CBR150

Riding Test Honda CBR150 PGM-FI 2011 (Photo from Om Didik http://didik.blogsome.com/)

Bicycle

Riding bicycle on sunday morning...

Workshop

Cleaning motorcycle fuel tank with friends...

Unicycle

Unicycle exercise with friends...

Cornering

Cornering @ Dukuh Atas...

Pages

Senin, 25 Juli 2011

Test Honda CBR 150R


Hari Sabtu tanggal 23 Juli 2011 kemarin saya dan beberapa blogger lainnya mendapat undangan dari AHM untuk menjajal varian terbaru sepeda motor Honda yaitu CBR 150R versi 2011 di sirkuit Sentul International Karting (sentul Kecil).

*seperti biasa, klik pada gambar jika ingin melihat ukuran yang lebih besar (sebenarnya)


Datang pagi-pagi...
Masih sepi...
Tampak 4 buah CBR150R, 2 buah warna hitam, 1 buah warna merah, dan 1 buah warna Merah Putih Biru sedang dipersiapkan oleh AHM (dicek segala setelannya, di-lap supaya bersih, dan diisi bahan bakar)...
*yang merah putih biru itu di STNK nanti warnanya apa yah?


Kesan pertama begitu menatap CBR 150R ini,
Kok lebih manis dan lebih pas daripada CBR 250R (kakak-nya) yah...

Lampu depan lebih aduhay, berkat tambahan aksen seperti poni rambut di atasnya


Buntutnya sih mirip banget yah sama kakaknya...


Cuma knalpot-nya saja yang cungkring...
Seperti knalpot putus...


*mungkin edisi facelift-nya keluar minor change di knalpot.
Sumpah, menurut saya knalpot CBR150R ini ancur banget modelnya. Cakepan knalpotnya Yamaha Byson.

Secara keseluruhan, model CBR150R ini lebih kompak,


Body depan dan belakangnya lebih menyatu...
Kalau kakanya (CBR250R) saya bilang dari tengah ke depan seperti telur, sedangkan dari tengah ke belakang seperti ekor...
Malah cenderung CBR250R seperti bentuk (maaf) sperma..

Makanya waktu saya melihat CBR 250R tanpa fairing, kok lebih demen (suka)...
Sedangkan CBR150R lebih suka dengan tampang apa adanya bawaan pabrik (lengkap fairing).

Coba kita lihat fitur-fiturnya...

Panel spedometer Honda CBR150R mirip sama kakaknya, hanya tidak ada nuansa silvernya dan kesannya di bawah spedometer banyak ruang kosong untuk pergerakan setang.
Yang saya salut, di CBR150R ini ada secure key shutter, ini deh oke dan sangat membantu untuk menghambat kerja maling yang berniat mencuri.
(*kakak-nya/ CBR250R malah nggak ada secure key shutter, payah...)


Di panel setang kanan, tidak ada saklar lampu. Lampu sepeda motor otomatis menyala ketika kunci kontak dihidupkan...
Sip deh... Lampu langsung nyala (Automatic Headlamp On/ AHO) sangat safety deh...


Namun ada yang kurang bagi saya,
di panel kanan tidak ada saklar Engine ON/OFF. Padahal lumayan membantu untuk mematikan mesin daripada tangan saya harus ke tengah setang untuk mematikan kunci kontak.

Sebenernya bisa sih matiin mesin tanpa kunci kontak,
yaitu dengan cara masukin aja gigi 1 atau lainnya (yang penting bukan neutral), lalu lepas kopling, mati deh tuh mesin...
Tapi nggak cool ahhh cara matiin mesin seperti itu, malah dikira blom bisa pake kopling manual...

Lanjut ke panel setang kiri,
Semuanya sih oke... Namun penggunaan panel setang ini berasa seperti menggunakan Honda Supra versi pertama...
Apalagi grip setangnya juga model honda supra... Xixixixi...

Coba pake panel saklar model honda MegaPro, Tiger, atau CBR 250R... Pasti lebih manis...


Sempat terfikir kenapa tidak ada tombol passing light?
Tapi memang tidak perlu sih...
Karena motor ini sudah mengadopsi AHO, yah tinggal mainkan saklar lampu jauh dan dekatnya saja kalau mau nge-dim kendaraan dari lawan arah...
Bener nggak? Pasti bener donk...

Hmmm....
Baru sadar nih...


Rangka CBR150R lebih sporty yah daripada CBR250R?
Si adik pakai deltabox...
Si kakak pakenya rangka dari pipa bulat biasa...

Dengan deltabox ini, si adik jadi berkesan lebih “sporty dan modern” dibanding si kakak...
Betul nggak?
Kalau saya sih merasa betul...

Coba kita cari klakson-nya
Hadoh sama seperti kakak-nya, cuma ada satu klakson doank...
*nggak stereo nggak asik.


Ini Foto lainnya di daerah bawah...






 
Sisanya sih tidak banyak beda dengan CBR150R yang versi sebelumnya...

Lanjut kita lihat ke jok...

Untuk membuka jok, kita harus membuka kunci yang berada di dekat footstep kiri penumpang...


Hmmm...
Mirip sama kakaknya...


Coba kita lihat toolkitnya,
Toolkit terbilang lebih komplit daripada kakaknya yah...


Kunci roda, kunci busi, kunci pas, obeng, dsb ada...

Ada satu lagi, tambang pengikat helm.
Jika sobat nanti membeli sepeda motor ini, pastikan toolkit dan terutama tambang pengikat helm ini ada yah...

Nih dia yang juga lupa saya ceritakan di CBR 250R,

Cara mengunci helmnya sama seperti kakaknya...
Di bagasi disediakan semacam tambang untuk mengikat helm saat sepeda motor diparkir.

Dengan dibantu Pak Nyoman Kesawa dari AHM, kita coba demonstrasikan cara-nya...

Pertama-tama masukkan tambang pengikat helmnya...




Setelah kedua ujung tambang disatukan seperti gambar diatas...

Silahkan cantolkan tambang seperti pada gambar berikut ini

Kalau helm mau ditaruh di jok depan (misalnya supaya kalau hujan si helm tidak menampung air), begini caranya...


Kalau helm mau ditaruh di samping, begini...


Sederhana namun oke...
*bisa ditiru nih idenya...

Lanjut ke sesi test ride...
Sebuah Ambulan pun disiagakan kalau-kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diharapkan...

 *tampak para blogger berjalan di depan AMBULANCE

Saya tidak menjajal top speed seperti rekan-reka blogger lainnya,

Saya rasional saja, bagi saya trek paling panjang di sirkuit sentul kecil ini tidak bisa menggambarkan top speed sesungguhnya.
Jadi saya hanya fokus saja menikmati sepeda motor tersebut...

Kami masing-masing blogger diberi kesempatan menjajal sebanyak 5 lap (putaran sirkuit),

Lap pertama, saya mencoba beradaptasi dengan jaket dan sarung tangan yang dipinjamkan honda.

Setelah hampir 1 lap, saya baru merasa ada yang aneh dan nggak nyaman,
ternyata jari kelingking dan jadi manis tangan kiri saya masuk ke lubang sarung tangan yang sama, yaitu di lubang jari kelingking... Xixixixi...

Wadohhh... terpaksa berhenti...
*maklum saya tidak biasa pakai sarung tangan, dan saya harus beradaptasi dengan itu. Ngomong2 kebiasaan saya jangan ditiru yah.

Saya tidak biasa pakai pakaian yang terlampau ketat (salah satunya sarung tangan), saya mudah berkeringat jika terlalu pengap.
Jaket dan celana panjang pun saya tidak suka pakai yang body fit, karena yah itu, saya sensitif sekali dengan udara dan pernafasan kulit.

Balik ke lap awal tadi...
Karena hanya diberi 5 lap, di lap kedua saya lebih fokus beradaptasi dengan honda CBR150R ini, saya mencoba menyatu dengan karakter si adik CBR250R ini...

Lap ketiga barulah saya mencoba si CBR150R ini lebih “intim”...

Saya mencoba menikmati berakselerasi dan bermanuver dengan si CBR150R ini...
Pagi hari ketika press conference, terjadi perdebatan saja tentang kejelasan power dan torsi sepeda motor ini...
Saya jadi pusing...
Mana yang bener sih torsi dan tenaganya? Dan di-angka dan rpm berapa?

Ya sudah, saya coba pakai feeling saya saja.
Saya menganti gigi di rpm sekitar 8.000 – 9.000 rpm, karena saya rasakan disitulah letak torsi maksimumnya (terasa oleh saya di respon mesin)

Di sirkuit sentul kecil ini saya hanya pakai sampai gigi 4 (padahal masih ada gigi 5 dan 6),
Yah gimana, treknya pendek, lagian bagi saya sebuah mesin itu enak saat di torsi maksimum...
Kalau ngebut ngejar top speed baru deh main di rpm tenaga maksimum.
Saya juga nggak ngotot ngegas dan oper gigi seperti rekan-rekan yang lain... Hanya menikmati saja...

Kesan yang saya dapat,
CBR150R ini ringan dan lincah... Nyaman dikendarai.

Lihatlah foto dibawah ini...

Yah ini mungkin tipikal style untuk dipakai pergi ke kantor...
*terlihat modern, gaul, dan sporty kan? Postur pengendara tidak terlalu nunduk juga tuh... Nyaman lah.

Kalau yang ini tipikal style untuk touring atau nyoba ngebut di lintasan balap...

Mungkin malah CBR150R bisa dibilang lebih enak dikendarai di perkotaan dibanding kakaknya (CBR250R)
Postur (posisi) mengemudi sih mirip-mirip seperti postur mengemudi kakaknya yah...

Meskipun hanya sampai gigi 4, di spedometer bisa dapat sampai 80 Km/jam... hehehe...
Tenaganya asik, kalau bisa dibilang malah tenaganya mirip seperti Honda Tiger tapi lebih galak dan responsif... Yah maklum lah, apalagi CBR150R yang baru ini didukung PGM-FI...
Hmmm...

Saya coba ajak nikung-menikung...
Wuihhh... enak sekali...
Saking enaknya, saya penasaran ingin merasakan sensasi menikung lebih cepat lagi.
Ehhh....
Nggak nyangka terdengar logam footstep beradu dengan aspal... Grrooookkkk.... Sreeeeekkkk...

  
sumber foto: Om Didik http://didik.blogsome.com/

sumber foto: Om Didik http://didik.blogsome.com/

Lanjut aja nikung sana nikung sini...

 Footstep Kanan
 (paling dalam gerusannya, karena kebetulan trek searah jarum jam)

 Footstep Kiri

*maaf yah AHM, motor test nya saya pakai ssampai sebegitunya...

Ban bawaan standarnya IRC Road Winner tidak licin, dan sangat nyaman dipakai menikung sampai ujung baut footstep “menggaruk aspal”...
*tidak perlu ganti ban kalau mau nikung-nikung... udah oke kok ban standarnya.

 
Sebenarnya ingin menikmati tikungan-tikungan lebih “intim lagi” namun apa daya, kalau kita coba sedikit lebih cepat di sentul kecil ini, cengkraman ban ke aspal malah lepas karena aspal di sentul ini tidak bagus-bagus amat.

 
Saya coba nikung lebih cepat, motor malah godeg-godeg (tidak stabil) saat melewati aspal yang tidak rata...
Racing line saya juga kacau gara-gara aspal yang tidak rata ini,  ya udah asal nyupir aja deh yang penting CBR150R test nya jangan sampe jatuh...
 (nggak enak sama pihak AHM yang sudah memberikan kepercayaan untuk mengetest sepeda motor ini)

Kelemahan di sirkuit sentul kecil ini adalah trek lurus yang pendek dan setiap tikungannya pasti tambalan aspal...
Jadi mengapa riding style saya tidak maksimal dan tidak bisa halus... Karena ya kondisinya tidak mendukung.

Masukan aja buat Honda,
Tolong tulisan Pakailah Helm ditaruh di nomer 2.
Karena safety kepala lebih utama rasanya dibanding suku cadang...
*kan honda katanya pelopor safety riding, masa helm prioritasnya dibawah sparepart.

 
Mungkin urutannya bisa begini:
  1. BACALAH BUKU PEDOMAN PEMILIK DENGAN SEKSAMA
  2. PAKAILAH HELM
  3. PATUHILAH PERATURAN LALU LINTAS
  4. GUNAKANLAH SUKU CADANG ASLI HONDA
  5. SERVISLAH SECARA TERATUR DI BENGKEL RESMI HONDA
Keseluruhan,

CBR150R ini sangat lincah, ringan, dan nyaman dikendarai.
Tenaga mesin sangat OKE untuk sepeda motor ber CC 150 bahkan tenaganya saya rasa mendekati sepeda motor kelas 200cc yang umum dijual di indonesia.
Ban Sudah cukup oke, da tidak licin dipakai manuver, pokoknya CBR150R ini sudah siap sekali lah... Pemiliknya tinggal pakai jalan saja...

Harganya pun lebih murah daripada CBR150R versi pertama, Yang versi pertama dari importir umum dulu kena Rp 35 Juta-an, yang versi baru dan sekarang dijual AHM adalah Rp 33 juta.

Sayang hanya selisih sekitar 6 Juta dari CBR250R versi non-ABS, mestinya bisa lebih rendah lagi donk dari itu... sebaiknya sih di kisaran Rp 29-30 jutaan...
Karena dari segi mesin dan teknologi kayaknya agak berbeda.
Kesannya CBR150R dijual semahal-mahalnya, sedangkan CBR250R dijual murah.

Kalau saya disuruh milih antara CBR250R dan CBR150R,

Saya nampaknya memilih CBR150R,
Dari segi fitur, model, keamanan (terutama secure key shutter), parts (terutama fast moving) lebih rasional untuk digunakan sehari-hari ketimbang kakaknya...

Kalau mau ngejar performa, baru dah pakai yang CBR250R...

Senin, 18 Juli 2011

Minum Obat Cacing

Seperti biasa,

Setiap 6 bulan sekali saya selalu membeli dan meminum obat cacing. Untuk memudahkan mengingatnya, saya selalu beli di bulan januari (bulan ke-1) dan bulan juli (bulan ke-7)
Kemarin saya sekalian membelikan obat cacing untuk adik saya...

Pas saya berikan ke adik saya, dia biasanya sih mau, tapi kemarin dia menolaknya...
"nggak usah lah", begitu jawabnya...

Ya sudah, saya juga nggak maksa,
Saya simpan saja obat cacingnya buat saya minum 6 bulan ke depan...
Hmmm... sedih sih adik saya nggak mau minum obat cacing tersebut... Padahal maksud saya baik... :(

Lalu saya tiba-tiba ingin sekali mencari artikel tentang perlunya obat cacing untuk manusia.
Dari sekian banyak artikel, saya mendapatkan penjelasan/ artikel yang rasanya paling baik di detik health

ini dia saya copy paste...

Semoga berkenan...
*bagi saya, sengaja di copy paste disini agar menjadi pengingat untuk saya pribadi... Jika suatu saat ada yang nanya tentang obat cacingm saya tinggal refer ke blog saya ini...

Cacingan Merampas Kecerdasan Anak

Jakarta, Cacingan sampai saat ini masih dianggap sebagai penyakit tidak elit dan sering disepelekan. Cacingan juga kerap dianggap penyakit jorok atau penyakit golongan sosial ekonomi rendah. Tapi jangan salah, penyakit ini bisa menimpa siapa saja. Parahnya, cacingan juga bisa merampas kecerdasan anak.

Cacingan adalah penyakit yang mudah menular. Faktor penyebabnya antara lain yaitu iklim tropis yang lembab, kepadatan penduduk yang tinggi, sanitasi yang buruk, tinja yang dijadikan pupuk di kebun, kurangnya pengetahuan masyarakat dan kondisi tanah (liat, humus).

Disela-sela acara seminar 'Bagaimana Membentuk Seorang Anak yang Sehat, Cerdas dan Berkualitas' yang digelar di Gedung IASTH FKUI, Sabtu (10/10/2009), Dr. dr. Rini Sekartini, SpA mengatakan penyakit cacingan bisa menyebabkan anak 5 L yaitu lemah, letih, loyo, lalai, lemas.

Anak yang kena cacingan pun akan menjadi sangat rentan sakit, kurang gizi, hepatitis, rabun mata dan kecerdasan menurun. Suatu survei menunjukkan bahwa 60 hingga 80 persen penduduk Indonesia terkena cacingan, dan 90 persennya adalah anak-anak SD.

Cacingan pada anak bisa diakibatkan oleh berbagai jenis cacing tambang (Ascaris lumbricoides, Necatur americanus, Ancylotoma duodenale), cacing cambuk (Trichuris trichiura), cacig gelang dan beberapa jenis spesies lainnya.

Mengajarkan anak hidup bersih adalah kuncinya. Kebiasaan anak yang makan tanpa cuci tangan atau bermain-main dengan tanah bisa menyebabkan telur-telur cacing tertelan atau masuk ke dalam usus halus dan usus besar kemudian berkembang menjadi larva dan cacing dewasa.

Gejala yang paling sering muncul pada anak cacingan adalah masalah pencernaan seperti nafsu makan berkurang, mual, diare atau sulit buang air besar (konstipasi), penurunan berat badan dan juga menurunkan kecerdasan anak.

"Hal ini terjadi karena cacing merusak mukosa (dinding) usus dan mengambil zat-zat gizi yang berasal dari makanan sehingga anak dapat mengalami gangguan absorbsi makanan bahkan malnutrisi. Kurangnya asupan nutrisi pada anak kemudian akan mengganggu perkembangan sel-sel tubuh, termasuk sel otak. Akibatnya, kecerdasan anak tidak akan berkembang bahkan cenderung menurun," jelas Rini.

Penyakit lain yang bisa muncul akibat cacingan antara lain anemia, TBC dan malaria. Akibat penyakit cacingan kronis dan kekurangan zat gizi, pertumbuhan anak menjadi terganggu termasuk juga perkembangan motorik, bahasa dan kepandaian (kognitif).

Oleh karena itu, Rini menyarankan agar orang tua mengajarkan pada anak untuk membiasakan hidup bersih dengan mandi dan cuci tangan teratur, bermain menggunakan alas kaki dan rutin memotong kuku. Selain itu, orang tua juga harus memutuskan daur hidup cacing dengan cara mencuci sayuran dengan benar, tidak memakai pupuk tanaman yang dicampur kotoran manusia dan memasak makanan sampai matang.

 Sekedar nambahin gambar-gambar cacing yang mungkin ada di tubuh kita (manusia)
 
Tampang-tampang cacing

Ilustrasi cacing di dalam usus manusia


Sudahkan anda dan keluarga minum obat cacing?

Jumat, 15 Juli 2011

Pendidikan di Jepang

Dapet dari...

Artikel yang bagus sekali...
Benar, moral adalah hal yang lebih penting daripada sekedar ilmu...
Sepintar-pintarnya manusia kalau moralnya tidak baik akan percuma juga...

Semoga artikel ini bisa jadi renungan khususnya untuk saya pribadi jika suatu saat kelak saya dipercaya oleh yang maha kuasa untuk merawat, mendidik, dan membesarkan anak... amin...

ditulis oleh:

Junanto Herdiawan

Ekonom dan penggiat ilmu filsafat. Hobi jalan-jalan dan makan-makan. Saat ini tinggal dan bekerja di Tokyo. Bertugas mencermati dinamika ekonomi Jepang, Cina, Korea, Taiwan, dan Hong Kong.



Moral di SD Jepang

REP | 03 July 2011 | 06:28

Rak Sepatu di SD Jepang / photo: Junanto

Anak saya bersekolah di salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) kota Tokyo, Jepang. Pekan lalu, saya diundang untuk menghadiri acara “open school” di sekolah tersebut. Kalau di Indonesia, sekolah ini mungkin seperti SD Negeri yang banyak tersebar di pelosok nusantara. Biaya sekolahnya gratis dan lokasinya di sekitar perumahan.

Pada kesempatan itu, orang tua diajak melihat bagaimana anak-anak di Jepang belajar. Kami diperbolehkan masuk ke dalam kelas, dan melihat proses belajar mengajar mereka. Saya bersemangat untuk hadir, karena saya meyakini bahwa kemajuan suatu bangsa tidak bisa dilepaskan dari bagaimana bangsa tersebut mendidik anak-anaknya.

Melihat bagaimana ketangguhan masyarakat Jepang saat gempa bumi lalu, bagaimana mereka tetap memerhatikan kepentingan orang lain di saat kritis, dan bagaimana mereka memelihara keteraturan dalam berbagai aspek kehidupan, tidaklah mungkin terjadi tanpa ada kesengajaan. Fenomena itu bukan sesuatu yang terjadi “by default”, namun pastilah “by design”. Ada satu proses pembelajaran dan pembentukan karakter yang dilakukan terus menerus di masyarakat.

Dan saat saya melihat bagaimana anak-anak SD di Jepang, proses pembelajaran itu terlihat nyata. Fokus pendidikan dasar di sekolah Jepang lebih menitikberatkan pada pentingnya “Moral”. Moral menjadi fondasi yang ditanamkan “secara sengaja” pada anak-anak di Jepang. Ada satu mata pelajaran khusus yang mengajarkan anak tentang moral. Namun nilai moral diserap pada seluruh mata pelajaran dan kehidupan.

Sejak masa lampau, tiga agama utama di Jepang, Shinto, Buddha, dan Confusianisme, serta spirit samurai dan bushido, memberi landasan bagi pembentukan moral bangsa Jepang. Filosofi yang diajarkan adalah bagaimana menaklukan diri sendiri demi kepentingan yang lebih luas. Dan filosofi ini sangat memengaruhi serta menjadi inti dari sistem nilai di Jepang.

Anak-anak diajarkan untuk memiliki harga diri, rasa malu, dan jujur. Mereka juga dididik untuk menghargai sistem nilai, bukan materi atau harta.

 
Suasana kelas dan orang tua / photo: Junanto

Di sekolah dasar, anak-anak diajarkan sistem nilai moral melalui empat aspek, yaitu Menghargai Diri Sendiri (Regarding Self), Menghargai Orang Lain (Relation to Others), Menghargai Lingkungan dan Keindahan (Relation to Nature & the Sublime), serta menghargai kelompok dan komunitas (Relation to Group & Society). Keempatnya diajarkan dan ditanamkan pada setiap anak sehingga membentuk perilaku mereka.

Pendidikan di SD Jepang selalu menanamkan pada anak-anak bahwa hidup tidak bisa semaunya sendiri, terutama dalam bermasyarakat. Mereka perlu memerhatikan orang lain, lingkungan, dan kelompok sosial. Tak heran kalau kita melihat dalam realitanya, masyarakat di Jepang saling menghargai. Di kendaraan umum, jalan raya, maupun bermasyarakat, mereka saling memperhatikan kepentingan orang lain. Rupanya hal ini telah ditanamkan sejak mereka berada di tingkat pendidikan dasar.

Empat kali dalam seminggu, anak saya kebagian melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Ia harus membersihkan dan menyikat WC, menyapu dapur, dan mengepel lantai. Setiap anak di Jepang, tanpa kecuali, harus melakukan pekerjaan-pekerjaan itu. Akibatnya mereka bisa lebih mandiri dan menghormati orang lain.
Kebersahajaan juga diajarkan dan ditanamkan pada anak-anak sejak dini. Nilai moral jauh lebih penting dari nilai materi. Mereka hampir tidak pernah menunjukkan atau bicara tentang materi. Anak-anak di SD Jepang tidak ada yang membawa handphone, ataupun barang berharga. Berbicara tentang materi adalah hal yang memalukan dan dianggap rendah di Jepang.

Keselarasan antara pendidikan di sekolah dengan nilai-nilai yang ditanamkan di rumah dan masyarakat juga penting. Apabila anak di sekolah membersihkan WC, maka otomatis itu juga dikerjakan di rumah. Apabila anak di sekolah bersahaja, maka orang tua di rumah juga mencontohkan kebersahajaan. Hal ini menjadikan moral lebih mudah tertanam dan terpateri di anak.

Dengan kata lain, orang tua tidak “membongkar” apa yang diajarkan di sekolah oleh guru. Mereka justru mempertajam nilai-nilai itu dalam keseharian sang anak.

 
Menyiapkan Makan Siang utk teman2nya / foto: Junanto 

Saat makan siang tiba, anak-anak merapikan meja untuk digunakan makan siang bersama di kelas. Yang mengagetkan saya adalah, makan siang itu dilayani oleh mereka sendiri secara bergiliran. Beberapa anak pergi ke dapur umum sekolah untuk mengambil trolley makanan dan minuman. Kemudian mereka melayani teman-temannya dengan mengambilkan makanan dan menyajikan minuman.

Hal seperti ini menanamkan nilai pada anak tentang pentingnya melayani orang lain. Saya yakin, apabila anak-anak terbiasa melayani, sekiranya nanti menjadi pejabat publik, pasti nalurinya melayani masyarakat, bukan malah minta dilayani.

Saya sendiri bukan seorang ahli pendidikan ataupun seorang pendidik. Namun sebagai orang tua yang kemarin kebetulan melihat sistem pendidikan dasar di SD Negeri Jepang, saya tercenung. Mata pelajaran yang menurut saya “berat” dan kerap di-“paksa” harus hafal di SD kita, tidak terlihat di sini. Satu-satunya hafalan yang saya pikir cukup berat hanyalah huruf Kanji. Sementara, selebihnya adalah penanaman nilai.

 
Mengantar minuman untuk teman / foto: Junanto

Besarnya kekuatan industri Jepang, majunya perekonomian, teknologi canggih, hanyalah ujung yang terlihat dari negeri Jepang. Di balik itu semua ada sebuah perjuangan panjang dalam membentuk budaya dan karakter. Ibarat pohon besar yang dahan dan rantingnya banyak, asalnya tetap dari satu petak akar. Dan akar itu, saya pikir adalah pendidikan dasar.

Sistem pendidikan Jepang seperti di atas tadi, berlaku seragam di seluruh sekolah. Apa yang ditanamkan, apa yang diajarkan, merata di semua sekolah hingga pelosok negeri. Mungkin di negeri kita banyak juga sekolah yang mengajarkan pembentukan karakter. Ada sekolah mahal yang bagus. Namun selama dilakukan terpisah-terpisah, bukan sebagai sistem nasional, anak akan mengalami kebingungan dalam kehidupan nyata. Apalagi kalau sekolah mahal sudah menjadi bagian dari mencari gengsi, maka satu nilai moral sudah berkurang di sana.

Di Jepang, masalah pendidikan ditangani oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olah Raga, dan Ilmu Pengetahuan Jepang (MEXT) atau disebut dengan Monkasho. Pemerintah Jepang mensentralisir pendidikan dan mengatur proses didik anak-anak di Jepang. MEXT menyadari bahwa pendidikan tak dapat dipisahkan dari kebudayaan, karena dalam proses pendidikan, anak diajarkan budaya dan nilai-nilai moral.

Mudah-mudahan dikeluarkannya kata “Budaya” dari Departemen “Pendidikan dan Kebudayaan” sehingga “hanya” menjadi Departemen “Pendidikan Nasional” di negeri kita, bukan berarti bahwa pendidikan kita mulai melupakan “Budaya”, yang di dalamnya mencakup moral dan budi pekerti.

Hakikat pendidikan dasar adalah juga membentuk budaya, moral, dan budi pekerti, bukan sekedar menjadikan anak-anak kita pintar dan otaknya menguasai ilmu teknologi. Apabila halnya demikian, kita tak perlu heran kalau masih melihat banyak orang pintar dan otaknya cerdas, namun miskin moral dan budi pekerti. Mungkin kita terlewat untuk menginternalisasi nilai-nilai moral saat SD dulu. Mungkin waktu kita saat itu tersita untuk menghafal ilmu-ilmu “penting” lainnya.

Demikian sekedar catatan saya dari menghadiri pertemuan orang tua di SD Jepang.

Salam.

Rabu, 13 Juli 2011

Sejarah ANGRY BIRDS

Hampir semua orang tahu permainan Angry Birds

Itu loh yang burung-burung balas dendam sama babi...

Tapi tahukah sejarahnya Angry Birds?


Dapet dari agan whousah di forum kaskus..
http://www.kaskus.us/showpost.php?p=470540564&postcount=878
beberapa fakta menariknya:

1. angry birds dibuat dengan konsep awal "menggunakan satu jari tapi hasilnya random"
2. angry birds sebelumnya menggunakan model bola dan yang menghancurkan balok saja
3. bola diganti menjadi bentuk burung, karena waktu itu sedang melanda wabah flu burung di eropa, ga lama balok pun juga diganti menjadi babi saat terjadi wabah flu babi di eropa
4. angry birds adalah game yang ke 52 dibuat oleh Rovio
5. angry birds dibuat bukan sebagi sebuah app game, bukan juga sbg sebuah produk, tapi angry birds adalah sebuah BRAND ~ inilah mindset yang harus dibentuk oleh developer lokal saat ini
6. kantor rovio yang memiliki 120 karyawan berada di seberang headquarter Nokia di Espoo, Finland
7. angry birds di buat di symbian^3, sukses (populer) melalui iOS, begitu masuk ke platformm android di bajak, lalu kemudian digratiskan untuk platform android
8. 25% pendapatan rovio dari game berbayarnya, selebihnya dari merchandising
9. Angry birds magic pertama kali akan diluncurkan secara preloaded di C7 (with anna) dan N9 ~ NFC supported
10. Angry Birds Magic merupakan inovasi baru dari rovio untuk mendapatkan keuntungan (unlock level harus tapping ke merchandise angy birds yg dijual)


Sumber gambar:
http://www.rovio.com/

Senin, 04 Juli 2011

Mandiri Prabayar Ribet

 Mandiri Prabayar ribet yah...

Kalau kita lewat jalan Tol Jakarta, pasti kita pernah lihat papan pengumuman e-Toll card...
Kartunya seperti ini nih....
Yah, ini memudahkan kita untuk membayar tol,
tidak perlu uang kembalian dan tidak perlu nunggu terlalu lama

di website nya pun tertulis:

http://www.bankmandiri.co.id/article/mandiri-etoll-card.asp

Nikmati kemudahan transaksi pembayaran tol dengan menggunakan e-Toll Card. Dengan e-Toll Card, Anda dapat membayar tol dengan lebih cepat, tidak perlu banyak membawa uang tunai dan tidak direpotkan oleh uang kembalian. Bersama e-Toll Card, rasakan kemudahan dan kecepatan pembayaran transaksi tol Anda.
Selain e-Toll card,
Mandiri mengeluarkan kartu prabayar lain...
seperti indomaret card yang berguna jika kita berbelanja di jaringan indomaret, kita dapat memperoleh diskon pada barang-barang yang lagi promo... (lumayan...)
Lalu ada lagi Pertamina GazCard yang berfungsi sebagai alat bantu pembayaran di SPBU pertamina...
Sayang, pemilik GazCard setahu saya tidak dapat diskon harga BBM...
Keuntungan GazCard hanya sebatas pengganti uang tunai...

Diantara e-Toll card, Indomaret card, dan GazCard, saya akhirnya memilih indomaret card.
Kenapa?
karena di indomaret saya bisa dapat diskon pada barang-barang tertentu...
Meskipun diskon tidak pada barang pokok yang saya inginkan, tetapi lumayan lah dapet diskon...

Daripada e-Toll card dan GazCard, yang harganya tetap sama dan tidak ada keunggulan lain selain "kepraktisan tidak perlu bawa uang tunai dan tidak repot kembalian".


Saya penasaran,

pada prinsipnya mandiri prabayar kan sama seperti BCA Flazz yang lebih dahulu dikenal publik...

Saya pengen coba juga ah bayar tol dan bayar BBM di SPBU Pertamina pakai indomaret card...


Namun ketika bertemu sahabat saya yang memiliki e-Toll Card, saya diberitahu katanya kartu indomaret card tidak bisa dipakai untuk transaksi pembayaran tol dalam kota jakarta...

Padahal kalau saya lihat, ini kan sama-sama produk mandiri prabayar...

Mesin reader (pembaca kartu) -nya pun terlihat sama...
Kenapa tidak bisa?
Apa beda sistem?

Penasaran akan hal tersebut, saya browsing di internet mencari keterangannya....
Apakah benar perkataan sahabat saya tersebut?

Sayang,
saat saya membaca web bank mandiri tentang indomaret card, ternyata benar...

http://www.bankmandiri.co.id/article/mandiri-indomaret-card.asp

Apakah Indomaret Card sudah dapat digunakan di SPBU dan merchant lainnya ?

Dan apakah Indomaret Card dapat digunakan untuk transaksi pembayaran tol ?

Untuk saat ini Indomaret Card sudah dapat digunakan sejumlah SPBU Pertamina dan merchant lainnya yang bertanda mandiri prabayar.
Indomaret Card tidak dapat digunakan untuk transaksi pembayaran tol.


Aneh memang

Saat melihat bagian belakang e-Toll card dan indomaret card,
masing-masing disitu ada 3 logo lingkaran...

 
Pada e-Toll Card yang warna hitam, (selain fungsi utamanya untuk membayar tol) menurut saya logo lainnya itu logo:
  1. bisa dipakai bayar parkir, 
  2. bisa dipakai berbelanja, dan 
  3. bisa dipakai membayar BBM

Lalu pada indomaret card yang warna biru, (selain fungsi utamanya untuk belanja di indomaret) menurut saya logo lainnya itu logo:
  1. bisa dipakai bayar tol, 
  2. bisa dipakai bayar parkir, dan 
  3. bisa dipakai membayar BBM

TAPI...
Kenapa di website nya kok indomaret card tidak bisa dipakai membayar tol?

Kalau keterangannya "BELUM DAPAT digunakan untuk transaksi pembayaran tol" sih nggak apa-apa yah... mungkin belum siap...

Tetapi ini dinyatakan "TIDAK DAPAT"

Beda kata dan penulisan, beda juga artinya...

Sayang yah...
Mandiri Prabayar menurut saya Tidak Praktis dan Ribet...


Jauh deh sama BCA Flazz...
Saya menggunakan BCA Flazz dalam bentuk A Card (Alfamart Card),
dia benar-benar flexible...
Mau dipakai belanja di alfamart, dia bisa...
Mau dipakai beli BBM di SPBU asing yang menerima kartu Flazz juga bisa...
Berbelanja di merchant-merchant Flazz yang lain juga bisa...

Intinya... mau bentuk BCA Flazz kita seperti apapun, dan dikeluarkan atas macam-macam design pun, kita tetap bisa menikmati semua fasilitas dari BCA Flazz tanpa perlu bingung dan ragu...

Saya tidak tahu alasan bank Mandiri apa?
Atau mungkin karena permasalahan saldo minimum yang harus ada di e-Toll Card sehingga kartu mandiri prabayar lainnya tidak dapat di gunakan di tol dalam kota jakarta.


Kalau menurut logika saya,
jika memang harus ada saldo minimum di indomaret card dan Gaz Card untuk mengantisipasi pengguna kartu tersebut tidak ada saldonya dan tidak dapat membayar tol...
Ini sih bisa kejadian juga di e-toll card...

Bisa saja kan saldo e-toll card nya habis dan si pengguna kartu tersebut kebiasaan masuk ke pintu tol otomatis lalu tidak dapat membayar tol sehingga bikin susah pengendara yang sudah antri di belakangnya...

Saya juga tidak berani mengetest bayar tol pakai indomaret card, karena takut kalau tidak berhasil bakalan tidak bisa membuka gerbang keluar tol dan malah membuat macet antrian di belakang saya.

Hmmm...
Mandiri prabayar...
Tolong di sinergikan deh... jangan pilih-pilih begitu dan bikin bingung konsumen pengguna mandiri prabayar.

Thanx...

Note:
Sumber gambar: http://www.bankmandiri.co.id/ dan bank BCA
*gambar yang kurang jelas, dapat di klik pada bagian tengahnya untuk melihat ukuran aslinya...