,
Misalnya pada ponsel, saya menggunakan ponsel sampai benar-benar dikatakan mati total...

Saya alhamdulillah beberapa kali punya rejeki membeli ponsel baru,
Di paket penjualan selalu disertakan charger ponsel...
Namun saya pikir, charger ponsel yang lama juga masih bagus dan dapat dipakai, sayang jika tidak dimanfaatkan dan hanya menjadi "sampah" di kamar.

Dengan adanya standar Micro-B USB ini menjadi bentuk konektor standar charger ponsel, maka efeknya kita akan lebih ramah lingkungan... dalam arti tidak perlu "terpaksa" memiliki charger ponsel baru sedangkan yang lama masih bagus dan berfungsi dengan baik.

Dengan tidak menyertakan charger ponsel di paket penjualan ponsel baru, maka otomatis biaya ponsel baru mestinya akan lebih murah.
Efek lainnya, kemasan ponsel baru juga bisa dibuat lebih ringkas (karena tidak ada tempat untuk charger) sehingga biaya bahan (karton/ kertas) untuk membungkus paket penjualan ponsel baru akan lebih sedikit dan tentunya akan lebih murah.

Yang belum punya charger USB gimana?
Yah beli saja charger sebagai optional.

Dampak lainnya juga akan menguntungkan konsumen,
Jika benar Micro-B USB sudah menjadi standar sistem pengisian battery di semua jenis dan merk perangkat ponsel, kita sebagai konsumen tidak perlu bingung membawa charger yang berbeda-beda.
Bahkan kalau misalnya kita ke rumah teman, kita bisa pinjam charger ponsel teman kita meskipun beda merk dan jenis ponsel...

Apa bisa meskipun beda merk dan type ponsel?
bisa donk...
Karena port Micro-B USB itu voltasenya sudah standar, voltase yang dikeluarkan itu 5 Volt...

ini saya dapat dari http://en.wikipedia.org/


Pin Name Cable color Description
1 VBUS Red +5 V
2 D− White Data −
3 D+ Green Data +
4 ID None Permits distinction of A plug from B plug
* A plug: connected to Signal ground
* B plug: not connected
5 GND Black Signal ground


Tuh, pin nomor 1 dan nomor 5 adalah sumber listriknya...
Jadi tidak masalah meskipun berbeda merk dan type ponsel, berbeda merk dan type charger selama standarnya mengacu ke standar internasional Micro-B USB

Mungkin kabel USB juga tidak perlu lagi disertakan dalam paket penjualan ponsel baru.

Sudah siapkah?
Semoga cepat terealisasi...

Dunia akan lebih ramah lingkungan,
karena tidak ada sampah charger ponsel hanya karena konsumen ponsel harus membeli paket ponsel baru yang sudah include charger...

Selasa, 23 Agustus 2011

DLNA (setelah Full HD dan HDMI)

Hmmm...

Pasti masih banyak yang bingung, apa sih DLNA?


DLNA adalah kepanjangan dari... Digital Living Network Alliance...
Yaitu suatu standar teknologi yang memudahkan para konsumen untuk berbagi atau menampilkan file digital seperti foto, video, dan musik antar perangkat elektronik dari berbagai merk (yang pabriknya tergabung dalam konsorsium DLNA).

Begini, misalnya saat kumpul keluarga besar kita ingin menampilkan video kepada semua anggota keluarga melalui TV agar semuanya bisa melihat bersamaan...

Kita tidak perlu kabel, cukup mengkoneksikan ponsel ke TV sudah tampil deh tuh foto...
*tapi kedua perangkat baik ponsel atau TV harus mendukung DLNA.

Begitu pula jika kita ingin denger musik di home theatre atau apa... bisa deh... asal perangkatnya mendukung DLNA.


Lebih lengkapnya silahkan baca di http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_Living_Network_Alliance
atau http://www.dlna.org/about_us/faqs/

Hmmm...
Bagi yang masih cari-cari TV canggih semacam LED TV...

Silahkan nonton video berikut ini....




Pertimbangkan kedepannya apakah anda benar hanya butuh tampilan Full HD, kompabilitas HDMI, dan atau mungkinkah teknologi DLNA kedepannya juga masuk pertimbangan anda?

Mungkin nantinya di TV yang dijual akan ada stiker dengan tulisan....
Full HD
HDMI
DLNA capable/ certified ?

Seperti kita tahu,
Begitu ada teknologi baru dan menarik, harga dari produk elektronik yang masih memakai teknologi sebelumnya akan turun dalam angka nominal uang yang cukup lumanyan...

"Smart buying"...
Beli sesuai kebutuhan, jangan ikut-ikutan...

Jumat, 19 Agustus 2011

Front Derailleur

Kemarin sahabat saya membeli  Front Derailleur (FD) model baru buat sepeda commuternya,
namun pas saya akan bantu pasang, wah... ukurannya kok gak pas-pas amat yah...
Kurang dikit lah...

Dipasang sih bisa (berfungsi juga kok), namun kurang ideal aja... Terutama dari tampilan...

Saat akan menyetingnya pun akhirnya butuh sedikit trik...

Jika kita akan membeli Front Derailleur (FD), pastikan kita akan menggunakan Chainlwheel/ Crank yang berapa besar...

Kita ambil contoh mau pakai Chainwheel 48T (kombinasi gigi 48/38/24)

Kita Harus membeli FD yang 48T juga...
Misalnya:
Front Derailleur C051 48T Dual Pull.
28,6-34,9; 31,8-34,9


Kalau kita mau pakai Chainwheel 42 T (kombinasi gigi 42/34/24)

Kita harus pakai FD yang cocok,
misalnya:
Front Derailleur C050 42T Dual Pull
28,6 - 34.9; 31,8 - 34,9

Kenapa harus begitu?

Karena lengkungan si lengan FD itu menyesuaikan dengan lingkaran terluar si Chainwheel.

Kalau pakai Chainwheel ukuran 48T namun pakai FD 42T, wah susah setingnya...
Begitupun sebaliknya, kalau pakai Chainwheel ukuran 42T namun pakai FD 48T, yah si FD kegedean...



Chainwheel besar biasanya dipakai di sepeda yang mayoritas dipakai di jalan raya (dalam kota), sedangkan Chainwheel kecil banyak dipakai dipakai di sepeda gunung (Montain Bike/ MTB).

Kalau misalnya mau asal pasang sih bisa saja, namun hasilnya kurang oke...
Karena jarak lengan FD dengan ujung gerigi terluar dari Chainwheel biasanya tidak boleh terlalu jauh, rata-rata harus berjarak hanya 2 mm. Jarak 2 mm itu idealnya merata (seperti gambar yang OK di atas)

Jadi, jangan asal beli yah,
Sesuaikan dengan spesifikasi yang akan kita pasang...

Ini sih dari pengalaman pribadi, sekedar sharing, maaf kalau ada penjelasan yang salah... Mohon koreksinya...

Note:
Gambar FD dan Chainwheel diambil dari http://id.polygoncycle.com/

Kamis, 18 Agustus 2011

Berhenti Merokok

Iklan berhenti merokok yang bagus...

TV3 - Iklan Berhenti Merokok...


Mestinya Indonesia bikin juga iklan seperti ini...
Nggak usah tanggung-tanggung kalau bikin iklan himbauan ke masyarakat...
Mayoritas orang Indonesia kayaknya belum "kapok" kalau belum merasakan sendiri akibatnya.

Ingin sekali melihat iklan anti rokok dan iklan pentingnya menggunakan helm...

Senin, 15 Agustus 2011

Honda Blade, New

Sabtu kemarin diundang oleh PT AHM untuk mencicipi rasanya Honda Blade versi terbaru...

Pertama datang ke lokasi, saya bingung, "mana Honda Blade nya?"

Eh ternyata si honda Blade baru ini menurut saya mirip dengan Vario Techno...

Lihat saja lampu depannya terutama yang di badan (bukan di setang),



Lalu lampu belakangnya,



Secara umum tidak terlalu ada major change pada generasi terbaru honda blade ini, yang paling terlihat hanyalah ganti baju dan sedikit mempercantik piranti lainnya...

Namun kita coba lihat satu persatu,

Spedometer lebih cakep, kalo malem sih lebih oke yah...

Sayang waktu kemarin test ride, jarum spedometernya ternyata tidak bergerak.
Setelah diselidiki, ternyata kabel spedometer dicabut.

Saya nggak tahu alasan dicabut kenapa?
Yang jelas saat pengecekan (QC/ Quality Control) akhir di pabrik, mestinya semua sistem sepeda motor di test (termasuk spedometer).

Kalau kita lihat unit sepeda  motor yang baru keluar dari pabrik,
yang tidak ada itu biasanya hanya bahan bakar dan accu.
*kabel spedometer tidak pernah dicabut (setahu saya).

Sempet terfikir,
Apakah pihak wahana yang dimintai tolong AHM menyediakan honda blade test ini sengaja melepas kabel spedometer agar odometernya tetap rendah?
Hmmm... gak tau lah...
Semoga honda blade tester ini murni memang untuk test, bukan untuk dijual kembali ke konsumen seolah-olah seperti sepeda motor baru...

Yah mau dijual lagi sih boleh, tapi konsumen harus diberitahu, sepeda motor (yang memang) dipakai test tersebut adalah barang test ride.
Showroom-showroom mobil juga suka begitu kok, namun kendaraan test dilelang... bukan dijual seolah-olah masih baru...

Saya coba tracking speednya dengan GPS di ponsel saya,
namun apa daya, karena terburu2 harus berangkat, satelit GPS belum locking, akhirnya data perjalanan pun tidak berhasil dicatat.

Ada rekan yang menggunakan GPS, cuma saya lupa motret GPS nya.
Di GPS tersebut terlihat kalau nggak salah maksimum speed nya sekitar 80 km/ jam... Hampir ke 90 km/jam.
mmmm... namun saya lupa tepatnya berapa...
*yah nggak tau yah, spedometernya saat kemarin ngetest gak fungsi juga sih...

Ngacirrrnya rada nanggung yah?

Back to New Honda Blade

Sekarang si Blade sudah mengaplikasi Automatic Headlamp On...
Terbukti dengan tidak adanya saklar lampu di panel stang kanan.


Dan di panel stang kiri hanya ada saklar lampu jauh dan dekat saja...


Seperti biasa, posisi tombol klakson di tengah dan saklar sein di bawah...
Hmmm... nampaknya semua type honda akan seperti begini posisi peletakan saklar klakson dan seinnya...
Untuk Choke, seperti biasa, ada dibawah...

Tergelitik untuk mengomentari stiker ini:


Kalau sudah pakai injeksi bahan bakar elektronik (PGM-FI) mah gak perlu lagi pakai repot choke...
Hehehe...
*mungkin kedepannya kita ber injeksi bahan bakar elektronik saja lah... mahal di depan namun mudah perawatan, efisien bahan bakar, dan lebih ramah lingkungan.

Lampu depan (utama) ada dua,
masih pakai bohlam biasa...


Hmmm... pakai satu aja sebenernya udah cukup, ini pake dua....
kalo lampunya mati satu, yah saat sepeda motor dipakai terutama saat malam hari yah jadi nggak cakep...
Apalagi kalau dua-duanya mati, huh... keluar duit untuk beli dua bohlam lampu deh...
*yah resiko style (model) motor... namun merembet ke biaya part yang lebih banyak.

Turun ke bawah,
Ada perbedaan di aksen lampu senja yang menyatu dengan lampu sein.
Yang versi Repsol warnanya oranye,


Yang versi biasa warnanya kebiruan...


Sebenernya agak pusing juga nih sama Honda,
Kalau memang sudah aplikasi Automatic Headlamp On (AHO), ngapain juga sih pakai lampu senja...
Sekalilagi, hal ini bikin nambah biaya part buat lampu senja...

Dudukan plat nomer depan dari plastik, lentur banget...
*nggak ngaruh amat sih...



Turun ke bawah...
Nampaknya produk-produk Astra Honda Motor sekarang lebih efisiensi.
tipe-tipe sepeda motor terbarunya (untuk type cub dan scooter) rata-rata jadi pakai caliper satu piston untuk di roda depan... (dulu biasanya sih 2 piston)


Mundur sedikit ke belakang,
Weh keren, pelindung panas mesin modelnya lebih oke...


Master Rem cakram belakang nampak bersembunyi di dekat kick starter...



Mundur lagi sedikit kebelakang,
Yang type Repsol lebih cakep, dengan velg warna oranye dan pegas suspensi belakang (chussion) berwarna merah semakin menambah kesan sporty dibanding type Blade yang warna biasanya.
Knalpot (muffler) juga lebih gaul model luarnya, namun lubang belakangnya aduh bikin culun...



Suara knalpotnya ngebass loh...
Sepertinya AHM sedang digandrungi gaya suara knalpot ngebass setelah beberapa tahun belakangan senang membuat yang suaranya garing dan nyaring...

Pindah ke sisi kiri,
Tutup magnet keren pakai kunci "L", namun lubang intipnya kenapa masih pakai obeng minus?
*nanggung jadinya.


Footstep Blade sekarang lebih keren, bisa nekuk sedikit...
*bergaya sport.


Honda menanamkan Honda Variable Ignition Control pada Honda Blade ini...



Namun menurut saya sebenarnya yang tepat itu Dual Ignition Control,
karena saat kita menerima penjelasan teknis, ternyata tipikal pengapiannya CDI-nya cuma dua model saja...


Jadi penggunaan kata-kata Variable terlalu berlebihan dan agak kurang pas yah...
*menurut saya lho...

Ada beberapa kekurangan menurut saya,

Bagasi ternyata tidak muat menyimpan helm, bahkan saya coba memasukkan helm sepeda saya pun tidak muat dan jok tidak dapat ditutup...


Ban masih belum mengaplikasi tubeless,



Namun kualitas ban sudah oke kok, waktu mencoba bermanuver saat test ride di seputaran menteng, tanpa sengaja lagi-lagi footstep menyentuh aspal tanpa ada gejala terpeleset...
Hmmm... karakter ban, suspensi, dan keseluruhan bobot Blade terbaru ini cukup oke lah untuk diajak bermanuver...
Selebihnya hanyalah penyempurnaan mekanis dari versi sebelumnya yang menurut saya pengaruhnya tidak akan begitu dirasakan oleh penumpang namun dapat memperpanjang umur komponen


Hmmm...
Tertarik beli Honda Blade?
Bagi yang ingin tampil baru yah monggo...
Mumpung mau lebaran juga... hahaha...

Kalau masih bertahan dengan model lama yah nggak papa... perbedaan yang amat sangat terasa menurut saya ada di penampilan aja kok...
untuk keawetan komponen sih memang yang baru lebih bagus, namun kurang begitu langsung dirasakan...

Minggu, 14 Agustus 2011

Sabtu libur ?

Hmmm...
Kakak sepupuku melontarkan sebuah pertanyaan,

"sabtu itu termasuk hari libur kah?"

Nah, kalo rambu-rambu pada foto diatas biasanya sih di hari sabtu itu termasuk hari libur yah...

Saya lalu bertanya pada om Edo Rusyanto (edorusyanto.wordpress.com) yang saya anggap beliau lebih mengerti peraturan dan undang-undang lalulintas di indonesia, om Edo mengatakan kalau tanggalnya berwarna merah sih sudah pasti hari libur.

Yang tanggalnya berwarna merah di kalender biasanya hari minggu dan hari besar keagamaan.
Lalu saya bertanya lagi, "pada status hari libur bersama nasional gimana tuh?"

om Edo menjelaskan lagi kalau hari sabtu dan hari libur cuti bersama masih di area 'abu-abu', belum jelas dasar hukumnya...

Hmmm...
Bagaimana menurut anda?
Saya sih mulai sekarang lebih baik menghindar daripada ditilang...

Jumat, 12 Agustus 2011

Hasil Kamera Ponsel


Hmmm...

Terkagum-kagum melihat hasil kreatifitas agan-agan di kaskus...

coba buka link internet ini...
AYO!!! Share Hasil Foto Kamera Hape Terbaik Kamu.....

Liat donk aturan mainnya...
AYO!!! Share Hasil Foto Kamera Hape Terbaik Kamu.....

Peraturannya adalah :

- Harus Share Photo hasil Capturan Hape (Punya ndiri atau Pinjem gapapa)
- No Editing, No SotoShop and Sejenisnya
- Hanya mengandalkan Camera hape dan Trik serta Skill Photo Graphic
- Sebutkan Merk, Type Hape, and Modus serta Setting Camera dengan jelas.
- No Pajang Foto Hasil Capturan Orang lain
- btw.. bagusan kalau smua poto yang di upload di sini tuh max size 800x600
atau max untuk monitor 15 inch. biar ga kegeddean jadinya jellek de
- Peraturan Lainnya Menyusul


Kagum... sangat kagum...

Bagus banget hasilnya, nggak kalah sama hasil foto dari kamera-kamera canggih macam Digital SLR (Single Lens Reflektor) yang sekarang lagi ngetrend...

ini dia beberapa foto diantaranya

Water Bubbles, reezq21
Nokia N8

Butterfly_2, reezq21
Nokia N8


Butterfly_3, reezq21
Nokia N8

By adnevon at 2011-07-28
dennysh nih pake hp jadul Sonny Erricson (soner) W810

nokia n97mini
5mp carlzeiss tessar
2.8/5.4
resize to 1024x768 by ms office

Semua diambil pake K810i
Mode Full Manual



Hmmm... Ini baru beberapa saja, masih banyak foto-foto lain yang bagus-bagus di thread tersebut.
Silahkan lihat sendiri deh hasil foto-foto teman-teman kita di kaskus...

Sumpah, kagum saya...

Yang penting bukan kameranya.
Tapi Kemampuan seseorang untuk mengabadikan sesuatu di kameranya.

Jangan minder kalau anda nggak pakai kamera digital SLR yang canggih,
Sebagus apapun alat, tidak akan ada artinya kalau tidak bisa digunakan sebagaimana mestinya.

seperti prinsip hidup saya,

"POWER and TECHNOLOGY is NOTHING WITHOUT CONTROL"

Sabtu, 06 Agustus 2011

Taksi Express

Barusan baca koran kompas hari jumat tanggal 5 agustus 2011, weh... Hebat...

Terimakasih atas kepercayaan pelanggan terhadap pelayanan Taksi Express sehingga meraih penghargaan Top 25 Indonesia Original Corporate Brands 2011 peringkat pertama di industri taksi versi majalah SWA
Keren...

BlueBird taxi di nomer berapa yah? Saya kira justru si BlueBird yang menang, ternyata si Express...
*maklum belum baca majalahnya

Salut buat Taksi Express...
Pertahankan kualitasmu...

Kok jadi mikir "kapan metromini dan mikrolet jadi peringkat pertama di ajang pelayanan transportasi lalulintas indonesia?"
xixixixi...
--
Pringgodani K.
Sent from publicphone®
POWERED by PLN 220 Volt, 2.200 VA
"Power and Technology is Nothing Without Control"

Kamis, 04 Agustus 2011

Lapar Gan!

Aplikasi unik nih...

namanya:
Lapar Gan!
by Armanovus

Telpon fastfood favorit Anda atau cari lokasi fastfood terdekat dari lokasi Anda."





Nama-nama yang terdata (sampai sekarang) di aplikasi Lapar Gan! adalah:
  1. KFC
  2. McDonald's
  3. Hoka-Hoka Bento
  4. Bakmi GM
  5. Pizza Hut
  6. Burger King

Hmmm... lumanan banyak juga...

Aplikasi ini untuk ponsel ber-operating system symbian^3.
Kalau mau download, silahkan klik link berikut ini:

Mulai sekarang jangan pusing kalau mau cari restoran sekedar buat "ganjel" perut...
*semoga lokasi restorannya di update terus....

Sumber gambar:
http://store.ovi.com/

Rabu, 03 Agustus 2011

Tidak jadi


Kemarin-kemarin ada beberapa kawan saya menanyakan “nggak jadi ambil (beli) cbr 250 nya Nggo?”
Sudah di jawab lalu mereka masih tanya juga "kenapa?".
Yah saya coba jelaskan detail deh disini, karena kalau di telepon kurang enak dan lengkap menjelaskannya.
Tulisan ini bukan untuk menyudutkan suatu pihak atau bermaksud menghasut. 
Bukan... Dan saya tidak bermaksud seperti itu...
Tulisan ini hanya sebagai jawaban saya terhadap teman saya yang masih bingung akan penjelasan saya dan saya janji tulis di blog ini.

Begini,
Jika saya memilih dan menginginkan sesuatu, saya bukan tempasuk tipikal orang yang asal beli hanya karena suka (cinta mati) sama sesuatu.
Banyak aspek  yang harus dipikirkan,
dan saya bukanlah tipikal orang yang berpikiran jangka pendek.
Jujur saya tertarik meminang CBR 250R, saya tertarik dengan teknologi mesin (terutama PGM-FI yang mudah perawatan dan settingnya) dan teknologi C-ABS nya.  (tertarik CBR250R versi C-ABS)
Lalu saya mengumpulkan data simulasi kredit sepeda motor tersebut.

Namun...
Tunggu dulu...
Itu baru dari segi harga jual dan proses pembelian...
Saya memikirkan lagi kedepannya seandainya Honda CBR 250 itu jadi saya pinang,
Saya mencari buku Parts Catalog Honda CBR 250 dan mencoba mencari info Harga Eceran tertinggi (HET) parts sepeda motor tersebut.

Setelah mendapatkannya,
Saya segera mengecek komponen yang sering ganti...

Kampas Rem,
Ada dua, yang depan dan belakang.

Yang depan versi C-ABS harganya:
06455-KYJ-911 PAD SET, FR 510,000
Waks... Mahal sekali... Kaget saya begitu tahu harganya...
*maklum, biasanya beli kampas rem Honda Tiger yang sekitar Rp 30.000,-
Saya biasa ganti kampas rem depan setahun 2x, kalau misalnya jadi meminang si CBR250, wah... agak berat buat kantong saya jika sepeda motor tersebut dipakai untuk keperluan sehari-hari.
Dari sini saya menyimpulkan bahwa bagi saya CBR 250R itu termasuk motor hobby, bukan sehari-hari.

Lalu kampas rem belakang,
06435-KYJ-901 PAD SET, RR 210,000
Berkali-kali lipat juga dari harga kampas rem honda tiger.
Agak konyol juga sih...
Kampas rem depan CBR250 yang versi non ABS aja harganya hanya...
06455-KYJ-901 PAD SET 198,000
Kok bisa lebih mahal yang belakang?

Cakram depan juga lumanyan...
45120-KYJ-901 DISK COMP FR BRAKE 850,000
Tapi its oke lah, kan dia floating dan ukurannya besar.

Cakram belakang, lumayan mahal...
43251-KYJ-901 DISK ,RR BRAKE 408,000
43251-KYJ-911 DISK ,RR BRAKE 458,000

Kampas kopling masih wajar lah...
22201-KYJ-902 DISK,CLUTCH FRICTION 82,000

Kabel kopling juga masih terbilang wajar...
22870-KYJ-900 CABLE COMP,CLUTCH 44,000

Gir depan juga masih normal,
23801-KYJ-900 SPROCKET,DRIVE14 63,000

Rantai juga masih normal, setara harga honda tiger
40540-KYJ-902 CHAIN, DRIVE 600,000

Filter Oli masih terbilang murah,
15410-KYJ-901 ELEMENT,OIL FILTER 49,000
Tapi dibanding filter oli mobil yang bentuknya lebih besar, kok lebih mahal filter oli CBR 250R yah dibanding filter oli mobil.

Filter udara juga yah masih rata-rata lah meskipun mahal juga
17211-KYJ-900 ELMNT COMP AIR/C 76,000
*tau sendiri kan udara di indonesia kotornya minta ampun... dan setahu saya filter udara CBR 250R ini sekali pakai, nggak boleh disemprot (mirip kayak honda karisma, vario, dsb)

Radiator,
Kalau bocor yah memang harus keluar segini
19010-KYJ-901 RADIATOR COMP 700,000

Kalau spion sampai harus ganti...
88110-KPP-T01 MIRROR ASSY R BACK 200,000
88120-KPP-T01 MIRROR ASSY L BACK 200,000

Lampu depan,
Kalo nggak sengaja nabrak atau terlibat tabrakan dan pecah... yah harus ganti...
33110-KYJ-881 UNITCOMP,HEADLIGHT 900,000

Lampu sein nya mahal juga yah...
33400-KYJ-900 WINKER ASSY R FR 415,000
33450-KYJ-900 WINKER ASSY L FR 415,000
33600-KYJ-900 WINKER ASSY R RR 415,000
33600-KYJ-900 WINKER ASSY R RR 415,000
Tiger revolution yang bentuknya mirip-mirip aja hanya Rp 85 ribu... Beli satu lampu sein CBR mah bisa dapet 4 buah lampu sein honda tiger revolution.

Lampu rem malah lebih murah,
33710-KPP-T01 TAILLIGHT UNIT 330,000

Nih dia kalo bohlam lampu depannya mati...
34901-KWR-003 BULB HEADLIGHT 330,000
Tapi tenang, beli aja lampu H4 keluaran philips yang buat mobil, harganya cuma Rp 30 ribuan... murah dan terangnya sama.

Bohlam lampu sein... Sadisss...
34905-KYJ-900 BULB WINKER 110,000
Mending beli punya mobil juga deh...

Kalau kunci kontak, kunci tangki, dan kunci jok rusak atau harus ganti, siap siap keluar dana...
35010-KYJ-900 KEY SET 1,817,000

Kalau harga kunci kontaknya sendiri sih segini...
35100-KYJ-901 SWITCH ASSY COMB 500,000

Saklar panel setang kiri harganya
35200-KYJ-902 SWITCH ASSY WINKER 361,000
Kemahalan tuh, mending beli punya tiger aje... Rp 150 ribuan, bentuknya sama aja Cuma beda kabel...

Kalau (jangan sampai sih) terlibat tabrakan, dan suspensi depan harus ganti semua, nih dia harganya...
51400-KYJ-901 FORK ASSY,R FR 1,524,000
51500-KYJ-901 FORK ASSY,L FR 1,522,000
Kalau pipa suspensinya doank sih segini
51420-KYJ-901 CASE,R BOTTOM 570,000
51520-KYJ-901 CASE,L BOTTOM 514,000

Suspensi monosok belakangnya, mahal juga tuh...
52400-KYJ-901 CUSHION ASSY RR 1,164,000

Tangki bahan bakar,
Ini dia yang jadi pertimbangan saya. Saat melihat dummy CBR 250R yang dibelah-belah, saya lihat konstruksi tangkinya masih biasa-biasa saja...
Yah bagi say rentan terserang karat juga...
Begitu melihat harganya...
17520-KYJ-900ZA TANK ST FUEL CNDY RB RED 1,650,000
17520-KYJ-900ZC TANK ST FUEL ASTR BLK MTLC 1,650,000
17520-KYJ-900ZG TANK ST FUEL SWRD SLV MTLC 1,650,000
Wadaw....
Harga segitu bisa dapat 3 tangki honda tiger tuh...
*makin pupus harapan...

Kabel bodynya kalo rusak...
32100-KYJ-780 HARNESS WIRE 2,044,000
32100-KYJ-970 HARNESS WIRE 2,044,000
Waw....                         
Mahal banget...
Honda tiger aja nggak sampe Rp 200 ribu...

Harga knalpot komplit...
18310-KYJ-305 MUFFLER COMP 4,247,000
Waksss...
Gila, berarti mahal juga knalpotnya dibanding part body atau mesinnya...
Mampus deh kalo saya harus ganti knapot...


Yah itu lah yang harganya baru saya dapat, ini belum semuanya...

dan hal itulah kira kira yang membuat saya memutuskan belum tepat saat ini untuk meminang CBR 250R sebagai pendamping saya.

Untuk sekedar beli sih insyaAllah sanggup, tapi untuk merawatnya malah akan menjadi sebuah beban (bagi saya). Terlalu mahal untuk dipakai sehari-hari...

Maybe next time kalo ada rejeki lebih... baru deh mencoba meminang sepeda motor ini...

Kesimpulannya,
bagi yang berduit lebih dan tidak memikirkan uang dan perawatan, CBR 250R ini sangat worth-it untuk dibeli dengan berbagai teknologinya yang memudahkan kita...

Akhirnya,
Maaf kawan, saya tidak jadi beli CBR 250R nya untuk saat ini...

Dipikir-pikir lebih worth-it si CBR 150R yang baru sih...
*masih nunggu harga part nya...