CBR150

Riding Test Honda CBR150 PGM-FI 2011 (Photo from Om Didik http://didik.blogsome.com/)

Bicycle

Riding bicycle on sunday morning...

Workshop

Cleaning motorcycle fuel tank with friends...

Unicycle

Unicycle exercise with friends...

Cornering

Cornering @ Dukuh Atas...

Pages

Senin, 27 Desember 2010

Busi Panas Busi Dingin

Banyak rekan-rekan yang mungkin masih bingung dengan istilah BUSI RACING, BUSI PANAS, atau BUSI DINGIN?

Yuk kita bahas...

Peskipun ukurannya serupa, tapi biasanya busi dibuat beberapa type berdasarkan cepat atau lambatnya dia bisa melepas panas.

Ada berapa type?
biasanya pabrik membuat paling sedikit dua type.

Apa saja?
Yaitu busi yang mudah melepas panas dan busi yang lambat melepas panas.

Busi yang mudah melepas panas biasa kita sebut busi dingin.
Orang bengkel biasa menyebutnya busi RACING...

Sedangkan busi yang lambat melepas panas kita sebut busi panas.

Perhatikan gambar berikut:
 













Sumber gambar: http://www.howstuffworks.com/ignition-system2.htm

Busi panas dan busi dingin (racing) perbedaannya terletak di rendah atau tingginya keramik dekat elektroda positif busi.

Busi PANAS memiliki keramik yang lebih dalam, sehingga bagian keramik busi yang bisa melepaskan panas ke area drat busi lebih sedikit.

Kebalikannya,
Busi DINGIN (RACING) memiliki keramik yang lebih dangkal, sehingga bagian keramik busi yang melepaskan panas ke area drat busi lebih luas (lebih banyak).

Kira-kira seperti itu...

Busi Normal/ Sedang itu busi apaan?
Busi normal yah biasanya diantara busi panas dan busi dingin.
Normal atau tidaknya biasanya ditentukan oleh pabrik pembuat kendaraan.

Pabrik pembuat kendaraan biasanya sudah memasang busi normal pada kendaraan yang dijual.
Secara awam, jika kita ingin mengetahui angka normal busi kita, lihatlah ke buku pedoman pemilik kendaraan yang kita miliki. Type busi yang tertera di buku tersebut kita anggap sebagai busi Normal.

Nah jika kita butuh busi panas atau busi dingin, kita mencari patokan ke angka busi normal.
Si busi normal pakai heat range berapa? baru deh kita bisa tentukan dinginnya di nomer berapa dan panasnya di nomer berapa...

Masih bingung?

Nih,

Saat mesin bekerja, busi meloncatkan api busi untuk membakar campuran bahan bakar yang ada di ruang bakar.
Tempat melompatnya api busi itu (elektroda positif) menjadi sangat panas.

maka keramik yang berada di sekitar elektroda positif tersebut menjadi tempat melepaskan panas busi.
Panas busi dibuang/ ditransfer ke blok mesin.
*meskipun blok mesin panas juga, tapi elektroda positif busi lebih panas (sumber api nih bos...)

Kapan kita butuh busi dingin (racing)?
Kita butuh busi dingin jika dirasa mesin kita over panas (sangat panas dari keadaan normal).
*misalnya mesin sudah dimodifikasi, dinaikkan kompresi, dsb sehingga mesin lebih panas dari normal.

Busi kalau terlalu panas juga istilahnya bisa overheat dan jadi ngaco kerjanya atau bahkan rusak.
Makanya kita butuh busi dingin agar busi bisa bekerja dengan normal...

Busi dingin bisa melepas panas lebih cepat, sehingga busi tidak kepanasan














Kalau kalau busi Panas itu gimana?
Busi panas di rancang lebih lambat melepas panas. Sehingga busi ini lebih lama menyimpan panasnya... (kebalikannya busi dingin)














Jika kita pakai busi dingin (racing) untuk keperluan sehari-hari yang pada dasarnya si mesin tidak bekerja terlalu extrim (panas sekali), maka akan sia-sia saja.

Kenapa?
Busi dingin (racing) mudah sekali melepas panas,
saat kita menghidupkan mesin pertama kali (pagi-pagi), busi dingin (racing) baru mulai panas eh panasnya udah dibuang lagi... jadi memanaskan mesin terasa lebih lambat/ susah.

Selain itu, busi dingin (racing) jika tidak mancapai panas ideal pembakaran, dia akan tidak sempurna meloncatkan api busi.
Api busi yang tidak sempurna akan mengakibatkan pembakaran pun tidak sempurna.
Pembakaran yang tidak sempurna akan menyebabkan residu/ lapisan kerak pada ruang bakar.
Residu ini juga akan menutupi kepala busi. Kepala busi pun akan kotor.

Kepala busi yang kotor akan membuat busi tertahan kinerjanya dan jika panas busi tidak mencapai panas ideal juga akan membuat busi susah membersihkan diri (merontokkan residu di kepala busi/ self cleaning).

Makanya banyak kejadian pakai busi racing untuk harian kok umurnya pendek...
Hehehe...

Salain itu,
busi jika terlalu panas bisa membuat elektroda menjadi membara (menyala merah seperti besi yang dipanaskan), jika elektroda sampai membara, maka api busi belum timbul pun si bahan bakar sudah bisa terbakar sendiri.
Disinilah terjadi knocking (detonasi/ngelitik).

Sebaliknya, jika menggunakan busi panas untuk keperluan balap.
Busi panas akan cepat mati karena busi tidak sanggup menerima panas terus-terusan lebih dari suhu ideal kerjanya...
bahkan yang paling extrim mungkin kepala busi akan hancur atau bahkan meleleh...



Bisa dilihat di NGK Tech Support - Spark Plugs Overview
Begini kira-kira kondisi busi di mesin...

Jika kepanasan yah jadi terlalu kering...
Jika kedinginan dia malah banyak kotoran dan menutupi elektroda busi sehingga percikan api busi akan makin sulit dihasilkan.


Kira-kira seperti itulah penjelasannya,
kita pilih busi sesuai kebutuhan dan kondisi pengendaraan kita,
jika butuh untuk pemakaian sehari-hari, busi heat range standar bawaan pabrik sudah cukup.
jika butuh untuk arena balap atau karena mesin sudah dimodifikasi, yah pakai busi yang lebih dingin.
Jika memang kita gunakan kendaraan hanya untuk ke warung dekat rumah, atau misalnya kita punya kendaraan yang hanya buat dipajang/ koleksi, maka pakai busi yang heat range panas saja.


Bagaimana menentukan busi panas atau dingin?
Tiap pabrikan busi punya penomoran sendiri-sendiri

Denso,
angka makin besar, dia makin dingin
Misalnya :
Denso U20FS-U : panas
Denso U22FS-U : standard/ normal
Denso U24FS-U : dingin


Autolite,
angka makin besar, dia makin panas.
Misalnya :
Autolite 4162 : dingin
Autolite 4163 : sedang/normal
Autolite 4164 : panas

NGK,
angka makin besar, sia makin dingin
Misalnya :
NGK C6HSA : panas
NGK C7HSA : standard/ sedang
NGK C8HSA : dingin

Rabu, 08 Desember 2010

Banyak Tangki Isi Air Yah?

Kemarin (8/12/2010) saya kumpul dengan sahabat-sahabat dari Tiger Kaskus (TIKUS),

Awalnya hanya saya yang mau kuras tangki, karena sudah 4 bulan tidak kuras tangki...

Weh....

Setelah lihat konsisi di tangki bahan bakar motor saya, yang lain jadi ikutan (kuras tangki) deh...

Saya lupa nggak sempat foto kotoran di dalam tangki.
Tapi kira-kira seperti inilah kotoran yang berhasil saya ambil pake magnet dari dalam tangki...
(kalau mau lihat gambarnya lebih jelas, klik aja fotonya)


Dan foto dibawah ini adalah kotoran di filter keran bensin.
Pantas saja tenaga mesin sepeda motor saya terasa nggak enak, filternya kotor dan tangki nya ada air... Xixixixi... :D


Nih dia Air di dalam tangki...
(Foto dari masih ada air sampai airnya disedot hilang dari tangki)



Melihat kotoran dan air di dalam tangki saya, sahabat-sahabat saya pun langsung ikutan pengen dikuras (dibersihkan) tangkinya...

Pertama-tama yah buang/ kosongkan bahan bakar dari tangki... Tampung Bahan bakar di jerigen atau wadah yang tahan terhadap bahan bakar.


Lalu kita lepas pelampung indikator isi tangki bensin,
wadoh... Sepeda motor yang ini malah lebih parah, airnya tidak bening seperti di dalam tangki saya, malah warnanya seperti warna karat.. Xixixixi...



Proses selanjutnya adalah sama seperti yang dilakukan pada tangki sepeda motor saya, yaitu dimasukkan bahan bakar yang masih bersih, lalu tangki dikocok-kocok agar kotoran dan air mengumpul lalu kotoran dan air disedot menggunakan alat sedot dan magnet.

 
Pasien berikutnya adalah Honda Tiger Revolution yang baru berusia 1 tahun 1 bulan.
Dari baru, tiger ini belum dikuras sama sekali...

Ternyata setelah di buka tangkinya....
Sama juga, ada air... Hahaha...




Semua tangki sepeda motor yang kemarin ikutan ngoprek di rumah Suhu Bayu MKS, sudah kita kuras semua dan dipastikan tangkinya menjadi bersih kembali 99% dan hanya bahan bakar lah yang ada di dalam tangki.

Air yang ada di dalam tangki honda tiger akan berada di bawah/ dasar tangki (karena air lebih berat dari bahan bakar) dan air akan bereaksi dengan logam (terutama di bagian las-lasan pelat tangki), lambat laun akan menimbulkan karat...
Makanya, tangki lebih sering karat di bagian bawah terutama bagian las-lasan...

Bisa diambil kesimpulan,
Sebaiknya kuras tangkin minimal setiap 6 bulan sekali.
Saya sih tiap 4 bulan sekali (jadi setahun 3 kali nguras tangki).

Ini kebetulan dicotohkan di honda tiger,
tidak menutup kemungkinan pada kendaraan-kendaraan yang lain juga mengalami hal yang serupa... (ada kotoran dan air di dalam tangki)

Dikuras setiap 4 bulan sekali saja kotor dan air di dalam tangki sudah seperti saya, apalagi nggak pernah dikuras...

Untuk detail cara nguras yang asik, pada lain kesempatan akan saya bahas. Kemarin saya lupa dan memang tidak berniat membuat artikel, sehingga saya tidak sempat membuat foto-foto langkah menguras tangki yang saya lakukan...

Yah nanti kalau ada waktu saya bikin deh ceritanya... :)